Mengobati Hati Yang Keras

Mengobati Hati Yang Keras1MENGOBATI HATI YANG KERAS

Asy Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin -Rahimahullohu-

Pertanyaan: Saya mengadu kepada Alloh dan kemudian kepada Anda tentang kerasnya hati saya. Amalan apa yang harus saya amalkan untuk mengobatinya?

Jawaban:

Amalkanlah 2 perkara ini:

1. Memperbanyak dari membaca Al Qur’an. Sesungguhnya Alloh Ta’ala berfirman mengenai Al Qur’an ini :

(لَوْ أَنْزَلْنَا هَٰذَا الْقُرْآنَ عَلَىٰ جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ ۚ ( الحشر : ٢١.

“Seandainya kami turunkan Al Qur’an ini kepada gunung, nisacaya engkau akan melihatnya tunduk dan terpecah belah dikarenakan takut kepada Alloh.” Al Hasyr : 21.

Dan tidaklah saya menyangka ada yang lebih keras dari bebatuan (gunung), bersamaan dengan itu seandainya Al Qur’an ini diturunkan kepadanya niscaya engkau akan melihatnya tunduk, terpecah belah karena takut kepada Alloh.

Berkata Ibnu ‘Abdil Qowiy -Rahimahullohu- :

وحافظ على درس القرآن فإنه *** يلين قلبا قاسيا جلمد.

“Jagalah dari mempelajari Al Qur’an, sesungguhnya mempelajarinya akan melembutkan hati yang keras sekeras batu karang.”

Akan tetapi bukanlah yang dimaksud sekedar membaca namun hatinya lalai, bahkan membacanya dengan menghadirkan hati dan tadabbur.

Maka tidak diragukan itu akan bisa melunakan hati.

2. Memperbanyak dzikir kepada Alloh -‘Azza wa Jalla- :

Tahlil (Laa ilaha illalloh), takbir, tasbih, tahmid dan yang semisalnya.

Dengan syarat : sesuai antara hati dan lisannya, karena sumber kehidupan pada hati, apabila hatinya hidup maka akan hidup pula jiwanya.

Oleh karena ini Alloh Ta’ala berfirman :

(وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا  .(الكهف : ٢٨.

“Janganlah engkau mengikuti seorang yang telah kami lalaikan hatinya dari mengingat kami.” Al Kahfi :28.

“ولا تطع من أسكتنا لسانه عن ذكرنا”

Alloh tidak mengatakan :

“Janganlah mentaati orang yang kami kunci lisannya dari berdzikir kepada kami.”

Akan tetapi Alloh berfirman :

(أَغْفَلْنَا قَلْبَه)ُ

“Orang yang kami lalaikan hatinya.”

Betapa banyak orang yang berdzikir dengan lisannya namun hatinya lalai, maka yang seperti ini dzikir yang lemah dan rendah pula pengaruhnya.

Namun apabila antara hati dan lisannya sejalan, maka inilah yang akan menjadi sebab hidup dan lembutnya hati.

Alloh Ta’ala berfirman :

(اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابًا مُتَشَابِهًا مَثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ .( الزمر : ٢٣.

“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya.” Az Zumar : 23.

Kita memohon kepada Alloh semoga Alloh memberikan hidayah kepada saya dan juga kalian, dan melembutan hati-hati kita dengan senantiasa mengingat dan mentaati-Nya. Dan menjadikan kita penunjuk jalan (yang lurus) bagi orang-orang yang memperoleh bimbingan-Nya dan orang-orang sholih yang melakukan perbaikan.

Dan sesungguhnya Alloh Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Sumber: Silsilah al Liqousy Syahri (Liqo 24 – at Taubah wa Roqoiq)

Alih bahasa : Ibrohim Abu Kaysa

 

© 1439 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.