IBNU MAR’I YANG MENYIMPANG MENCELA NEGARA-NEGARA SEKUTU

IBNU MAR’I YANG MENYIMPANG MENCELA NEGARA-NEGARA SEKUTU

بسم الله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه.

Amma ba’du:

Allah Jalla wa Ala berfirman:

وقولوا للناس حسنا.

“Dan ucapkanlah kepada manusia perkataan yang baik.” (QS. al-Baqarah: 83)

Al-Hafizh Ibnu Katsir berkata, “Maksudnya: berbicaralah kepada mereka dengan ucapan yang baik dan lembutkanlah.”

Al-Allamah as-Sa’dy berkata, “Dan tatkala seseorang tidak mampu berbuat baik kepada orang lain dengan hartanya, maka Allah memerintahkan dengan perintah untuk melakukan kebaikan yang mampu dilakukan kepada semua orang, yaitu berbuat baik dengan ucapan, jadi termasuk di dalamnya adalah larangan dari ucapan yang buruk, walaupun kepada orang-orang kafir, oleh karena inilah Dia berfirman:

ولا تجادلوا أهل الكتاب إلا بالتي هي أحسن.

“Dan janganlah kalian mendebat ahlul kitab kecuali dengan ucapan yang terbaik.” (QS. al-Ankabut: 46)

-selesai perkataan as-Sa’dy-

Dan telah diketahui oleh semua orang hadits Rasulullah shallallahu alaihi was sallam:

ومن صنع إليكم معروفا فكافئوه، فإن لم تجدوا ما تكافئونه به فادعوا له حتى تروا أنكم قد كافأتموه.

“Siapa yang berbuat baik kepada kalian maka balaslah kebaikannya, jika kalian tidak mendapati sesuatu untuk membalas kebaikan tersebut maka doakanlah kebaikan untuknya hingga kalian menilai bahwa kalian sudah membalas kebaikannya.”

Diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Ibnu Umar radhiyallahu anhu.

Dan hadits:

من لا يشكر الناس لا يشكر الله.

“Siapa yang tidak bersyukur kepada manusia, maka dia tidak bersyukur kepada Allah.”

Diriwayatkan oleh at-Tirmidzy dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu.

Setelah ini wahai saudaraku pembaca yang mulia, kami telah mendengar rekaman suara Abdurrahman bin Mar’i yang berjudul:

((تنبيه الصالحين بعدم الغفلة عن دعاء رب العلمين في هلاك المجرمين))

Dia mengklaim bahwa dia memuji negara-negara sekutu, padahal sebenarnya dia mencela mereka dan mensifati mereka dengan sifat-sifat buruk yang itu menunjukkan kepada Anda betapa hina, rendah, dan buruknya akhlak dia.

Hal ini akan jelas dari beberapa sisi:

1. Ucapannya:

(على ما في كثير منها من بلاء وشر)

“Walaupun pada banyak dari negara-negara tersebut terdapat bencana dan keburukan.”

Ucapan ini merupakan celaan, bisa terhadap negara-negara tersebut, atau terhadap para pemimpinnya. Jika yang pertama maka dia telah memukul rata dan tidak mengecualikan. Namun jika yang kedua maka dia telah menyerupai saudaranya si pengkhianat, yaitu Muhammad al-Imam, dan dia telah menempuh jalannya, yaitu jalan hizbiyun.

2. Ucapannya:

(قد يكون لبعضها مآرب وأهداف لكن ما علينا)

“Bisa saja sebagian negara-negara sekutu itu memiliki kepentingan-kepentingan dan tujuan-tujuan tertentu, hanya saja tidak merugikan kita.”

Bagaimana engkau mengetahui hal ini wahai Faqihul Yaman?!

Apa tujuan-tujuan itu?

Apa buktimu atas apa yang engkau ucapkan, terlebih sesungguhnya ini merupakan tuduhan terhadap niat orang lain?!

