TIDAK BERMANFAAT BANYAKNYA PUJIAN DAN REKOMENDASI, JIKA MENYELISIHI AS SUNNAH DAN AL-HAQ

TIDAKLAH BERMANFAAT BANYAKNYA PUJIAN DAN REKOMENDASI JIKA MENYELISIHI AS SUNNAH

Fadhilatusy Syaikh ‘Abdullah al-Bukhari hafizhahullah ditanya:

Apakah setiap orang yang menghadiri sebagian pelajaran pada masyayikh salafi akan menjadi tazkiyah baginya?

Beliau menjawab: Pertanyaan ini tidak sepantasnya ditanyakan. Sesungguhnya yang akan mentazkiyah dirinya hanyalah amalannya, istiqamahnya di atas sunnah, konsekuennya menetapi sunnah, pembelaannya terhadap sunnah, berpegang teguhnya terhadap sunnah, dakwahnya terhadap sunnah, dan perealisasiannya terhadap sunnah baik ucapan maupun perbuatan, amalan maupun keyakinan. Ini yang akan bermanfaat baginya.

Duduknya ia untuk menaati ‘ulama sunnah yang murni, tidak keluar, tidak menyulitkan jalan mereka, dan tidak menentang mereka, tidak, tidak, dan tidak yang lainnya, maka ini yang akan mentazkiyahnya.

Masuk dalam hal ini apabila sebagian ‘ulama memberi tazkiyah karena apa yang ia ketahui dari keadaannya, namun terkadang kenyataannya tidaklah demikian.

Seandainya engkau mendatangkan tazkiyah-tazkiyah dari Bumi hingga langit yang ketujuh dari berbagai rekomendasi dan tulisan-tulisan, namun amalanmu menyelisihi kebenaran dan menyelisihi sunnah, maka tidak akan memberimu manfaat berbagai tulisan-tulisan (rekomendasi) ini, kertas-kertas ini, tidak juga pujian-pujian yang telah dilekatkan kepadamu sehingga dengan itu terkumpul tulisan-tulisan (rekomendasi) tersebut.

Hanyalah seseorang itu akan ditazkiyah oleh amalannya. Ini bukan berarti menolak kedudukan tazkiyah dan pujian para ‘ulama, sama sekali tidak. Namun hanyalah menyeru insan manusia apabila salah seorang ‘ulama sunnah yang murni telah merekomendasi atau memujinya, maka ia wajib berada di atas kadar tazkiyah ini, ia benar-benar pantas menerima tazkiyah ini, telah mengamalkan kandungannya, dan jujur tentangnya. Apabila tazkiyah ini datang, maka sungguh itu sebuah nikmat dan kemuliaan. Namun bila tazkiyah itu tidak datang, maka janganlah bersedih karena luput darinya.

Barakallahu fik. Inilah yang wajib untuk ditanyakan. Maka separuh pemahaman itu ada di dalam pertanyaan tersebut. Barakallahu fiik.

Sumber: http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=154168

Alih bahasa: Syabab Forum Salafy

————————————–

سُئل فضيلة الشيخ عبد الله البخاري حفظه الله:

هل كل من حضر بعض الدروس عند بعض المشائخ السلفيين يكون مُزكىً؟

فأجـــاب:

هذه الأسئلة لاينبغي أن تُسئل، إنما يزكيه عمله، واستقامته على السنة، ولزومه لها، وانتصاره لها، واعتصامه بها، ودعوته إليها وتحقيقها قولاً وفعلاً، عملاً واعتقاداً، هذا الذي ينفعه.

لزومه لغرز علماء السنة المحضة، لا يخرج ولا يُشاقُّ سبيلهم ولا يناهضهم ولا ولا ولا… إلى غير ذلك، فهذا الذي يزكيه، فإذا انضم إلى هذا أن زكاه بعض أهل العلم مما يعرف من حاله، وقد لا يكون الأمر كذلك في حقيقته، لو أتيت بتزكياتٍ من الأرض حتى السماء السابعة، من تزكيات وكتابات وأعمالك على خلاف الحق وخلاف السنة ما نفعتك هذه الكتابات، ولا هذه الأوراق، ولا هذه التزلفات التي تزلفتها فاستجمعت بها الكتابات! إنما يزكي المرء عمله.

وهذا ليس دفعاً لمكانة تزكية العلماء أبداً وثناءهم، وإنما يدعو الإنسان إلى أنه إن زكاه أو أثنى عليه أحد من أهل العلم والسنة المحضة يجب أن يكون على قدر هذه التزكية، وأنه حقيقٌ بها، عاملٌ بدلالتها، صادقٌ فيها، إذا جاءت فأنعم بها وأكرم، ما جاءت لم يحزن عليها لفوتها.

بارك الله فيك- هذا الذي يجب أن تسئل عنه، فنصف الفقه كذلك معدود في السؤال بارك الله فيك.

© 1439 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.