MENYINGKAP KEDOK PROPAGANDA AL-IKHWANUL MUSLIMUN BERLABEL “THE ARAB SPRING”

MENYINGKAP KEDOK PROPAGANDA AL-IKHWANUL MUSLIMUN BERLABEL “THE ARAB SPRING”

Asy-Syaikh Muhammad bin Hady al-Madkhaly hafizhahullah

Al-Ikhwanul Muslimun menuduh para Ulama Dakwah Salafiyyah dengan hal-hal yang para Ulama itu berlepas diri darinya. Mereka menuduh para Ulama sebagai antek pemerintah, padahal mereka sendirilah yang menjadi antek pemerintah. Mereka menuduh para Ulama dekat dengan pemerintah, padahal mereka sendirilah yang dekat dengan pemerintah, dan merekalah yang suka menipu pemerintah. Keadaan mereka ini seperti yang dikatakan oleh asy-Syaikh Hamid al-Faqy rahimahullah, “Para pengkhianat kaum Muslimin.”

Jadi mereka menuduh para ulama dengan tuduhan semacam ini. Padahal Ulama Islam dan Ulama Dakwah Salafiyyah tidak berbicara kecuali berdasarkan Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya shallallahu alaihi was sallam.

Pemerintah itu bisa jadi seorang yang adil dan shalih, atau seorang muslim namun memiliki berbagai kesalahan, kezhaliman, dan ketidakadilan. Yang pertama perkaranya jelas. Sedangkan yang kedua tidak boleh memberontaknya dengan dalih kezhaliman dan ketidakadilannya. Wajib menunaikan haknya (ditaati dalam perkara yang ma’ruf -pent) yang diperintahkan oleh Allah kepada kita. Dan jika dia menahan hak kita maka kita memohon hak kita kepada Allah Jalla wa Ala. Jenis yang ketiga adalah pemerintah yang kafir yang sangat nampak jelas kekafirannya. Yaitu kekafiran yang tidak ada penakwilan dan syubhat padanya. Dipastikan bahwa dia benar-benar kafir secara nyata. Yang semacam ini Nabi shallallahu alaihi was sallam memberikan keringanan untuk memeranginya. Namun kapan hal itu boleh dilakukan? Yaitu ketika ada kemampuan untuk memeranginya.

Wahai segenap ikhwah dan anak-anakku, mungkin sebagian hadits tidak disukai oleh sebagian orang, namun insya Allah saya tidak menyangka kepada kalian kecuali kebaikan. Kalian bisa melihat di semua tempat yang mereka capai -yang mereka katakan sebagai ar-Rabi’ul Araby (The Arab Spring)- yang hakekatnya adalah ar-Rabi’ul Ikhwany (The Ikhwani Spring) jika benar adanya, mereka bergandeng tangan dengan Yahudi, Nashara, Sekuleris, Sosialis, dan Liberalis.

Saya ingatkan sesuatu kepada kalian; mereka suka meneriakkan:

ﻭَﻣَﻦ ﻟَّﻢْ ﻳَﺤْﻜُﻢ ﺑِﻤَﺎ ﺃَﻧﺰَﻝَ ﺍﻟﻠَّـﻪ…

“Barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum Allah…”

Ini adalah firman Allah…

…ﻓَﺄُﻭﻟَـٰﺌِﻚَ ﻫُﻢُ ﺍﻟْﻜَﺎﻓِﺮُﻭﻥ.

“…maka mereka adalah orang-orang kafir.”

…ﺍﻟْﻔَﺎﺳِﻘُﻮﻥَ.

“…maka mereka adalah orang-orang fasiq.”

… ﺍﻟﻈَّﺎﻟِﻤُﻮﻥَ.

“…maka mereka adalah orang-orang zhalim.”

Tiga ayat, namun mereka menolak penafsiran Ibnu Abbas radhiyallahu anhu terhadap ayat ini. Padahal tafsir beliau bagi kita benar-benar kita junjung tinggi. Mereka menolak selain memvonis kafir terhadap pemerintah!!

Apa alasan mereka?!
Karena pemerintah tidak menerapkan syari’at Allah.
Maa sya’a Allah, padahal para pentolan mereka tinggal di Eropa sebelum mereka datang ke negeri-negeri kaum Muslimin. Pertama kali salah seorang dari mereka mengatakan dengan tegas, “Islam itu bukan memotong, cambuk, rajam.” Maksudnya memotong tangan (pencuri), mencambuk punggung jika berzina (bagi yang belum menikah -pent) atau karena minum khamer atau karena menuduh orang lain (berbuat zina atau liwath tanpa mendatangkan 4 saksi yang adil -pent), dan rajam bagi pezina yang telah menikah. Jadi syari’at tidak diterapkan! Maa sya’a Allah, syari’at ini yang kemarin kalian mengkafirkan pemerintah karena kalian tuduh mereka tidak berhukum dengan apa yang Allah turunkan, lha sekarang kalian setelah sampai di jalan berjalan dan bersafar dari negara-negara Eropa, kalian kembali ke negeri-negeri kalian lalu mengatakan, “Islam itu bukan memotong, cambuk, rajam.”

