Kesalahan-kesalahan Yang Banyak Tersebar Di umat Islam – 1

Kesalahan-kesalahanKESALAHAN-KESALAHAN YANG BANYAK TERSEBAR DI UMAT ISLAM

Asy-Syaikh Shalih bin Abdul Aziz Alus Syaikh [Menteri Urusan Agama Kerajaan Arab Saudi]

———————————————————————————-

KESALAHAN-KESALAHAN DALAM AKIDAH DAN TAUHID

———————————————————————————-

PERTAMA: Kesyirikan Yang Mengeluarkan Dari Islam

1. Istighatsah kepada orang-orang yang telah mati, berdoa kepada mereka, meminta pertolongan kepada mereka, mendekatkan diri (taqarrub) kepada mereka dengan berbagai bentuk ibadah apa saja. Ini semua merupakan syirik besar yang mengeluarkan pelakunya dari Islam. Allah Ta’ala berfirman:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنَ.

“Hanya kepada-Mu kami beribadah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan.” (QS. Al-Fatihah: 5)

Pendahuluan obyek dalam ayat ini pada yaitu pada lafazh (إِيَّاكَ) menunjukkan makna pengkhususan, dan ini makna yang ditunjukkan oleh kalimat tauhid (لا إِلهَ إِلَّا اللهُ). Termasuk jenis ibadah adalah doa, bahkan dia merupakan ibadah sebagaimana riwayat yang shahih di dalam kitab As-Sunan dari hadits An-Nu’man bin Basyir radhiyallahu anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi was sallam bersabda:

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ.
“Doa adalah ibadah.”  (Lihat: Shahih Sunan Abu Dawud V/219, no. 1329 –pent)

Maka memalingkan ibadah kepada selain Allah merupakan kesyirikan dan kekafiran. Allah Ta’ala berfirman:

وَمَنْ يَدْعُ مَعَ اللهِ إِلَهًا آخَرَ لَا بُرْهَانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِنْدَ رَبِّهِ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُوْنَ.

“Dan siapa saja yang berdoa kepada sesembahan yang lain di samping kepada Allah yang itu adalah perbuatan yang tidak ada keterangannya, maka sesungguhnya hisabnya ada di sisi Rabbnya, sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tidak akan beruntung.” (QS. Al-Mu’minun: 117)

Kata (مَنْ) di dalam Bahasa Arab termasuk konteks yang menunjukkan umum yang mencakup semua yang berkaitan dengannya. Maka jelaslah bahwa siapa saja yang berdoa kepada Allah namun juga berdoa kepada sesuatu yang lain apapun bentuknya, maka dia termasuk orang-orang kafir.

Allah Ta’ala juga berfirman:

وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوْا مَعَ اللهِ أَحَدًا.

“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah milik Allah, maka janganlah kalian berdoa kepada siapapun di samping kepada Allah.” (QS. Al-Jinn: 18)

Allah juga berfirman:

وَقَالَ الْمَسِيْحُ يَا بَنِيْ إِسْرَائِيْلَ اعْبُدُوْا اللهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِيْنَ مِنْ أَنْصَارٍ.

“Dan Al-Masih (Isa bin Maryam) berkata: “Wahai Bani Israil, sembahlah Allah Rabbku dan Rabb kalian, sesungguhnya siapa saja yang menyekutukan Allah maka Allah mengharamkan syurga untuknya dan tempat kembalinya nanti adalah neraka, dan sesungguhnya orang-orang yang zhalim itu tidak mendapatkan penolong.” (QS. Al-Maidah: 72)

Termasuk doa adalah berbagai jenis permintaan, seperti permintaan pertolongan yang dikenal dengan istighatsah, meminta bantuan, dan yang semisalnya.

Bersambung In Syaa Allah…

Sumber artikel: Al-Minzhaar Fii Bayaani Katsiirin Minal Akhtha’ Asy-Syai’ah

Alih Bahasa: Abu Almass
Ahad, 4 Dzulhijjah 1435 H

© 1439 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.