SHALAT TIDAK BISA GUGUR DALAM KEADAAN APAPUN

SHALAT TIDAK BISA GUGUR DALAM KEADAAN APAPUN

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan:

يوجد في المستشفى مريض له ستة أشهر ولم يصلِّ؛ حيث لا يستطيع، وكذلك الصيام، ما هو العمل لأداء الصلاة والصوم عنه؟ وجزاك الله خيراً.

Dirumah sakit ada seorang pasien selama enam bulan ia tidak shalat, yang mana dia tidak mampu, demikian juga puasa. Apa yang mesti dia perbuat untuk membayar shalat dan puasa darinya?

Jawaban:

أما الصلاة فلا أظن أحداً لا يستطيعها؛ لأن الصلاة يجب أن يصلي الإنسان قائماً، فإن لم يستطع فقاعداً، فإن لم يستطع فعلى جنب؛ يومئ برأسه، فإن لم يستطع أومأ بعينه، ولا يومئ بالإصبع كما يفعله العامة؛ فإن هذا لا أصل له، فإن عجز عن الإيماء بالعين صلى بقلبه، يعني: كبَّر وقرأ يعني: الفاتحة بعد الاستفتاح، ثم كبَّر ونوى أنه ركع

Adapun shalat, maka saya tidak mengira kalau ada seorang yang tidak mampu mengerjakannya. Karena shalat itu, seorang wajib mengerjakan shalat sambil berdiri, kalau tidak mampu maka sambil duduk, kalau tidak mampu maka sambil berbaring, berisyarat dengan kepalanya, kalau tidak mampu maka berisyarat dengan matanya, tidak berisyarat dengan jarinya seperti yang dilakukan orang awam karena hal itu tidak ada dasarnya, kalau tidak mampu berisyarat dengan mata, maka shalat dengan hatinya, yakni; Dia bertakbir, dan membaca al-Fatihah setelah doa istiftah, kemudian bertakbir dan berniat kalau dia sedang rukuk, dan membaca :

سبحان ربي العظيم

Kemudian membaca:

سمع الله لمن حمده

ونوى أنه رفع، فيصلي بالنية

Dan dia berniat kalau dia sedang bangkit dari rukuk. Maka dia shalat dengan niat.

فإن كان ليس له وعي، فإن الصلاة في هذه الحال تسقط عنه؛ لأنه غير مميِّز.

Jika dia sudah tidak memiliki kesadaran maka shalat ketika itu sudah gugur darinya, karena dia tidak lagi mumayyiz

أما الصوم فإنه إن استطاع أن يصوم صام، وإن لم يستطع فإنه يُنْظَر إن كان مرضُه يُرجى برؤه، انْتُظِر حتى يُشْفَى فيصوم، وإن كان لا يُرجى برؤه: فإنه يُطْعَم عنه عن كل يوم مسكين.

Adapun puasa, maka jika dia mampu berpuasa, maka hendaknya dia berpuasa. Kalau tidak mampu, maka dilihat, jika sakitnya ada harapan sembuh, maka ditunggu sampai dia sembuh lalu mengganti puasanya.

Jika ia tidak ada harapan sembuh, maka dia memberi makan setiap hari yang ia tinggalkan satu orang miskin.

***

Jalsaat Ramadhaniyah juz 3 h. 17

Sumber: Channel Fatawa Ahlil Ilmi ats-Tsiqaat

© 1439 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.