Mengapa Kebaikan itu Berat Dilakukan Seorang Hamba, dan Kejelekan itu Ringan Dilakukan?

Al-Imam al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata: وقـد سـئل بعـض السّـلف عـن سـبب ثقـل الحسـنة وخـفّة السّـيّئة Sebagian salaf ditanya; Apa sebabnya mengapa kebaikan itu berat dan kejelekan itu ringan dilakukan? Dia menjawab: لأنّ الحسـنة حضـرت مـرارتها وغـابت حـلاوتها فـثقلت فـلا يحمـلنّك ثقـلها عـلى تركـها Karena kebaikan itu telah hadir pahitnya dan belum terlihat manisnya (nikmat surga), maka berat (dilakukan). Maka janganlah beratnya itu membawamu untuk meninggalkannya. والسّـيّئة حضـرت حـلاوتها وغـابت مـرارتها فلـذلك خفّـت فـلا يحمـلنّك خـفّتها علـى ارتكابـها Sementara ...

AGAR RUMAH KITA PENUH KEBAIKAN

AGAR RUMAH KITA PENUH KEBAIKAN Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: إِنَّ الْبَيْتَ: لَيَتَّسِعُ عَلَى أَهْلِهِ، وَتَحْضُرُهُ الْمَلَائِكَةُ، وَتَهْجُرُهُ الشَّيَاطِينُ، وَيَكْثُرُ خَيْرُهُ أَنْ يُقْرَأَ فِيهِ الْقُرْآنُ “Sesungguhnya rumah yang akan terasa lapang bagi penghuninya, akan didatangi para malaikat, akan dijauhi oleh para setan dan akan banyak kebaikannya adalah (rumah) yang dibacakan Al-Quran di dalamnya. وَإِنَّ الْبَيْت:َ لَيَضِيقُ عَلَى وَتَهْجُرُهُ الْمَلَائِكَةُ، وَتَحْضُرُهُ الشَّيَاطِينُ، وَيَقِلُّ خَيْرُهُ أَنْ لَا يُقْرَأَ فِيهِ الْقُرْآنُ “Dan sesungguhnya rumah yang akan terasa sempit penghuninya, akan dijauhi ...

SIAPA YANG MEMBENCI KEBAIKAN MAKA DIA AKAN TERJATUH PADA KEBURUKAN

SIAPA YANG MEMBENCI KEBAIKAN MAKA DIA AKAN TERJATUH PADA KEBURUKAN Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: مَنْ رَغِبَ عَنْ إِنْفَاقِ مَالِهِ فِي طَاعَةِ اللَّهِ ابْتُلِيَ بِإِنْفَاقِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ وَهُوَ رَاغِمٌ. وَكَذَلِكَ مَنْ رَغِبَ عَنِ التَّعَبِ لِلَّهِ ابْتُلِيَ بِالتَّعَبِ فِي خِدْمَةِ الْخَلْقِ وَلَا بُدَّ. وَكَذَلِكَ مَنْ رَغِبَ عَنِ الْهَدْيِ بِالْوَحْيِ، ابْتُلِيَ بِكُنَاسَةِ الْآرَاءِ وَزِبَالَةِ الْأَذْهَانِ، وَوَسَخِ الْأَفْكَارِ. فَلْيَتَأَمَّلْ مَنْ يُرِيدُ نُصْحَ نَفْسِهِ وَسَعَادَتَهَا وَفَلَاحَهَا هَذَا الْمَوْضِعَ فِي نَفْسِهِ وَفِي غَيْرِهِ. “Siapa yang tidak suka membelanjakan hartanya untuk ketaatan kepada Allah, maka ...

Kebaikan Yang Engkau Dapatkan Dari Musuhmu Lebih Banyak Dibadingkan Dari Teman

KEBAIKAN YANG ENGKAU DAPATKAN DARI MUSUHMU LEBIH BANYAK DIBANDINGKAN DARI TEMAN Fudhail bin Iyyadh rahimahullah berkata: “Kebaikan yang engkau dapatkan dari musuhmu lebih banyak dibandingkan dari temanmu.” Ada yang bertanya: “Bagaimana bisa seperti itu wahai Abu Ali?” Fudhail menjawab: “Sesungguhnya temanmu jika engkau disebut di hadapannya dia mendoakanmu,‘Semoga Allah memberinya keselamatan.’ Sedangkan musuhmu jika engkau disebut di hadapannya maka dia menggibahimu siang dan malam. Padahal musuhmu yang perlu dikasihani itu hakekatnya dia terus memberikan kebaikannya kepadamu. Maka engkau jangan ...

© 1440 / 2018 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.