Engkau bisa menggambarkan munculnya ucapan semacam ini kepada orang yang berbuat baik kepadamu atau engkau gambarkan engkau berbuat baik kepada orang lain, lalu orang itu mengatakan kepadamu, “Syukran, walaupun pada dirimu terdapat bencana dan keburukan, semoga Allah membalasmu dengan kebaikan, dan jika engkau memiliki kepentingan-kepentingan dan tujuan-tujuan tertentu, namun itu tidak akan merugikan kami.”

Apakah semacam ini engkau anggap sebagai bentuk syukur ataukah celaan?!

3. Dia menamakan jihad yang dilakukan oleh negara-negara sekutu adalah bentuk campur tangan urusan negara lain.

Ini tuduhan yang pasti ada tujuan di belakangnya, dan dia tidak menyebutkan perintah dari pemerintah agar keluar berjihad serta upaya mereka untuk meminta bantuan kepada negara-negara tetangga dan sambutan mereka terhadap permintaan tersebut. Jadi seandainya pemerintah kita tidak meminta bantuan terhadap negara-negara tersebut, tentu mereka tidak bisa berjihad memerangi Hutsiyun yang kafir itu. Maka bersyukur kepada pemerintah kita –semoga Allah menjaganya– darurat sifatnya.

4. Ucapannya:

(زيادة على عشر دول تحارب الحوثي ولم تصل إلى ما تريد)

“Lebih dari sepuluh negara memerangi Hutsiyun, namun mereka tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan.”

Dia ingin mengatakan bahwa negara-negara sekutu lambat dalam menghabisi Hutsiyun, dan ini menunjukkan bahwa Hutsiyun kuat, sehingga konsekuensinya bahwa fatwa untuk tidak melawan mereka adalah benar.

Jawaban bagi ucapan ini dari beberapa sisi:

Pertama: Tidak ada penundaan, walillahil hamdu, karena negara-negara sekutu yang dipimpin oleh Kerajaan Arab Saudi tidak menggunakan cara-cara yang dilakukan oleh Hutsiyun yang kotor yang menghancurkan segala sesuatu, dan seandainya mereka menggunakan segala cara tentu kota-kota akan habis secara keseluruhan, tetapi mereka tidak melakukan hal ini –semoga Allah membalas mereka dengan kebaikan–, bahkan dengan cara mengebom tempat-tempat militer dengan membidiknya dengan sangat akurat. Hal ini dipersaksikan sendiri oleh lawan sebelum kawan, kecuali engkau dan para penggembos dan pengkhianat seperti dirimu.

Kedua: Penundaan yang engkau tuduhkan kepada negara-negara sekutu ini diantara sebab terbesarnya adalah engkau dan orang-orang semisalmu, wahai penggembos! Kalian telah mengerahkan segala hal untuk menggembosi dan menanam benih-benih keburukan serta menentang para ulama dan pemerintah. Akibatnya semua daerah yang mengambil fatwa kalian jatuh dan lepas dan masih terus demikian. Dan sungguh Allah yang menjadikan segala sesuatu bisa berbicara Dia telah menjadikan dirimu mengatakan:

(كان اليمن سيضيع من شرقه إلى غربه ومن شماله إلى جنوبه)

“Yaman akan lenyap dari timurnya hingga ke baratnya, dan dari utaranya hingga ke selatannya.”

Seandainya mereka mengambil fatwa para Ulama Kibar dan mereka jujur melakukannya, pasti Allah akan menguatkan mereka dengan pertolongan-Nya, sebagaimana Dia telah menguatkan Aden dan selainnya dengan pertolongan-Nya.

Allah Ta’ala berfirman:

إن تنصروا الله ينصركم ويثبت أقدامكم.

“Jika kalian menolong Allah (agama-Nya), pasti Dia akan menolong kalian dan mengokohkan kedudukan kalian.” (QS. Muhammad: 7)

Allah Ta’ala juga berfirman:

فإذا عزم الأمر فلو صدقوا الله لكان خيرا لهم.

