Inilah Kekalahan Abdurrahman Al Mar’i

Inilah Kekalahan Abdurrahman Al Mar'iBeberapa persyaratan ikhwah dalam urusan tahakum (saling menggugat untuk mendapatkan suatu keputusan, pent) di hadapan syaikh Al-Wushobi

Bismillah, sholawat dan salam terlimpahkan atas Rosululloh, dan atas keluarganya serta para sahabatnya dan orang-orang yang berpihak padanya.

Selanjutnya:

Sungguh telah diketahui oleh kalangan atas maupun bawah dari saudara-saudara kita Salafiyyin apa yang telah terjadi dari diri Abdurrohman bin Mar’i Al-‘Adeni dari pelariannya dan ketakutannya dari ber-tahakum di hadapan para Syaikh Saudi (KSA), dan menghadirkannya dengan berbagai persyaratan, dan yang dimaukan dengannya ialah lari dari tahakum.

Hingga sebagian masyaikh Saudi berkata: “ini adalah kekalahan Abdurrohman Mar’i “.

Karena orang yang berpegang dengan kebenaran tidak akan takut untuk duduk (bersama) sekalipun bersama satu pasukan penuh.

Dan silahkan kalian lihat kepada sikap tanaqudh (kontradiksi) nya Abdurrohman Mar’i: bagaimana mungkin dia menginginkan ber-tahakum di hadapan Masyaikh Saudi hanya bersama satu orang saja, sedangkan ber-tahakum di hadapan Syaikh Al-Wushobi dia menghendaki kami semua.

Dan kalian telah mendengar ucapan Abdurrohman Mar’i ketika dia berkata bahwasanya tatkala dia pergi menemui Syaikh Muhammad bin Hadi, dan diajukan kepadanya pertemuan dengan ikhwah dia sepakat, namun ketika kami datang menemui Syaikh Muhammad dan diajukan kepada kami hal itu dan kami sepakat, kemudian Syaikh Muhammad menelpon Abdurrohman maka mulailah dia membuat beberapa persyaratan yang pada hakikatnya hanya permohonan pepesan kosong; karena ingin lari dan takut berhadapan.

Dan Abdurrohman Mar’i telah menampakkan kepada orang-orang bahwa kami tidak rela ber-tahakum di hadapan Syaikh Al-Wushobi, dan ini adalah sebuah kedustaan atas nama kami karena sejatinya kami lah orang-orang yang telah mengatakan bahwa tahakum hendaknya di hadapan 2 Syaikh: Syaikh Robi’ dan Syaikh Al-Wushobi, sebagaimana tertera di dalam kertas kesepakatan sebagaimana diketahui oleh para orangtua yang mereka telah berupaya dalam terjadinya kesepakatan, akan tetapi dia lah yang menolak tahakum di hadapan Syaikh Robi’,  dimana dia telah membuat sebuah persyaratan yang menyulitkan -sebagaimana diketahui oleh para pembuat kesepakatan- yaitu dimana dia memberi waktu luang kepada kami selama 5 hari, dan hal itu sebelum dibukanya travel-travel umroh, dan yang memperjelas hal itu juga ialah kepergian kami ke Saudi, dan dia menolak untuk ber-tahakum.

Dan penggambaran tentang kami tidak mau ber-tahakum di hadapan Syaikh Al-Wushobi menunjukkan atas kedustaan Abdurrohman atas nama kami bahwa kami tidak mengenal ulama kami di negeri Yaman.

Dan tujuan Abdurrohman Mar’i dari tuduhan ini ialah untuk menutupi kejahatannya dalam kasus warga negera asing.

Dan saudara-saudara kalian -wahai Salafiyyin- sungguh telah siap untuk bermajelis bersama Syaikh Al-Wushobi untuk tahakum, tanpa ada rasa takut dan gentar, akan tetapi dengan beberapa persyaratan ini:

  1. Hendaknya Syaikh Al-Wushobi rujuk dari apa yang telah beliau tuduhkan kepada ulama umat dan tempat rujukan umat yang mereka telah memfatwakan jihad. Dengan rujuk yang nyata, dengan memberikan pujian kepada mereka (para ulama).
  2. Hendaknya hadir di dalam majelis tahakum saudara-saudara kami dari penduduk ‘Aden dan atas pimpinan mereka Syaikh Hani bin Braik dan Syaikh Ali Al-Hudzaifi. Karena mereka yang menyaksikan atas akh Abdurrohman Mar’i adanya beberapa perkara dan penyimpangan.
  3. Hendaknya pertemuan tersebut terekam.
  4. Pertemuan tersebut dihadiri atas 2 Syaikh: Robi’ bin Hadi, dan Syaikh ‘Ubaid Al-Jabiri dengan diikut sertakan Syaikh Al-Wushobi di dalam mengambil keputusan.
  5. Hendaknya pertemuan dilakukan di kota ‘Aden, demi menjaga saudara-saudara kita dari permasalahan keamanan.

