Wanita Hamil dan Menyusui Boleh Berbuka Bila Puasa Itu Memberatkan dan Keduanya Membayar Qadha

WANITA HAMIL DAN MENYUSUI BOLEH BERBUKA BILA PUASA ITU MEMBERATKAN DAN KEDUANYA MEMBAYAR QADHA

Asy Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz رحمه الله

Pertanyaan: Wanita hamil tidak mampu berpuasa, apa yang harus ia lakukan?

Jawaban:

Hukum wanita hamil yang puasa itu memberatkannya adalah sama seperti hukum orang sakit. Demikian juga wanita menyusui bila puasa itu memberatkannya. Maka keduanya berbuka dan mengqadha di hari yang lain. Berdasarkan firman Allah:

ومن كان مريضا أو على سفر فعدة من أيام أخر

“Barang siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka wajib baginya melakukan qadha puasa sebanyak hari yang ditinggalkannya pada hari-hari yang lain.” [1]

Sebagian shahabat Nabi shallallahu ‘alaihi was salam ada yang berpendapat bahwa yang wajib atas wanita hamil dan menyusui hanyalah memberi makan saja. Namun yang benar ialah pendapat pertama karena hukum wanita hamil dan menyusui layaknya hukum orang sakit. Juga karena secara asal adalah wajibnya qadha dan tidak ada dalil yang memalingkannya.

Di antara yang menunjukkan hal tersebut ialah hadits Anas bin Malik al-Ka’biy radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi was salam bahwa beliau bersabda:

إن الله وضع عن المسافر الصوم وشطر الصلاة وعن الحبلى والمرضع

“Sesungguhnya Allah meringankan puasa dan separuh shalat (qashr) dari musafir dan (meringankan puasa) dari wanita hamil dan menyusui.” [2]

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan penulis kitab sunan yang empat dengan sanad yang hasan.
Maka hadits ini menunjukkan bahwa wanita hamil dan menyusui itu layaknya musafir dalam hukum berpuasa. Keduanya berbuka dan membayar qadha. Adapun qashr shalat maka hukum ini khusus bagi musafir saja dan tidak ada satupun yang menyertainya yaitu meringkas shalat empat raka’at menjadi dua raka’at. Dan taufik itu hanyalah di tangan Allah semata.

Sumber: http://www.binbaz.org.sa/node/474

Alih bahasa: Syabab Forum Salafy

*********************************

Catatan Kaki:

  1. Surat al-Baqarah: 185
  2. HR. Ahmad di dalam Musnad Bashriyyin dari hadits Anas bin Malik no. 19814 dan an-Nasai di “ash-Shaum” bab wadh’ish shiyam ‘anil hubla no. 2315

 

الحامل والمرضع لهما الفطر إذا شق عليهما الصوم وتقضيان

امرأة حامل ولا تطيق الصوم فماذا تفعل؟

حكم الحامل التي يشق علها الصوم حكم المريض، وهكذا المرضع إذا شق عليها الصوم تفطران وتقضيان؛ لقول الله سبحانه: وَمَنْ كَانَ مَرِيضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ[1]. وذهب بعض أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم إلى أن عليها الإطعام فقط. والصواب الأول؛ لأن حكمهما حكم المريض؛ لأن الأصل وجوب القضاء ولا دليل يعارضه. ومما يدل على ذلك ما رواه أنس بن مالك الكعبي رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: ((إن الله وضع عن المسافر الصوم وشطر الصلاة وعن الحبلى والمرضع))[2] رواه الإمام أحمد وأهل السنن الأربع بإسناد حسن. فدل على أنهما كالمسافر في حكم الصوم تفطران وتقضيان. أما القصر فهو حكم يختص بالمسافر وحده لا يشاركه فيه أحد وهو صلاة الرباعية ركعتين. وبالله التوفيق.

*********************
[1] سورة البقرة، الآية 185.
[2] رواه الإمام أحمد في مسند البصريين من حديث أنس بن مالك برقم 19814، والنسائي في الصيام باب وضع الصيام عن الحبلى برقم 2315

© 1439 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.