ORANG YANG TIDAK MAU MENERIMA NASEHAT BOLEH UNTUK DITAHDZIR!!

ORANG YANG TIDAK MAU MENERIMA NASEHAT BOLEH UNTUK DITAHDZIR!!

Asy-Syaikh Muhammad bin Hady al-Madkhaly hafizhahullah

📮 Pertanyaan: Apa sikap seorang salafy terhadap masalah-masalah yang terjadi diantara Masayikh Salafiyyun secara khusus, karena diantara Salafiyyun ada yang saling mencela karena adanya perselisihan yang terjadi diantara Masyayikh, dan apa kewajiban kami terhadapnya?

🔓 Jawaban: Yang wajib terhadapnya adalah dengan memperhatikan perselisihan dengan sikap yang ikhlas semata-mata mencari ridha Allah Tabaraka wa Ta’ala, dan mengikuti bimbingan Rasul-Nya shallallahu alaihi wa sallam. Jadi kita memperhatikan dengan cermat dalil-dalil dari kedua belah pihak. Seorang penuntut ilmu yang kokoh keilmuannya jika dia melihat dalil-dalil tersebut dengan pandangan adil dan sportif, maka besar kemungkinan dia akan diberi taufik kepada kebaikan, sebagaimana yang dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah.

Jadi engkau bisa memperhatikan sama saja apakah diantara Masyayikh atau diantara para penuntut ilmu atau diantara kaum muslimin secara umum jika mereka berselisih, perhatikanlah dalil pihak ini dan pihak itu.

Maka siapa saja yang kebenaran bersamanya, engkau wajib untuk menolongnya, dan siapa yang salah engkau juga wajib untuk menolongnya, cara menolongnya adalah dengan menasehatinya.

Jika dia tidak menerima nasehat maka peringatkanlah orang lain dari kesalahannya.

Demikian juga siapa saja yang fanatik membelanya maka dia disikapi sama dengan cara semacam ini, yaitu dengan dijelaskan dalil dan bukti kepadanya bahwa yang benar seperti ini. Kalau dia enggan menerima kebenaran maka dia disikapi sama dengan orang yang diikutinya tersebut. Wallahu a’lam.

***

🌍 Sumber : https://t.me/akabirikom

© 1439 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.