KHUTBAH IEDHUL ADHA, BERKURBAN KARENA ALLAH

KHUTBAH IEDHUL ADHA  “BERKURBAN KARENA ALLAH”

oleh: Al Ustadz Qamar Su’aidi Lc hafizhahullah

 

بسم الله الرحمن الرحيم

Innalhamda lillah, nahmaduhu…

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu Akbar Walillahilhamd…

Kaum muslimin yang dirahmati Allah…

Pada hari ini kita berada pada hari yang paling mulia disisi Allah yaitu hari nahr, iedl adha…

Nabi bersabda :

إِنَّ أَعْظَمَ الأَيَّامِ عِنْدَ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَوْمُ النَّحْرِ ثُمَّ يَوْمُ الْقَرِّ

“Sesungguhnya sebesar besar hari di sisi Allah ta’ala adalah hari nahr dan hari al Qorr (yakni hari setelahnya)” [Sahih, HR Abu Dawud disahhkan al Albani]

Pada hari ini Allah syariatkan suatu ibadah yang besar, yaitu ibadah qurban. Allah berfirman dalam ayatNya:

{فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ } [الكوثر: 2]

“Maka sholatlah untuk Rabbmu dan berkurbanlah” [Al Kautsar:2]

Ibnu Abbas menafsirkan: “berkurbanlah pada hari nahr.”

{قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ } [الأنعام: 162، 163]

“Katakanlah: “sesungguhnya sholatku, sembelihanku, kehidupan dan kematianku, hanya untuk Allah Robb sekalian alam.” [Al An’am:162]

Dan ini merupakan sebaik baik amalan, Nabi shallahu alai wa sallam ditanya :

سئل أي العمل أفضل قال : العج و الثج

‘Amal apakah yang terbaik’ Beliau menjawab:

“Mengeraskan talbiah dan menyembelih qurban” [HR al Hakim, disahihkan oleh Al Albani]

Dalam hadits Beliau shallahu alai wa sallam bersabda:

مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ فَلاَ يَقْرَبَنَّ مُصَلاَّنَا

“Barang siapa yang punya kelapangan dan tidak menyembelih kurban, maka janganlah mendekat musholla kami.” [HR Ibnu Majah, disahihkan oleh Al Albani]

Nabi shallahu alai wa sallam wajibkan atas kita sebagai ibadah tahunan bagi yang mampu, Nabi shallahu alai wa sallam bersabda:

. يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ عَلَى أَهْلِ كُلِّ بَيْتٍ فِي كُلِّ عَامٍ أَضْحَاةً

“Wahai manusia sesungguhnya atas tiap keluarga, tiap tahunnya berkeharusan menyembelih qurban.” [HR Ahmad, dihasankan oleh Al Albani]

Ibadah ini telah Allah syariatkan pada umat-umat sebelum kita sebagaimana Allah firmankan:

{وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ } [الحج: 34]

“Bagi tiap-tiap umat kami telah syariatkan sembelihan qurban, supaya mereka menyebut nama Ama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah bagi mereka…” [Al Hajj:34]

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu Akbar Walillahilhamd…

Maka bertepatan dengan ibadah haji, Allah syariakan ibadah mulai ini, Allah berfirman:

{لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ} [الحج: 28]

“Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir. [Al Hajj:28]

Firman Allah:

{وَالْبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُمْ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهَا صَوَافَّ } [الحج: 36]

“Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi’ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat)..” [ Al Hajj:36]

Dan kita dianjurkan untuk menggemukkan sembelihan kita, Allah berfirman:

{ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ} [الحج: 32]

“Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.” [Al Hajj:32]

“Yu’Adhim Sya’airohh” sebagian tafsir mrnyebutkan: Yakni menggemukkan hewan sembelihan.