“Apabila perkaranya (perintah berjihad) telah tetap, maka jika mereka jujur terhadap Allah pasti hal itu lebih baik bagi mereka.” (QS. Muhammad: 21)

Ketiga: Negara-negara sekutu tidak hanya memerangi Hutsiyun saja, tetapi juga memerangi negara-negara kafir semuanya. Tahukah engkau tentang ini, wahai Mughaffal?!

Dan ketahuilah wahai saudaraku pembaca, bahwasanya Ibnu Mar’i dengan ucapannya ini dia ingin membenarkan fatwa jahatnya bahwa tidak ada jihad. Oleh karena inilah engkau melihatnya tidak menyebutnya dengan nama jihad dan tidak menyebut para Ulama Kibar yang telah memfatwakannya. Jadi waspadailah makarnya! Kalau tidak demikian, maka pihak yang paling utama untuk disyukuri atas keadaan kita adalah Ulama Kibar yang telah memfatwakan jihad melawan Hutsiyun sejak awal.

Terakhir saya katakan: Wahai Ibnu Mar’i, demi Allah, sungguh negara-negara sekutu lebih pantas untuk mengatakan kepadamu dan orang-orang sepertimu apa yang engkau katakan terhadap mereka.

Mereka berhak untuk mengatakan: Kami selamatkan kalian, walaupun pada diri kalian terdapat bencana dan keburukan berupa upaya penggembosan, tidak mau saling membantu, pengkhianatan, makar, mencela, dan sikap yang buruk. Kami selamatkan kalian walaupun engkau dan orang-orang semacam engkau akan menyerahkan Yaman, dan setelah itu negara-negara tetangga kepada Rafidhah Itsna Asyariyah demi imbalan senampan emas dengan Watsiqah yang ditandatangani oleh si pengkhianat besar lagi sesat Muhammad al-Imam dan engkau sendiri dan orang-orang sepertimu ikut menyetujuinya.

Dan engkau telah mengerahkan segala hal untuk mewujudkannya dengan pertama kali mengusir ikhwah dari luar Yaman, wahai pengkhianat. Kemudian dengan ikut menandatangani tahdzir terhadap asy-Syaikh Hani. Kemudian pada muhadharah di Haswah engkau memfatwakan untuk tidak berjihad dan menuduh bahwa peperangan yang terjadi adalah pertikaian antara orang-orang yang memperebutkan kekuasaan. Kemudian engkau menasehati para penuntut ilmu di Fuyusy agar kembali ke negeri-negeri mereka, bersikap tenang, dan menjauhi fitnah. Kemudian engkau lari ke Hadhramaut dan di sana engkau melancarkan penggembosan serta menuduh pemerintah kita telah berkhianat, padahal engkau lebih pantas dianggap sebagai pengkhianat, wahai pengecut. Semoga Allah membalasmu sesuai dengan keadilan-Nya.

Terakhir saya katakan: Pengingkaran terhadap kebaikan dan membalas kebaikan dengan keburukan serta menentang perbuatan ma’ruf tidaklah aneh muncul darimu, karena engkau telah menentang kebaikan para Ulama Kibar dan Masyayikh yang mulia, mengingkari kebaikan mereka dan membalas kebaikan mereka dengan keburukan dan makar terhadap mereka. Hanya saja keadaannya adalah seperti firman Allah Ta’ala:

ولا يحيق المكر السيئ إلا بأهله.

“Dan makar jahat itu tidak akan menimpa kecuali terhadap pelakunya.” (QS. Fathir: 43)

Juga karena engkau tidak mengakui keutamaan orang-orang yang memiliki keutamaan, maka sebagian ulama mengatakan tentang dirimu bahwa engkau orang yang rendah atau pada dirimu terdapat kerendahan.

Dan dengan ini kita semua mengetahui bahwa Ibnu Mar’i telah mengucapkan perkataan yang buruk dan mungkar, dan dia tidak melaksanakan perintah Rabbnya Jalla wa Ala yang telah berfirman:

وقولوا للناس حسنا.

