NASEHAT BAGI PENUNTUT ILMU

NASEHAT BAGI PENUNTUT ILMU

Asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan Alus Syaikh rahimahullah berkata:

ﻭﻗﺪ ﺑﻠﻐﻨﻲ ﺃﻧﻜﻢ ﺍﺧﺘﻠﻔﺘﻢ ﻓﻲ ﻣﺴﺎﺋﻞ ﺃﺩﻯ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻨّﺰﺍﻉ ﻭﺍﻟﺠﺪﺍﻝ، ﻭﻟﻴﺲ ﻫﺬﺍ ﺷﺄﻥ ﻃﻼﺏ ﺍﻵﺧﺮﺓ، ﻓﺎﺗﻘﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪ، ﻭﺗﺄﺩﺑﻮﺍ ﺑﺂﺩﺍﺏ ﺍﻟﻌﻠﻢ، ﻭﺍﻃﻠﺒﻮﺍ ﺍﻟﺜﻮﺍﺏ ﻣﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻲ ﺗﻌﻠﻤﻪ ﻭﺗﻌﻠﻴﻤﻪ، ﻭﺃﺗﺒﻌﻮﺍ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺍﻟﻌﻤﻞ، ﻓﺈﻧﻪ ﺛﻤﺮﺗﻪ ﻓﻲ ﺣﺼﻮﻟﻪ، ﻛﻤﺎ ﻓﻲ ﺍﻷﺛﺮ: “ﻣﻦ ﻋﻤﻞ ﺑﻤﺎ ﻋﻠﻢ ﺃﻭﺭﺛﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻢ ﻣﺎ ﻟﻢ ﻳﻌﻠﻢ.”
ﻭﻛﻮﻧﻮﺍ ﻣﺘﻌﺎﻭﻧﻴﻦ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺒﺮ ﻭﺍﻟﺘﻘﻮﻯ.
ﻭﻣﻦ ﻋﻼﻣﺔ ﺇﺧﻼﺹ ﻃﺎﻟﺐ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﺻﻤﻮﺗﺎ ﻋﻤﺎ ﻻ ﻳﻌﻨﻴﻪ، ﻣﺘﺬﻟﻼ ﻟﺮﺑﻪ، ﻣﺘﻮﺍﺿﻌﺎ ﻟﻌﺒﺎﺩﻩ، ﻣﺘﻮﺭﻋﺎ ﻣﺘﺄﺩﺑﺎ، ﻻ ﻳﺒﺎﻟﻲ ﻇﻬﺮ ﺍﻟﺤﻖ ﻋﻠﻰ ﻟﺴﺎﻧﻪ ﺃﻭ ﻟﺴﺎﻥ ﻏﻴﺮﻩ، ﻭﻻ ﻳﻨﺘﺼﺮ ﻟﻨﻔﺴﻪ ﻭﻻ ﻳﻔﺘﺨﺮ، ﻭﻻ ﻳﺤﻘﺪ ﻭﻻ ﻳﺤﺴﺪ، ﻭﻻ ﻳﻤﻴﻞ ﺑﻪ ﺍﻟﻬﻮﻯ، ﻭﻻ ﻳﺮﻛﻦ ﺇﻟﻰ ﺯﻳﻨﺔ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ.

“Telah sampai kepada saya bahwa kalian berselisih pada masalah-masalah yang menyeret kepada pertengkaran dan perdebatan. Ini bukan sifat para pencari akhirat. Maka hendaklah kalian beradab dengan adab-adab para penuntut ilmu, carilah pahala dari Allah ketika kalian menuntut ilmu dan ketika mengajarkannya, iringilah ilmu dengan mengamalkannya karena itu merupakan buahnya dan juga merupakan sebab yang membantu untuk mendapatkan tambahannya, sebagaimana disebutkan dalam sebuah atsar, “Barangsiapa mengamalkan apa yang telah dia ketahui, maka Allah akan mewariskan baginya ilmu yang belum dia ketahui.”

Juga hendaknya kalian saling menolong dalam kebaikan dan ketakwaan. Dan diantara tanda-tanda keikhlasan seorang penuntut ilmu adalah banyak diam dari hal-hal yang tidak bermanfaat baginya, merendahkan diri kepada Rabbnya, tawadhu’ kepada hamba-hamba-Nya, bersikap wara’ dan beradab, tidak peduli kebenaran nampak melalui ucapannya atau melalui ucapan orang lain, tidak suka membela kepentingan pribadinya, tidak suka membanggakan diri, tidak memiliki sifat dengki dan hasad, tidak mengikuti hawa nafsu, dan tidak cenderung kepada perhiasan dunia.”

***

📚 Ad-Durarus Saniyyah, juz 4 halaman 349.

© 1438 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.