SENANTIASA MENGOREKSI KEIKHLASAN Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata, رحمه الله عبدا وقف عند همه، فإن كان لله مضى، وإن كان لغيره تأخر “Semoga Allah merahmati seorang hamba yang berhenti (untuk mengoreksi) niatnya. Apabila (ikhlas) untuk Allah, dia lanjutkan. Apabila untuk selain-Nya, dia batalkan.” Ighatsatul Lahafan 1/106
Menuntut Ilmu dengan Niat yang Benar
MENUNTUT ILMU DENGAN NIAT YANG BENAR ✍🏻 Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, لا تعلموا العلم لثلاث: لتماروا به السفهاء، أو لتجادلوا به الفقهاء، أو لتصرفوا به وجوه الناس إليكم، وابتغوا بقولكم وفعلكم ما عند الله، فإنه يبق ويذهب ما سواه “Janganlah kalian mempelajari ilmu untuk tiga perkara: 1. Untuk mendebat orang-orang yang dungu/bodoh 2. […]
Makna Ucapan “Niat Seorang Mukmin Lebih Baik Dari Amalannya”
MAKNA UCAPAN “NIAT SEORANG MUKMIN LEBIH BAIK DARI AMALANNYA” Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al–Utsaimin رحمه الله Pertanyaan: Syaikh yang mulia, semoga Allah memberi anda keselamatan. Apa makna ucapan sebagian orang “niat seorang mukmin lebih baik dari amalannya”? Jawaban: Maknanya adalah bahwasanya terkadang niat tersebut bisa mencapai sesuatu yang tidak bisa dicapai oleh amalan. Contohnya: ada […]
Silsilah Kesalahan-Kesalahan Dalam Thaharah (Bersuci) ~ Bagian 1
SILSILAH KESALAHAN-KESALAHAN DALAM THAHARAH (BERSUCI) Asy Syaikh Shalih bin Abdil Aziz alu Syaikh hafidzahumallahu Kesalahan Pertama: MELAFADZKAN NIAT TATKALA MEMULAI BERWUDHU Ini tidak boleh, dikarenakan niat tempatnya dalam hati. Adapun melafadzkannya, maka ini tidak dilakukan oleh Nabi kita, teladan kita shalallahu ‘alaihi wassalam. Niat yang sesuai syar’i: Yaitu niatan dalam hati seorang yang akan berwudhu “bahwa ini wudhu […]