MEMAKAI SANDAL SAMBIL BERDIRI

MEMAKAI SANDAL SAMBIL BERDIRI

Asy Syaikh Muqbil bin Hadi al Wadi’i rahimahullah

Pertanyaan: Apakah tsabit (benar) larangan memakai sandal sambil berdiri dan larangan tersebut untuk tanzih ataukah untuk tahrim?

Jawaban:

Ya, telah tsabit dari hadits Jabir dan selainnya bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi was salam melarang memakai sandal sambil berdiri. Para ‘ulama membawa larangan ini kepada nahyu irsyadi.

Karena tidak jarang seseorang jatuh tersungkur apabila mengenakan sandal sambil berdiri.

Oleh karena itu, ini merupakan bentuk larangan irsyadi, apalagi kalau sandalnya model yang membutuhkan pengikat. Sedangkan engkau sudah tahu kalau larangan irsyadi, seandainya kita melihat salah seorang saudara kita karena Allah memakai sandal sambil duduk dan mengatakan: “Saya membawa larangan tersebut kepada bentuk asalnya. Dan asal larangan adalah tahrim (pengharaman). Maka saya membawa kepada makna asalnya.” Dan ia memakai sandal sambil duduk.

Maka kita tidak boleh mensifatinya sebagai orang yang keras (mutasyadid), berlebih-lebihan, atau menyelisihi para ‘ulama. Tidak mengapa kalau dia melakukannya. Maksud saya kita tidak mensifati dia sebagai seorang mutasyaddid, keras, atau selain dari pada itu apabila dia memakai sandal dalam keadaan duduk.

Adapun saya, maka saya memandangnya sebagai larangan irsyadi. Apabila mereka mengatakan larangan irsyadi maka maksudnya adalah larangan yang berkaitan dengan maslahat duniawi.

Al-Ajwibah ‘ala Asilatil ‘Aizari

Sumber: http://www.muqbel.net/fatwa.php?fatwa_id=1047

* Alih bahasa: Syabab Forum Salafy

—————-

نص السؤال:
هل ثبت النهي عن الإنتعال قائماً وهل النهي نهي تنزيه أم تحريم ؟

نص الإجابة:
نعم ثبت من حديث جابر وغيره أن النبي – صلى الله عليه وعلى آله وسلم – نهى أن ينتعل الرجل قائما ، وهذا حمله أهل العلم على نهي إرشاد ، فإنه ربما الشخص يسقط على وجهه أو يعثر على وجهه إذا انتعل وهو قائم ، فهو نهي إرشاد لا سيما ونعالهم كانت سبتية تحتاج إلى تربيط ، وقد عرفت أنه نهي إرشاد ولو رأينا أحداً من إخواننا في الله ينتعل وهو جالس ويقول : أنا احمل النهي على أصله ، وأصل النهي هو التحريم فأنا أحمله على أصله وانتعل وأنا جالس لا ينبغي أن نصفه بالتشدد ، ولا ينبغي أن نصفه بالتنطع أو بمخالفة العلماء ، لا بأس لو فعل ، وأقصد أننا مانصفه أنه متشدد أو متزمت أو غير ذلك إذا انتعل وهو جالس .

أما انا فأرى أنه نهي إرشاد ، فاذا قالوا : نهي إرشاد أي أنه متعلق بمصلحة دنيوية .

————-
الأجوبة على أسئلة العيزري

Download
Judul: MEMAKAI SANDAL SAMBIL BERDIRI Pembicara: Asy Syaikh Muqbil bin Hadi al Wadi'i rahimahullah Tanggal: 10 Dhu al-Hijjah 1436
© 1439 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.