Ya Alloh, bantulah kami untuk selalu mengingat-Mu dan bersyukur kepada-Mu dan baik dalam beribadah kepada-Mu.

Ditulis oleh: saudara kalian:

1. Abu ‘Ammar ‘Abbas Jaunah.
2. Abul Khoththob Thoriq Al-Libiy.
3. Abu Muhammad Sholah Kentusy.
4. Abul ‘Abbas Yasin Al-‘Adeni.

Alihbahasa: Ustadz Sholehudin حفظه الله

===========================

 شروط الإخوة من أجل التحاكم عند الشيخ الوصابي

بسم الله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه ومن والاه.

أما بعد : فقد علم القاصي والداني من إخواننا السلفيين ما جرى من عبد الرحمن بن مرعي العدني من تهربه وخوفه من التحاكم عند مشايخ المملكة، وإتيانه بالشروط، والتي قصد بها الفرار من التحاكم.

حتى قال بعض مشايخ المملكة : ( هذه على عبد الرحمن مرعي ).

فإن صاحب الحق لا يهاب أن يجلس ولو مع جيش كامل. وانظروا إلى تناقض عبد الرحمن مرعي : كيف يريد التحاكم عند مشايخ المملكة مع واحد فقط، وأما التحاكم عند الشيخ الوصابي فيريدنا كلنا.

وقد سمعتم كلمة عبد الرحمن مرعي حين قال بأنه لما ذهب إلى الشيخ محمد بن هادي، وعرض عليه الاجتماع بالإخوة وافق، فلما جئنا نحن إلى الشيخ محمد وعرض علينا ذلك ووافقنا، فاتصل الشيخ محمد بعبد الرحمن فأخذ يشترط شروطا وهي في الحقيقة أعذار واهية؛ هروبًا وخوفًا من المواجهة.

وقد أظهر عبد الرحمن مرعي للناس بأننا لم نرضَ بالتحاكم عند الشيخ الوصابي، وهذا كذبٌ علينا فإننا نحن الذين قلنا بأن التحاكم يكون عند الشيخين : الشيخ ربيع والشيخ الوصابي، كما في ورقة الصلح كما يعلمه الآباء الذين سعوا في الصلح، ولكنه  هو الذي أبى التحاكم عند الشيخ ربيع، حيث اشترط الشرط التعجيزي- كما يعلم أهل الصلح – وهو أن يعطينا مهلة خمسة أيام، وذلك قبل أن تفتح مكاتب العمرة، ويبين ذلك أيضا ذهابنا إلى المملكة، ورفضه للتحاكم.

وكوننا حكمنا الشيخ الوصابي يدل على كذب عبد الرحمن علينا بعدم اعترافنا بعلمائنا في اليمن.

وكان مقصود عبد الرحمن مرعي من هذا التهمة أن يغطي جريمته في قضية الغرباء.

وإخوانكم – أيها السلفيون – لمستعدون أن يجلسوا مع الشيخ الوصابي للتحاكم، دون خوف ولا خور، ولكن بهذه الشروط:

1.  أن يتراجع الشيخ الوصابي عما اتهم به علماء الأمة ومرجعيتها الذين أفتوا بالجهاد. تراجعًا صريحًا، مع ثنائه عليهم.
2.  أن يحضر جلسة التحاكم إخواننا أهل عدن وعلى رأسهم الشيخ هاني بن بريك والشيخ علي الحذيفي. لكونهم يشهدون على الأخ عبد الرحمن مرعي بأمور ومخالفات.
3.  أن تكون الجلسة مسجلة.
4.  أن تعرض الجلسة على الشيخين ربيع بن هادي، والشيخ عبيد الجابري لمشاركة الشيخ الوصابي في الحكم.
5.  أن تكون الجلسة في عدن، من أجل الحفاظ على إخواننا من الأمور الأمنية.

اللهم أعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك.

 كتبه : إخوانكم :
١)  أبو عمار عباس الجونة.
2)  أبو الخطاب طارق الليبي.
3)  أبو محمد صلاح كنتوش.
4)  أبو العباس ياسين العدني.

Artikel Kiriman dari Ustadz Abdul Hakim حفظ الله

© 1438 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.