Tidak Dipersyaratkan Berurutan Pada Puasa Enam Hari Syawal

Enam hari puasa syawalTIDAK DIPERSYARATKAN BERURUTAN PADA PUASA ENAM HARI SYAWAL

Soal :  Apakah mesti pada puasa enam hari bulan syawal untuk dikerjakan berturut-turut, ataukah tidak mengapa berpuasanya berpisah-pisah diantara bulan syawal?

Jawaban : Berpuasa enam hari pada bulan Syawal itu telah tetap dari Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam. Dan boleh berpuasanya berturut-turut dan berpisah-pisah, karena Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam itu memutlakkan puasanya. Beliau tidak menyebutkan secara berturut-turut, tidak pula terpisah-pisah, yang mana beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

”Barang siapa yang berpuasa bulan Ramadhan kemudian mengiringkannya dengan puasa enam hari bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti berpuasa selama setahun.”

Dikeluarkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya.

Wabillahit taufiq.

Sumber fatawa Ibn Baaz.

http://www.alifta.com/Fatawa/FatawaChapters.aspx?languagename=ar&View=Page&PageID=80&PageNo=1&BookID=12

—————————————————————————

Alih Bahasa : Ustadz Abu Hafs Umar al Atsary

© 1438 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.