Nasehat Untuk Pelajar Muslimah

Nasehat Bagi Pelajar MuslimahNASEHAT UNTUK PELAJAR MUSLIMAH

Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.

Tidak diragukan lagi bahwasanya wanita memiliki kedudukan yang agung dalam Islam dan dia juga memiliki tanggung jawab yang besar. Dahulu Nabi shallallahu alaihi was sallam memberi nasehat khusus kepada para wanita setelah selesai memberi nasehat kepada para pria. Dan para wanita dahulu meminta kepada beliau agar membuka majelis khusus untuk mereka agar mereka bisa menyampaikan masalah-masalah yang mereka hadapi, lalu beliau pun membuka pertemuan khusus untuk mereka.

Wahai para pelajar wanita yang mulia, hendaknya kalian juga mempersiapkan diri untuk memikul tanggung jawab. Maka wajib atas kalian untuk mempelajari perkara-perkara agama dan hukum-hukum yang khusus bagi para wanita dengan kadar yang mencukupi. Di dalam Al-Qur’an Al-Karim terdapat ayat-ayat dan surat-surat yang khusus untuk para wanita. Demikian juga yang semisalnya terdapat dalam Sunnah Nabi shallallahu alaihi was sallam. Diantaranya sabda beliau:

وَاسْتَوْصُوْا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا.

“Dan hendaklah kalian berwasiat yang baik kepada para wanita!” (HR. Al-Bukhary no. 5186 dan Muslim no. 1468 –pent)

Beliau juga telah memperingatkan fitnah para wanita jika mereka tidak diperhatikan dengan baik:

مَا تَرَكْتُ بَعْدِيْ فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ.

“Tidaklah aku meninggalkan sepeninggalku fitnah terhadap pria yang lebih membahayakan dari fitnah yang ditimbulkan oleh wanita.”  (HR. Al-Bukhary no. 5096 dan Muslim no. 2740 –pent)

Termasuk yang menunjukkan bahwa wanita sangat besar urgensinya adalah karena wanita merupakan ibu dari masyarakat dan yang mengurusi rumah tangga. Allah Ta’ala berfirman:

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللهُ.

“Para pria adalah pemimpin bagi para wanita karena Allah telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain, dan karena para pria memberi nafkah dari harta mereka. Maka para wanita yang shalihah adalah yang taat kepada suami dan menjaga kehormatannya dan harta suaminya ketika suami tidak ada, karena Allah menjaga mereka.” (QS. An-Nisaa’: 34)

Allah Ta’ala juga berfirman:

إِنَّ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِيْنَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِيْنَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِيْنَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِيْنَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِيْنَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِيْنَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِيْنَ فُرُوْجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِيْنَ اللهَ كَثِيْراً وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْراً عَظِيْمًا.

“Sesungguhnya para pria dan para wanita yang muslim, para pria dan para wanita yang mukmin, para pria dan para wanita yang selalu taat, para pria dan para wanita yang jujur, para pria dan para wanita yang sabar, para pria dan para wanita yang khusyuk, pria dan para wanita yang banyak bersedekah, pria dan para wanita yang banyak berpuasa, para pria dan para wanita yang selalu memelihara kehormatannya, para pria dan para wanita yang banyak berdzikir kepada Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al-Ahzab: 35)

Juga firman-Nya:

وَالْمُؤْمِنُوْنَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنْ الْمُنكَرِ.

“Para pria dan para wanita yang beriman sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain, mereka selalu memerintahkan yang ma’ruf dan melarang dari yang mungkar.” (QS. At-Taubah: 71)

Juga firman-Nya:

الْمُنَافِقُوْنَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ يَأْمُرُوْنَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنْ الْمَعْرُوْفِ.

“Para pria dan para wanita yang munafik sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain, mereka selalu memerintahkan yang mungkar dan melarang dari yang ma’ruf.” (QS. At-Taubah: 67)

Jadi Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan bahwa di kalangan wanita ada yang muslimah dan mu’minah, dan ada juga yang munafik dan musyrik. Maka hendaknya kalian wahai para pelajar mempelajari ayat-ayat ini dan mengamalkan kandungannya serta mengamalkan ayat-ayat yang mengandung adab-adab wanita. Misalnya firman Allah Ta’ala:

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ.

“Dan katakanlah kepada para wanita yang beriman agar mereka menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan mereka.” (QS. An-Nuur: 31)

Dan juga firman-Nya:

قُلْ لأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ.

