PERINGATAN ALLAH TERBESAR

PERINGATAN ALLAH TERBESAR

Allah Ta’ala berfirman:

ﻭَﻣَﺎ ﺗَﻜُﻮﻥُ ﻓِﻲ ﺷَﺄْﻥٍ ﻭَﻣَﺎ ﺗَﺘْﻠُﻮ ﻣِﻨْﻪُ ﻣِﻦْ ﻗُﺮْﺁَﻥٍ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻌْﻤَﻠُﻮﻥَ ﻣِﻦْ ﻋَﻤَﻞٍ ﺇِﻟَّﺎ ﻛُﻨَّﺎ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺷُﻬُﻮﺩﺍً ﺇِﺫْ ﺗُﻔِﻴﻀُﻮﻥَ ﻓِﻴﻪِ ﻭَﻣَﺎ ﻳَﻌْﺰُﺏُ ﻋَﻦْ ﺭَﺑِّﻚَ ﻣِﻦْ ﻣِﺜْﻘَﺎﻝِ ﺫَﺭَّﺓٍ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﻭَﻟَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ ﻭَﻟَﺎ ﺃَﺻْﻐَﺮَ ﻣِﻦْ ﺫَﻟِﻚَ ﻭَﻟَﺎ ﺃَﻛْﺒَﺮَ ﺇِﻟَّﺎ ﻓِﻲ ﻛِﺘَﺎﺏٍ ﻣُﺒِﻴﻦٍ.

“Dan tidaklah engkau dalam sebuah urusan, tidaklah engkau membaca sebuah ayat al-Qur’an, dan tidaklah kalian melakukan sebuah pekerjaan, kecuali Kami menjadi saksi atas kalian ketika kalian melakukannya. Tidak ada yang tersembunyi dari Rabbmu sesuatupun yang di bumi maupun yang di langit walaupun seberat biji sawi, tidak ada sesuatu yang lebih kecil darinya dan tidak pula yang lebih besar, kecuali semuanya tercatat pada kitab yang nyata.” (QS. Yunus: 61)

Asy-Syaikh Muhammad Asy-Syinqithy rahimahullah berkata:

“Ketahuilah bahwa Allah Tabaraka wa Ta’ala tidaklah menurunkan dari langit ke bumi sebuah nasehat yang lebih besar dan ancaman yang lebih keras dibandingkan apa yang terkandung dalam ayat yang mulia ini dan yang semisalnya dalam al-Qur’an. Yaitu yang menjelaskan bahwa Dia Ta’ala Maha Mengetahui segala sesuatu yang dilakukan oleh hamba-hamba-Nya, selalu mengawasi mereka, dan tidak ada yang tersembunyi dari-Nya semua hal yang mereka lakukan.

Para ulama telah membuat permisalan bagi nasehat dan ancaman terbesar ini agar menjadi sesuatu yang bisa dirasakan, yaitu:
Anggaplah ada seorang raja yang suka membunuh, suka menumpahkan darah, keras tindakan dan hukumannya terhadap siapa saja yang melanggar kehormatannya secara zhalim, algojonya selalu siap siaga di sampingnya, tikar eksekusi telah dibentangkan untuk membunuh, darah masih terus menetes dari pedang, dan di sekitar raja yang sifatnya seperti ini terdapat para budak perempuannya, para istrinya, dan anak-anak perempuannya, maka apakah engkau melihat salah seorang yang hadir ada yang akan berani berniat untuk melakukan hal yang mencurigakan atau yang haram terhadap anak-anak perempuan dan para istri dari raja tersebut?! Tidak, sekali-kali tidak. Bahkan semua yang hadir dalam keadaan ketakutan, pandangan mereka tertunduk, dan anggota badan mereka tidak bergerak karena takut terhadap hukuman raja tersebut.

Dan tidak diragukan lagi –dan hanya bagi Allah saja permisalan yang paling tinggi– bahwasanya Rabb langit dan bumi Jalla wa ‘Ala jauh lebih berilmu, lebih mengawasi, lebih keras tindakan-Nya, dan lebih besar hukuman-Nya dibandingkan raja tersebut. Dan daerah Allah yang terlarang di bumi-Nya adalah perkara-perkara yang Dia haramkan, maka jika seorang hamba yang lemah memperhatikan bahwa dia tidak bisa bersembunyi dari Rabbnya Jalla wa ‘Ala, Dia selalu mengawasi apa yang dia ucapkan, dia lakukan, dan apa yang dia niatkan, niscaya hatinya akan lembut, takut kepada Allah Ta’ala, dan akan memperbagus amalnya untuk Allah Jalla wa ‘Ala.”

? Sumber: Adhwaul Bayan, jilid 3 hal. 13-14

© 1438 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.