MENDENGAR NASYID LEBIH BESAR DOSANYA DIBANDINGKAN MENDENGAR LAGU

MENDENGAR NASYID LEBIH BESAR DOSANYA DIBANDINGKAN MENDENGAR LAGU

Asy-Syaikh Ahmad bin Yahya an-Najmy rahimahullah

Sesungguhnya lagu merupakan maksiat, dan orang yang terus-menerus melakukannya maka dia seorang yang fasiq. Sedangkan nasyid merupakan bid’ah, dan orang yang terus-menerus melakukannya maka dia seorang mubtadi’. Orang yang fasiq lebih ringan keburukannya dibandingkan seorang mubtadi’, karena orang yang fasiq meyakini bahwa dia di atas kesalahan dan mungkin saja dia akan bertaubat suatu hari nanti. Adapun seorang mubtadi’ maka bahwa dia di atas kebenaran dan kebaikan. Oleh karena itulah engkau menjumpainya terus menerus melakukannya hingga mati, kecuali siapa yang Allah kehendaki untuk menyelamatkannya dan memudahkan untuknya orang yang menjelaskannya dan memberinya hidayah untuk bertaubat dan kembali kepada Allah. Dan apa yang kami katakan ini hukum yang sifatnya umum. Allah saja yang mengetahui niat hamba-hamba-Nya.

Al-Fatawa al-Jaliyyah jilid 1.

Sumber : Saluran Telegram asy-Syaikh Fawwaz al-Madkhaly

 ——————————————–

أيهما أشـد إثمـاً مستمـع الغـنــاء أم مستمــع الأناشيــد؟

الشيخ أحمد بن يحيى النجميّ رحمه ﷲ:

إن الأغاني معصية والمصر عليها فاسق، والأناشيد بدعة والمصر عليها مبتدع.
والفاسق أخف شرا من المبتدع، لأن الفاسق يعلم أنه على خطأ وربما عاد يوما ما.
أما المبتدع فهو يظن أنه على حق وعلى خير فلذلك تجده مستمرا على ما هو عليه حتى الموت إلا من شاء ﷲ إنقاذه ويسر له من يُبصره وهَداهُ للتوبة والرجوع إلى ﷲ فهو يتوب….
وهذا الذي قلناه هو بحكم الغالب.
وﷲ من وراء القصد.

■●الفتاوى الجَلِيَّة ج1

© 1439 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.