Mukhadzzil Petaka di Tengah Ummat

MUKHADZZIL PETAKA DI TENGAH UMMAT ولكن البلاء كله من المُخذِّل …..للعلامة محمد بن هادي المدخلي حفظه الله Setiap malapetaka (dalam Dakwah) itu disebabkan karena orang yang tidak memberi pertolongan……. Oleh : as-Syaikh al ‘Allamah Muhammad bin Hadi al Madkhaly –Semoga Allah menjaga beliau- لا تزال طائفة من أمتي ظاهرين على الحق ( أو على الحق […]

Barangsiapa Mencela Rabi’ Hadi dia Bukanlah Salafy

BARANGSIAPA MENCELA RABI’ HADI DIA BUKANLAH SALAFY As-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al Banna -rahimahullah ta’ala- ***   : قال الشيخ محمد بن عبد الوهاب البنا على كل حال الآن – والله – تعرف السلفي في كل العالم الآن – كل سلفي – أول ما يسأل يسأل عن ربيع ، وغير السلفي ما يسأل عنه […]

Bantahan Untuk Manusia yang Tidak Menganggap Penting dan Meremahkan Ilmu Jarh Wat Ta’dil

BANTAHAN UNTUK -MANUSIA- YANG TIDAK MENGANGGAP PENTING DAN MEREMEHKAN ILMU JARH WAT TA’DIL Asy Syaikh Muqbil bin Hadi al Wadi’i رحمه الله Ini adalah bantahan al Allamah al Muhaddits Muqbil bin Hadi al Wadi’i rahimahullah terhadap orang yang membuat (manusia) tidak menganggap penting dan tidak perhatian terhadap ilmu al jarh wat ta’dil. Al Imam al […]

Awal Mula Hizby Nya Hizbi, Dahulu Mereka Adalah Salafy?

AWAL MULA HIZBYNYA HIZBY, DAHULU MEREKA ADALAH SALAFY? بسم الله الرحمن الرحيم [الحزبييون كانوا سلفييون وضاعوا بسبب مخالطة أهل اﻷهواء] Orang-Orang Hizby dahulunya adalah Salafy dan Mereka Hilang Disebabkan Karena Bergaul dengan Para Pengekor Hawa Nafsu لفضيلة الشيخ العلامة ربيع بن هادي عمير المدخلي –حفظه الله– Oleh: Fadhilatusy Syaikh al ‘Allamah Rabi’ bin Hadi ‘Umair […]

Kaedah Batil Kaum Hizbi

SEBAGIAN ORANG BERPENDAPAT: “Kita dengarkan ceramah dai-dai yg di jarh. Kita mengambil dari mereka yg Haq dan meninggalkan dari mereka yg Bathil”. Asy-Syaikh Muhammad bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah Pertanyaan: Seseorang berkata : Apa benar perkataan dari mereka yang mengatakan : “Aku dengarkan ceramah dai-dai yang dijarh (ditolak). Kita mengambil dari mereka yg benar (Haq) dan meninggalkan […]

Haruskah Menasehati Terlebih Dahulu Sebelum Menggabungkan Orang Yang Menyimpang Dengan Kelompok Sempalan

HARUSKAH MENASEHATI TERLEBIH DAHULU SEBELUM MENGGABUNGKAN ORANG YANG MENYIMPANG DENGAN KELOMPOK SEMPALAN Asy Syaikh Muhammad bin Hadi حفظه الله Syaikh membaca pertanyaan: Ini pertanyaan yang aneh. Ini anakku yang bertanya tentang sifat Rafidhah, “Jika saya melihat (seseorang) pada shalat maghrib, atau setelahnya…” dia yang bertanya tentang orang Rafidhah, atau Jahmiyah, atau sekuler. Aku telah menerangkan […]

Bagaimana Cara Bermuamalah Yang Baik Dengan Ahli Bid’ah?

BAGAIMANA CARA BERMUAMALAH YANG BAIK DENGAN AHLI BID’AH? Asy Syaikh Muhammad bin Hadi hafizhahullah Pertanyaan: Bagaimana cara bermuamalah yang baik dengan ahlul bid’ah? Jawaban: Ahlul bid’ah tidak masuk dalam pembahasan ini. Tidak ada sikap kita terhadap ahlul bid’ah sehain al-hajr (boikot). Akan tetapi, orang yang disangka jahil (tidak tahu) dan urusan (bid’ah) itu masih samar baginya, […]

Apakah Tidak Ada Pengingkaran Terhadap Permasalahan-permasalahan Yang Diperselisihkan?

APAKAH TIDAK ADA PENGINGKARAN TERHADAP PERMASALAHAN-PERMASALAHAN YANG DIPERSELISIHKAN? Asy-Syaikh ‘Ubaid bin Abdillah al-Jabiri hafizhahullah pernah ditanya, Apa benar ucapan seseorang, “Tidak ada pengingkaran terhadap permasalahan-permasalahan yang diperselisihkan”? Beliau berkata: Ucapan ini (jika diberlakukan) secara umum salah (batil). Kami tidak mengenalnya melainkan berasal dari ahli bid’ah yang bersandarkan pada kaidah al-Ma’dzirah wat Ta’awun (Toleransi dan Bekerjasama), […]

Bolehkah Mendo’akan Rahmat Untuk Ahli Bid’ah

BOLEHKAN BER-TARAHHUM (mendoakan رحمه الله  “Semoga Allah merahmati”, pen) UNTUK MUBTADI’ (ahli bid’ah)? Asy Syaikh Ubaid bin Abdillah Al Jabiry – حفظه الله – Seorang mubtadi’ -wahai putraku dari Kuwait, dengarkan- (Pertama:) satu macam, bid’ahnya mufassiqah (menyebabkan pelakunya dihukumi sebagai orang fasik yang tidak keluar dari agama Islam, pen) seperti bid’ah Asy’ariyyah. Mubtadi’ jenis ini, tidak mengapa […]

Bolehkah Menyebut Mubtadi Pada Orang Yang Belajar Manhaj Jama’ah Tabligh dan Menyebarkannya

Seseorang belajar manhaj jama’ah tabligh, kemudian mulai menyebarkan apa yang telah dipelajarinya, apa hukum menyebutnya sebagai mubtadi’? Dijawab oleh: Asy syaikh Abdullah bin Abdirrahim al Bukhory – حفظه الله – Pertanyaan: Seorang penanya berkata, bahwa dia mempunyai seorang kerabat yang menisbatkan diri kepada jama’ah tabligh. Bahkan sudah safar ke india dan tinggal disana selama sebulan (dlm rangka) mempelajari […]