“Dan katakanlah kepada para istrimu, anak-anak perempuanmu, dan wanita kaum mu’minin agar mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuhnya, yang demikian untuk menjadikan mereka lebih mudah dikenal dan tidak diganggu oleh orang-orang jahat.” (QS. Al-Ahzab: 59)

Wahai para pelajar wanita yang mulia, waspadailah seruan-seruan yang menyesatkan yang menuduh bahwa Islam telah menzhalimi wanita. Sungguh mereka telah berdusta, karena Islam memuliakan wanita, melindunginya, dan menjamin hak-haknya. Yang sesungguhnya menzhalimi wanita adalah pihak yang menginginkan agar wanita meninggalkan adab-adab syari’at yang padanya terdapat penjagaan bagi kehormatannya dan merupakan kelembutan baginya, juga pihak yang ingin agar wanita muslimah berubah menyerupai wanita kafir Barat yang telah sampai pada puncak kehinaan dan kebobrokan moral dengan cara mengorbankan kehormatannya dengan harga yang rendah bersama orang-orang yang rendahan pula ketika masih muda. Kemudian setelah tua dia dicampakkan di panti-panti jompo atau hidup bersama gerombolan anjing (orang-orang bejat –pent) yang dia merasa senang dengan mereka karena tidak memiliki anak dan keluarga.

Coba bandingkan dengan seorang wanita muslimah yang tinggal di rumah dalam keadaan terlindungi dan mengurusi rumah tangga suaminya dan mengelola hartanya serta mendidik generasi penerus umat ini, dan dia memiliki kedudukan yang mulia di tengah-tengah masyarakatnya.

Sesungguhnya negara Barat kafir dan para pengekor mereka dari kalangan orang-orang yang tertipu dan suka hal-hal yang berbau Barat dari anak-anak kaum Muslimin, ketika mereka memahami dengan benar kedudukan wanita dalam masyarakat Islam dan tugasnya di dalam rumahnya yang tidak kalah pentingnya dengan tugas pria di luar rumah, dan bagaimana saling mendukungnya tugas wanita yang sesuai dengannya dengan tugas pria dalam memperbaiki keadaan masyarakat, ketika mereka mengetahui ini semua maka mereka pun menyusun berbagai program jahat untuk menelantarkan aturan rumah tangga yang baik ini. Maka mereka pun berusaha mengeluarkan wanita dari rumahnya untuk menangani pekerjaan pria sehingga pekerjaan rumah tangganya pun terbengkalai, padahal tidak ada yang bisa melakukannya dengan baik selain wanita, dan masyarakat tidak akan menjadi bangunan yang baik kecuali dengannya, dan akibatnya pria bisa menjadi pengangguran atau justru menangani pekerjaan wanita ketika dia meninggalkan rumahnya, padahal dia tidak bisa melakukan pekerjaan semacam itu dan memang tidak pantas baginya.

Jadi mereka menyibukkan para wanita dan membebani mereka dengan tugas-tugas yang sebenarnya mereka tidak mampu melakukannya, dan mereka menyebabkan para pria menjadi pengangguran sehingga masyarakat menjadi lumpuh yang akhirnya mendatangkan para tenaga wanita asing dan juga para prianya yang mereka ini membawa berbagai pemikiran rusak dan adat-adat yang menyimpang. Di samping itu belum tentu mereka selamat dari kerusakan akhlak dan akidah, perbuatan sihir, perdukuanan, menyembah berhala, dan mencuri, yang semua ini akan memunculkan berbagai masalah yang akan menyibukkan masyarakat untuk mengatasinya dan memperburuk keadaan negeri.

Orang-orang yang tertipu dari para pengekor Barat berusaha menyibukkan wanita muslimah untuk menuntut agar diberi izin menyetir mobil dan kendaraan lainnya, senang bepergian dan sibuk dengan perdagangan dan menjalankan bisnisnya di dalam maupun di luar negeri, campur baur dengan pria di tempat kerja, berduaan dengan pria yang bukan mahram yang bisa menyeret kepada perbuatan yang rendah, duduknya wanita di samping pria di sekolah atau di bangku kuliah dan di berbagai acara, ikut menyelenggarakan seminar dan pertemuan yang diikuti oleh pria dan wanita, tampil di berbagai media dalam keadaan berdandan, tidak menutup wajab, menampakkan dada, lengan, dan betis, berhias dengan berbagai perhiasan yang menyolok, senang menyebarkan kebobrokan moral dan menyembelih rasa malu. Akibatnya generasi muda kaum Muslimin tumbuh dalam keadaan dikalahkan oleh keinginan untuk lepas dari aturan-aturan syari’at dan cenderung mengikuti budaya masayarakat Barat, dan inilah sesungguhnya yang diinginkan oleh musuh-musuh untuk kita melalui anak-anak kaum Muslimin sendiri yang memposisikan diri mereka sebagai calo atau marketing mereka.

Maka wahai saudaraku muslimah, hendaknya engkau mewaspadai apa yang diinginkan darimu dan tujuan jahat yang diarahkan kepadamu, dan jangan sampai engkau tertipu dengan jebakan atau tipuan dan seruan-seruan serta lolongan anjing bayaran itu.

Hendaknya engkau berpegang teguh dengan agamamu dan terus menjaga akhlak Islam, dan mohonlah kepada Allah serta bersabarlah, karena sesungguhnya Allah senantiasa bersama orang-orang yang sabar.

وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ.

Sumber artikel:
http://www.albaidha.net/vb/showthread.php?t=54117

Alih Bahasa: Abu Almass

Rabu, 28 Dzulhijjah 1435 H

© 1439 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.