TIDAK BOLEH MENGUNJUNGI AHLI BID’AH DALAM RANGKA MENUNJUKAN KEAKRABAN DAN KECINTAAN (BAGIAN 2)

TIDAK BOLEH MENGUNJUNGI AHLI BID’AH DALAM RANGKA MENUNJUKKAN KEAKRABAN DAN KECINTAAN (BAGIAN 2)

Pertanyaan yang diajukan kepada asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah:

Saya mengunjungi orang-orang baik, para ulama, dan para masayikh, hanya saja terkadang saya berkunjung ke sebagian ahli bid’ah dengan tujuan untuk mengajak mereka kepada jalan kebahagiaan dan ke jalan as-Sunnah, maka apakah padanya terdapat dosa?

Jawaban:

المحد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن اهتدى بهداه.

Amma ba’du:

Mengunjungi para ulama dan orang-orang yang beriman dari kalangan Ahlus Sunnah wal Jama’ah dan mengunjungi saudara-saudara di jalan Allah (sesame mu’min) merupakan ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah dan merupakan ketaatan. Adapun mengunjungi ahli bid’ah maka tidak boleh mengunjungi mereka dalam rangka menunjukkan keakraban dan kecintaan serta yang semisalnya.

Adapun jika seorang penuntut ilmu mengunjungi mereka dalam rangka menasehati, mengingatkan, dan memperingatkan bahaya bid’ah, maka ini merupakan perkara yang disyukuri dan mendapatkan pahala. Jadi jika engkau mengunjungi orang-orang yang pada mereka terdapat sebagian bid’ah dalam rangka mendakwahi mereka ke jalan Allah, menasehati, dan mengarahkan mereka ke jalan yang benar, maka engkau mendapatkan pahala dan sepantasnya engkau tidak meninggalkan hal itu jika padanya terdapat faedah. Adapun jika mereka terus-menerus dalam penyimpangannya dan tidak mau menerima nasehat, maka tinggalkanlah mereka.

Sumber: www.binbaz.org.sa/noor/9298

© 1439 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.