Namun, yang akan sampai kepada Allah bukanlah daging ataupun darahnya, akan tetapi ketakwaan orang yang berkorban, itulah yang akan sampai kepada Allah, Allah berfirman:

{لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ } [الحج: 37]

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” [Al Hajj:37]

Akan tetapi, ingatlah, bahwa kurban tidak akan diterima melainkan dari orang yang bertaqwa, yang mengikhlaskan qurbanya untuk Allah ta’ala.

{إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ} [المائدة: 27]

“Hanyalah Allah menerima dari orang-orang yang bertaqwa.” [Al Maidah:27]

{قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (162) لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ} [الأنعام: 162، 163]

“Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).” [Al An’am:162-163]

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu Akbar Walillahilhamd…

Maka barangsaiapa meniatkan qurbannya untuk selain Allah, Allah tidak akan menerimanya, karena ini perbuatan syirik, menyekutukan Allah, Allah berfirman dalam hadits Qudsi:

مَنْ عَمِلَ عَمَلًا أَشْرَكَ فِيهِ مَعِي غَيْرِي تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ

“Barang siapa beramal suatu amalan yang padanya ia mempersekutukan selainKu denganKu, maka Aku tinggalkan dia dan sekutunya.” [Sahih, HR Muslim]

Mereka yang melakukannya terlaknat,

لَعَنَ اللَّهُ مَنْ ذَبَحَ لِغَيْرِ اللَّهِ

“Allah melaknat siapa saja yang menyembelih karena selain Allah.” [Sahih, HR Muslim]

Dan dia akan masuk neraka karenannya, dalam riwayat disebutkan bahwa seseorang masuk neraka disebabkan berkurban dengan seekor lalat untuk berhala, demikian disebutkan oleh sahabat Salman al Farisi.

Itulah yang dilakukan orang-orang musyrikin zaman dahulu, mereka melakukan berbagai persembahan qurban kepada berhala berhala mereka dan sesembahan mereka. lihatlah bagaimana akibat kesyirikan mereka. Allah mengadzab mereka sejak didunia sebelum akhirat.

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu Akbar Walillahilhamd…

Maka dari itu ambillah pelajaran wahai kaum muslimin, sadarlah, bukankah di tengah kaum muslimin ada yang melakukan persembahan sembelihan untuk selain Allah, sampai saat ini kita masih mendengar, ada yang melakukan sedekah bumi dengan sembelihan, ada yang melakukan larung sesaji dengan sembelihan, ada yang mengawali pembangunan dengan sembelihan, dan menyukuri panen dengan sembelihan. Semuanya bukan karena Allah, semuanya bukan untuk Allah, tapi untuk dedemit, makhluk halus yang diyakini sebagai penunggu tempat tertentu atau dewa dan dewi.

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu Akbar Walillahilhamd…

Tidakkah kita takut kepada Allah bila kita mengaku sebagai seorang muslim, bukankah perbuatan itu membuat murka Allah, kita takut diadzab di dunia sebelum adzab akhirat. Lihatlah yang terjadi belum lama ini yaitu pada bulan april 2015, gempa berkekuatan 7.9 skala richter mengguncang Nepal dan menewaskan kira-kira 17 000 jiwa manusia, ini terjadi tidak lama dari upacara persembahan DEWI Gadhimai, dengan 6000 kerbau dan ribuan binatang lainya. Kita jadi khawatir bahwa berbagai musibah di negeri ini disebabkan dosa dosa semacam itu dan dosa yang lain yang banyak dan beraneka ragam.

Terlalu banyak dosa yang dilakukan umat ini, dan  Allah sudah banyak memaafkan.,

{وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ} [الشورى: 30]

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). “ [Asy Syuro:30]

Tapi, ketika terus menerus umat ini dalam dosa, mereka tak kunjung sadar dan bertaubat, serta menjauhi dosa dosa, maka sudah sepantasnya kalau umat ini mendapatkan musibah.

Maka sadarlah, wahai kaum muslimin. Bertaubatlah, semoga Allah menerima taubat kita, dan menjauhkan kita dari adzabnya.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ  إِلَيْكَ

© 1439 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.