“Dan ucapkanlah kepada manusia perkataan yang baik.” (QS. al-Baqarah: 83)

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

Ditulis oleh: Abul Mundzir Munir as-Sa’dy

Senin, 4 Shafar 1437 H

? Majmu’ah Durus Masayikh Aden

 

 

=========================

? ابن مرعي المخالف يطعن في دول التحالف ?

بسم الله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه، أما بعد:

فإن الله جل وعلا يقول: (وقولوا للناس حسنا)
قال الحافظ ابن كثير: أي كلموهم طيبا ولينوا لهم جانبا. اه

وقال العلامة السعدي:
ولما كان الإنسان لا يسع الناس بماله أمر بأمر يقدر به على الإحسان إلى كل مخلوق وهو الإحسان بالقول، فيكون في ضمن ذلك النهي عن الكلام القبيح للناس حتى الكفار، ولهذا قال: (ولا تجادلوا أهل الكتاب إلا بالتي هي أحسن) اه

ومعلوم لدى الجميع حديث رسول الله صلى الله عليه وسلم: (ومن صنع إليكم معروفا فكافئوه، فإن لم تجدوا ما تكافئونه به فادعوا له حتى تروا أنكم قد كافأتموه)
رواه أبو داود عن ابن عمر رضي الله عنه.

وحديث: (من لا يشكر الناس لا يشكر الله)
أخرجه الترمذي عن أبي هريرة رضي الله عنه.

وبعد هذا أخي القارئ الكريم، فقد سمعنا تسجيلا لعبدالرحمن ابن مرعي بعنوان:
((تنبيه الصالحين بعدم الغفلة عن دعاء رب العلمين في هلاك المجرمين))

زعم أنه يثني على دول التحالف وهو يطعن فيها ويصفها بأوصاف سيئة تدلك على لئم وخسة وسوء خلق.

✅ ويتبين هذا من عدة وجوه:
1⃣ قوله: (على ما في كثير منها من بلاء وشر)
وهذا الكلام طعن إما في أهل تلك البلاد، وإما في ولاة أمرها، فإن كان الأول فقد عمم ولم يستثن، وإن كان الثاني فقد شابه أخاه الخائن محمدا وسار على طريقته وهي طريقة الحزبيين.

2⃣ قوله: (قد يكون لبعضها مآرب وأهداف لكن ما علينا)
فكيف عرفت يا فقيه اليمن هذا؟!
وما هي هذه الأهداف؟!
وما هو برهانك على ما قلته خاصة وأن هذا طعن في النوايا؟!
ولك أن تتصور صدور مثل هذا الكلام إلى من أحسن إليك أو تصور أن تحسن إلى آخر فيقول لك: شكرا مع ما فيك من بلاء وشر وجزاك الله خيرا، وإن كان لك مآرب وأهداف لكن ما علينا.
هل تعتبر هذا شكرا أم طعنا وذما؟!

3⃣ يسمي جهاد التحالف تدخلا.
وهذا توصيف وراءه ما وراءه ولم يذكر استنفار ولي الأمر وطلبه العون من دول الجوار وتلبيتها طلبه، فلو لا طلب ولي أمرنا العون من هذه الدول، لما استطاعت أن تجاهد الحوثة الكفرة، فكان شكر ولي أمرنا حفظه الله تعالى ضرورة.

4⃣ قوله: (زيادة على عشر دول تحارب الحوثي ولم تصل إلى ما تريد)
يريد أن يقول أن التحالف تأخر في القضاء على الحوثة، وهذا دليل على قوة الحوثة وبالتالي صحة الفتوى بعدم مقاومتهم.

