Kesalahan-kesalahan Yang Banyak Tersebar Di umat Islam – Bagian ke-16

Kesalahan-kesalahan16KESALAHAN-KESALAHAN YANG BANYAK TERSEBAR DI UMAT ISLAM

Asy-Syaikh Shalih bin Abdul Aziz Alus Syaikh [Menteri Urusan Agama Kerajaan Arab Saudi]

KESALAHAN-KESALAHAN DALAM AKIDAH DAN TAUHID

Ketiga: Berbagai Bid’ah Dan Sebagian Hal-hal Yang Terlarang Yang Berkaitan Dengan Tauhid

4. Menghidupkan Malam Nishfu Sya’ban

Menghidupkan malam ini termasuk mengkhususkan sebuah malam tanpa dalil sehingga hal itu termasuk bid’ah. adapun hadits-hadits yang berkaitan dengannya maka tidak ada yang shahih menurut para ulama, sedangkan dalil-dalil yang melarang bid’ah juga mencakupnya.

5. Mengkhususkan Bulan Rajab Dengan Berpuasa

Ini juga termasuk perkara yang diada-adakan tanpa dalil. Jadi tidak ada sebuah hadits pun yang shahih yang menyebutkan keutamaan puasa di bulan Rajab. Bahkan riwayat yang ada sangat lemah sekali sehingga tidak boleh bersandar kepadanya dan tidak boleh merasa senang dengannya. Perlu diketahui bahwa telah diriwayatkan dari Umar tentang larangan darinya, hanya saja pada sanadnya ada cacat.

6. Mengkhususkan Hari atau Pekan atau Bulan Dengan Ibadah Yang Tidak Disyariatkan

Pengkhususan semacam itu termasuk bid’ah, karena pengkhususan musim ibadah hanyalah boleh yang datang dari syari’at. Jadi apa yang dalil-dalil syari’at menunjukkan disyariatkannya maka diamalkan, sedangkan apa yang tidak ada dalil-dalil yang mengkhususkan pada waktu tertentu untuk beribadah maka tidak dikhususkan. Sehingga mengamalkan padanya dan mengkhususkannya dengan ibadah termasuk perkara yang diada-adakan dalam agama.

7. Mengamalkan Ibadah Apa Saja Dalam Rangka Mendekatkan Diri Kepada Allah Tanpa Ada Asalnya Dari Syari’at

Jadi ini semua termasuk bid’ah, sedangkan bid’ah adalah perkara yang tercela dalam syari’at. Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu alaihi was sallam:

كُلُّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ.

“Setiap bid’ah adalah sesat.” (HR. Muslim –pent)

Hadits ini sifatnya umum mencakup semua perkara yang diada-adakan yang tujuannya untuk mendekatkan diri kepada Allah, sehingga itu semua sesat. Jadi bid’ah dalam perkara agama tidak ada yang baik, bahkan semua bid’ah adalah buruk, tidak boleh mendatanginya dan tidak boleh mengamalkannya.

Semua kebaikan adalah pada ibadah yang dilakukan oleh para shahabat Nabi shallallahu alaihi was sallam yang mereka warisi dan mereka teladani dari Rasulullah shallallahu alaihi was sallam yang membawa petunjuk. Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu berkata:

كُلُّ عِبَادَةٍ لَمْ يَتَعَبَّدْهَا أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ فَلَا تَعَبَّدُوْهَا فَإِنَّ الْأَوَّلَ لَمْ يَتْرُكْ لِلْآخِرِ مَقَالًا.

“Semua yang dianggap sebagai ibadah namun tidak pernah dilakukan oleh para shahabat Muhammad maka kalian jangan melakukannya, karena generasi awal (dari umat ini) tidak meninggalkan bagi generasi akhirnya sebuah masalah pun tanpa penjelasan.”

Dan alangkah baiknya ucapan orang yang mengatakan:

وَكُلُّ خَيْرٍ فِيْ اتِّبَاعِ مَنْ سَلَف وَكُلُّ شَرٍّ فِيْ ابْتِدَاعِ مَنْ خَلَف

Setiap kebaikan adalah dengan mengikuti para Salaf

Sedangkan semua keburukan karena perkara yang diada-adakan oleh orang-orang belakangan

Bersambung In Syaa Allah…

Sumber artikel: Al-Minzhaar Fii Bayaani Katsiirin Minal Akhthaa’isy Syaai’ah

Sabtu, 29 Muharram 1436 H

© 1439 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.