MENINGGALKAN SHALAT SUNNAH KARENA ADA BEBAN PIKIRAN DAN WAS-WAS

MENINGGALKAN SHALAT SUNNAH KARENA ADA BEBAN PIKIRAN DAN WAS-WAS

Asy Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan: Terkadang ketika shalat terbersit beban pikiran yang membuat kita meninggalkan shalat rawatib setelah shalat wajib. Dan itu adalah beban pikiran yang sederhana dan mudah hilang.

Jawaban:

Apabila engkau khawatir jika mengerjakan shalat sunnah akan menyibukkan hatimu, maka ketahuilah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi was salam telah bersabda:

«لا صلاة بحضرة طعام، ولا وهو يدافعه الأخبثان»

Tidak ada shalat ketika makanan telah tersaji, dan tidak ada shalat sementara dia tengah menahan dua khabats (kencing atau buang air besar)

maka pergilah dan selesaikan kesibukanmu kemudian tunaikanlah shalat di rumah. Engkau memiliki waktu antara shalat zhuhur sampai adzan ‘ashr. Yaitu shalat rawatib zhuhur waktunya sampai adzan shalat ‘ashr.

Sumber: Silsilatu Liqa’atil Babil Maftuh > Liqa’ul Babil Maftuh (126)

Alih Bahasa : Syabab Forum Salafy

————-
ترك النوافل بسبب الخواطر والوساوس

السوال: في بعض الأحيان في الصلاة تأتينا خاطرة نترك الصلاة الراتبة بعد الصلاة، وهي خاطرة بسيطة وتذهب بسرعة.

الجواب: إذا كنت تخشى أنك إذا صليت النافلة يشتغل قلبك، فاعلم أن الرسول صلى الله عليه وسلم قال: «لا صلاة بحضرة طعام، ولا وهو يدافعه الأخبثان» اذهب واقضِِ شغلك ثم صلِّ في البيت، ولك ما بين صلاة الظهر إلى أذان العصر; يعني: راتبة الظهر وقتها إلى أذان العصر.

المصدر: سلسلة لقاءات الباب المفتوح > لقاء الباب المفتوح [126]

Download
Judul: MENINGGALKAN SHALAT SUNNAH KARENA ADA BEBAN PIKIRAN DAN WAS-WAS Pembicara: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin rahimahullah Tanggal: 14 Jumada I 1437
© 1438 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.