SYUBHAT MUWAZANAH

Sebagian mereka berdalil dengan hadits: “dia jujur kepadamu padahal dia pendusta” untuk menerapkan manhaj muwazanah.

Asy Syaikh Muhammad bin Hadi Al-Madkholi hafizhahullah

Pertanyaan: Dan (orang) ini mengatakan: sebagian mereka berdalil dengan hadits “dia jujur kepadamu padahal dia pendusta” untuk menerapkan manhaj muwazanah.

Jawaban:

Aku katakan kepadamu -alhamdulillah- jawaban pertanyaan ini ada pada (pertanyaan)nya, “dia pendusta” orang yang berdalil dengannya “dia pendusta”, dimana letak muwazanah?

Apakah kita mengetahui bahwa iblis jujur? Kita tidak pernah tahu dari Alquran kecuali firman Allah -Jalla wa ‘Ala-:

(إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا ۚ إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ) [سورة فاطر 6]

“Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” [Qs. Faathir: 6]

Dan ayat dalam bab ini dan maknanya tentang iblis banyak, akan tetapi Nabi ﷺ memberitahukan satu kesempatan ini saja bahwa dia jujur, sedangkan pada asalnya adalah pendusta, maka ya Allah sangat mengherankan, bagaimana mengambil satu kali kesempatan Nabi ﷺ satu kali memberitahukan kepada kita bahwa dia jujur padanya, dan ditinggalkan manhajnya semuanya yaitu dusta, yang diberitakan rosululloh ﷺ dengannya akan tetapi ini sebagaimana dikatakan oleh Syaikhul Islam Muhammad bin Abdil Wahhab rohimahulloh:

الناس يتعلقون بواحدة ويتركون مئة كذبة، في الكهان.

“Manusia bergantung dengan yang satu dan meninggalkan seratus kedustaan, tentang para dukun”, benar atau tidak ? Satu kali, dia jujur namun seratus kali dia dusta, mereka melupakan seratus kedustaan demi mendapatkan satu kejujuran, setelah ini ada fitnah, inilah yang namanya fitnah!

Maka kita tidak mengambil dengan ini kecuali karena Nabi ﷺ telah memberitahukan kepada kita bahwa dia jujur, dan jika tidak maka pada asalnya dia adalah pendusta, kita tidak akan mengambil darinya dimana letak muwazanah?! Dimana?! Silahkan datangkan kemari berikan kepadaku satu yang lainnya (kejujuran) iblis, dan ketiga dan keempat serta kelima hingga engkau bisa mengatakan bermuwazanahlah, ini adalah ucapan pengekor hawa nafsu dan terkadang dinukilkan oleh penukil dan dia bukan dari kalangan ahli ahwa (pengikut hawa nafsu) akan tetapi karena sebab kebodohannya maka yang ini diberi udzur, karena sebagian manusia mereka bukan termasuk dari ahli ahwa, akan tetapi termasuk dari orang-orang bodoh mereka tidak mengetahui metode-metode berdalil, sehingga terkadang tertipu dengannya ini, maka kita katakan dia bukan pendusta bukan pula pengikut hawa nafsu, akan tetapi dia jahil sehingga harus diberitahu, adapun jika munculnya ini dari ahli ahwa maka kita tahu disaat itu bahwa mereka ingin membela kebatilan.

Sumber: http://ar.miraath.net/fatwah/10926

Alih bahasa: Muhammad Sholehuddin Abu ‘Abduh

————————————————————-

 

بعضهم يستدل بحديث (صدقك وهو كذوب) على منهج الموازنات

الشيخ: محمد بن هادي المدخلي
القسم: العقيدة والمنهج | شبهات والرد عليها |
تاريخ الفتوى: 18/02/2015

السؤال:

وهذا يقول: بعضهم يستدل بحديث «صَدَقَكَ وَهُوَ كَذُوبٌ» على منهج الموازنات.

الجواب:

أقول لك الحمدُ لله جوابُ هذا السؤالِ فيهِ، “هُوَ كَذُوبٌ” صاحب هذا الاستدلال «هُوَ كَذُوبٌ»، أين الموازنات؟

هل نحنُ نعرف أن إبليس صادق؟ نحنُ ما علمنا من القرآن إلا قول الله – جَلَّ وَعَلا-: ﴿إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُوا حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَاب السَّعِير﴾[فاطر 6]، والآياتُ في هذا الباب والمعنى عن إبليس كثيرةٌ، ولكن النَّبِيِّ -صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- أخبر هذه المرة أنهُ صدق، والأصل كذوب، فيالله العجب، كيف يُأخذُ بمرةٍ النَّبِيِّ -صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- بمرةٍ أخبرنا أنهُ صدق -صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- فيها، ويُترك منهجهُ كُله الذي هو كذب، الذي أخبرنا به رسول الله -صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- ولكن هذا كما قال شيخُ الإسلام محمد بن عبد الوهاب -رحمه الله تعالى-: (الناس يتعلقون بواحدةٍ ويتركون مئة كذبة، في الكُهان) صح ولا لا؟ مرة واحده، صدق و مئة مرة وهو يكذب، ينسون المئة كذبة لأجل صِدّقة واحده، في بعد هذا فتنة، هذه هي الفتنة!

فنحن لم نأخذ بهذا إلا لأن النَّبِيِّ -صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- أخبرنا بأنهُ صدق، وإلا الأصل هو كذوب، لا نأخذ منهُ أين هذه الموازنات؟!. أين؟!. هات أبغني واحدة أُخرى لإبليس، وثالثة ورابعة وخامسة حتى تقول وازَنَ، هذا كلام أصحاب الأهواء وربما نقلهُ النّاقل وليس من أهل الأهواء ولكن بسبب جهلهِ فهذا معذور، لأن بعض الناس ليسوا من أهلِ الأهواءَ، لكن من أهل الجهل ما يعرفون طرائق الإستدلال، فربما انطّلى عليه هذا، فنقول ليس بكاذبٍ ولا بصاحب هوى، لكنهُ يجّهلُ فيُعلم، وأما إذا صدر هذا عن أهل الأهواء فنحنُ نعلم حينئذٍ يرُيدون نصرة الباطل.

© 1438 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.