والجواب عن هذا الكلام من وجوه:
الأول: لا يوجد تأخير ولله الحمد لأن التحالف بقيادة المملكة لا يستخدم أساليب الحوثة القذرة حيث يدمرون كل شيء، ولو استخدمها لمسح مدن بأكملها، لكنه لا يصنع هذا جزاه الله خيرا، بل يضرب المواقع العسكرية بدقة متناهية، شهد بهذا العدو قبل الصديق، إلا أنت وأمثالك من المخذلة الخونة.

ثانيا: هذا التأخير الذي تتهم به التحالف من أعظم أسبابه أنت أيها المخذل وأمثالك، فقد بذلتم جهدا واسعا في التخذيل وزرع بذور الشر ومخالفة العلماء وولاة الأمر، فكل المناطق التي أخذت بفتواكم في ترك الجهاد سقطت وضاعت ولا زالت، وقد أنطقك الله الذي أنطق كل شيء فقلت:
(كان اليمن سيضيع من شرقه إلى غربه ومن شماله إلى جنوبه)

ولو أنهم أخذوا بفتوى الأكابر وصدقوا في ذلك لأيدهم الله بنصره كما أيد عدن وغيرها بنصره.
قال الله تعالى: (إن تنصروا الله ينصركم ويثبت أقدامكم)
وقال تعالى: (فإذا عزم الأمر فلو صدقوا الله لكان خيرا لهم)

ثالثا: التحالف لا يحارب الحوثة فقط، وإنما يحارب دول الكفر كلها فهل تعلم هذا أيها المغفل؟!

واعلم أخي القارئ الكريم أن ابن مرعي بهذا الكلام يريد  تصحيح فتواه البائرة بعدم الجهاد، ولهذا تراه لا يذكر مسمى الجهاد ولا يذكر العلماء الكبار الذين أفتوا بذلك، فتنبه لمكره!
وإلا فأولى الناس بالشكر فيما نحن فيه العلماء الكبار الذين أفتوا بجهاد الحوثة من بداية الأمر.

أخيرا أقول: يا ابن مرعي، والله إن دول التحالف أحق أن تقول لك و لأمثالك ما قلته فيها.
وحقها أن تقول: أنقذناكم على ما فيكم من بلاء وشر من تخذيل وتخاذل وخيانة ومكر ولؤم وسوء معاملة.

أنقذناكم بالرغم من أنك وأمثالك كنتم ستقدمون اليمن ومن بعدها دول الجوار للرافضة الأثني عشرية على طبق من ذهب بتلك الوثيقة التي وقعها الخائن الكبير المبتدع الضال محمد الإمام وأقررتها أنت وأمثالك، وقد بذلت جهدا واسعا أيها الخائن في تنفيذها بداية بطرد الغرباء، ثم بالتوقيع على التحذير من الشيخ هاني، ثم فتواك بعدم الجهاد ووصف القتال بأنه صراع بين عشاق الكراسي في محاضرة الحسوة، ثم نصيحتك لطلاب الدار بالرجوع إلى قراهم ولزوم الهدوء والبعد عن الفتن، ثم بهروبك أيها الجبان إلى حضرموت وتخذيلك هناك واتهامك لولي أمرنا بالخيانة، وأنت أحق بهذا الوصف، عاملك الله بعدله.

وأخيرا أقول: نكرانك للجميل ومقابلة الحسنة بالسيئة وجحدك للمعروف ليس بمستغرب منك، فقد جحدت معروف علماء كبار ومشايخ فضلاء وأنكرت جميلهم وقابلت إحسانهم إليك بالسوء والمكر بهم، ولكن كما قال الله تعالى: (ولا يحيق المكر السيئ إلا بأهله)
ولأجل أنك لا تعرف الفضل لأهل الفضل قال فيك بعض العلماء إنك خسيس أو فيك خسة.
وبهذا نعلم جميعا أن ابن مرعي قال قبحا من القول ومنكرا ولم يمتثل أمر ربه جل وعلا حيث قال: (وقولوا للناس حسنا)

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

? كتبه: أبو المنذر منير السعدي

? في يوم الإثنين الرابع من شهر صفر عام 1437

© 1439 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.