Yang lain mengatakan, “Aku akan lebih mengutamakan demokrasi dibandingkan penerapan syari’at.” Maa sya’a Allah, engkau kemarin di tempat demonstrasi berkhutbah dengan revolusi semacam ini dan mengajak melakukan tindakan-tindakan revolusi melawan pemerintah, kemarin kalian mengatakan, “Pemerintah itu adalah jongos-jongos Yahudi dan Nashara!” Namun sekarang pertama kali ketika datang kalian mengatakan, “Kami akan menjaga kesepakatan-kesepakatan dengan Yahudi!”

Apa bedanya kalian dengan orang-orang terdahulu (para penguasa sebelum mereka -pent)?! Jika mereka dahulu -menurut kalian sendiri dan berdasarkan vonis kalian sendiri- menjadi kafir disebabkan perkara-perkara ini, maka kalian juga dihukumi dengan ucapan kalian sendiri.

Di negeri-negeri Syam juru bicara mereka mengatakan -dan surat kabar penuh dengan beritanya dan suaranya terekam- bahwasanya menurut mereka yaitu al-Ikhwanul Muslimun -redaksinya persis- tidak ada larangan seorang Nasrani atau wanita untuk menjadi pemimpin mereka! Beritanya ada di berbagai surat kabar dan media lainnya dengan berbagai macamnya, baik yang audio ataupun cetak.

Jadi, mana rintihan yang kalian teriakkan di hadapan kaum Muslimin?! Inilah buahnya, inilah ucapan mereka.

Wahai segenap ikhwah, mereka ini adalah kaum yang tidak ridha kecuali dengan Islam menurut versi mereka. Mereka Islam, dan pemerintah yang muslim adalah mereka. Adapun seandainya yang memerintah adalah Abu Bakr dan Umar, namun dia bukan anggota al-Ikhwanul Muslimun, maka tidak ada harganya sama sekali. Dan mereka telah menyatakan hal ini dengan tegas dan jelas dalam kitab-kitab mereka.

Mereka juga mengatakan bahwa mereka tidak akan menerima bimbingan dan nasehat jika berasal dari luar kelompok mereka, walaupun dari orang yang paling berilmu, paling baik ibadahnya, paling faqih, dan paling wara’, yaitu ada empat sifat. Demi Allah, orang yang paling berilmu, paling baik ibadahnya, paling faqih, dan paling wara’, apa yang akan dia perintahkan?!

Demi Allah, saya bertanya kepada kalian wahai segenap ikhwah; jika seseorang itu adalah orang yang paling berilmu, paling baik ibadahnya, paling faqih, dan paling wara’, apa yang akan dia perintahkan kepada manusia?! Dia tidak akan memerintahkan kecuali berdasarkan petunjuk dan agama Allah Tabaraka wa Ta’ala. Tetapi walaupun demikian mereka mengatakan bahwa mereka tidak akan menerimanya selama orangnya bukan dari kelompok mereka.

Prinsip mereka yang menjadi asas kelompok mereka menyebutkan bahwa perkara ini tidak akan diterima dari seorangpun selama dia tidak memahami Islam menurut pemahaman mereka dalam koridor Ushulul Isyrin (20 Asas). Seperti itu redaksinya. Ini berkaitan dengan akidah. Dalam koridor Ushulul Isyrin, bukan dalam bingkai al-Qur’an dan as-Sunnah yang dengan keduanya kita beribadah kepada Allah, dan Rasulullah shallallahu alaihi was salam mengatakan tentang keduanya:

ﺗﺮﻛﺖ ﻓﻴﻜﻢ ﻣﺎ ﺇﻥ ﺗﻤﺴﻜﺘﻢ ﺑﻪ ﻟﻦ ﺗﻀﻠﻮﺍ ﺑﻌﺪﻱ؛ ﻛﺘﺎﺏ ﺍﻟﻠﻪ ﻭ ﺳﻨّﺘﻲ.

“Aku tinggalkan di tengah-tengah kalian sesuatu yang jika kalian selalu berpegang teguh dengannya maka kalian tidak akan sesat sepeninggalku; Kitab Allah dan sunnahku.”

Orang yang sekarang ini berdiri di medan demonstrasi -wahai segenap saudara-saudara dan anak-anakku- berusaha membakar dada orang-orang awam untuk melawan siapa?! Untuk menentang pemerintah mereka hingga mengobarkan fitnah di antara mereka. Lalu mereka (para tokoh demonstran) yang akan tampil dan memetik buahnya. Dan mereka inilah yang akan lebih parah kejahatannya terhadap umat Islam dibandingkan pemerintah yang dahulu mereka kritik dan mereka tuduh sebagai orang-orang yang zhalim itu.

Ditranskrip oleh: Khamis bin Ibrahim al-Maliky

Sumber artikel:
http://www.sahab.net/forums/?showtopic=131289

© 1438 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.