Hukum Puasa Wanita Haidh Apabila Telah Suci Sebelum Terbit Fajar

HUKUM PUASA WANITA HAIDH APABILA TELAH SUCI SEBELUM TERBIT FAJAR

Asy Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz رحمه الله

Pertanyaan: Apabila wanita yang berhaidh telah suci sebelum fajar dan mandi, bagaimana hukum (puasa) nya?

Jawaban:

Puasa wanita tersebut sah apabila ia yakin telah suci sebelum fajar terbit. Yang penting wanita itu yakin bahwa ia telah suci. Karena sebagian wanita menyangka bahwa dirinya telah suci padahal belum suci. Oleh karenanya, dahulu para wanita mendatangi ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha sambil membawa kapas sehingga mereka memperlihatkan tanda suci kepadanya. ‘Aisyah berkata kepada mereka:

“Janganlah kalian tergesa (menganggap suci) hingga melihat cairan putih.”

Maka wajib atas seorang wanita untuk tenang, tidak tergesa-gesa hingga benar-benar yakin bahwa ia telah suci.

Apabila telah suci maka ia berniat berpuasa meskipun belum mandi kecuali setelah fajar terbit. Namun wajib pula atasnya untuk tetap memperhatikan shalat, sehingga ia bersegera mandi untuk menunaikan shalat fajar (shubuh) tepat pada waktunya.

Telah sampai kepada kami bahwa ada sebagian wanita yang telah suci setelah fajar terbit dan sebelum fajar terbit, akan tetapi ia mengakhirkan mandi hingga setelah matahari terbit dengan alasan ingin mandi lebih sempurna, lebih bersih, dan lebih suci. Maka ini adalah tindakan yang salah, baik itu di bulan Ramadhan maupun di selain bulan Ramadhan. Karena yang wajib bagi wanita tersebut adalah bersegera dan mandi guna menunaikan shalat tepat pada waktunya. Kemudian ia bisa meringkasnya dengan mandi wajib saja guna menunaikan shalat. Dan bila ia suka untuk menambah bersuci dan bebersih diri setelah matahari terbit, maka tidak ada masalah baginya.

Dan semisal wanita haidh ini adalah orang yang junub dan belum mandi kecuali setelah fajar terbit. Maka tidak ada masalah baginya dan puasanya tetap sah. Seperti seorang lelaki yang mengalami junub dan belum mandi kecuali setelah fajar terbit dalam keadaan ia sedang berpuasa, maka tidak ada masalah padanya. Karena telah tsabit dari Nabi shallallahu ‘alaihi was salam bahwa beliau mendapati fajar dalam keadaan junub dari istrinya, maka ia tetap berpuasa dan mandi setelah fajar terbit. Wallahu a’lam.

Sumber: http://www.binbaz.org.sa/node/441

Alih bahasa: Syabab Forum Salafy

********************************

حكم صيام الحائض إذا طهرت قبل طلوع الفجر

إذا طهرت الحائض قبل الفجر واغتسلت فما الحكم ؟

صومها صحيح إذا تيقنت الطهر قبل طلوع الفجر ، المهم أن المرأة تتيقن أنها طهرت ؛ لأن بعض النساء تظن أنها طهرت وهي لم تطهر ، ولهذا كانت النساء يأتين بالقطن لعائشة رضي الله عنها فيرينها إياه علامة على الطهر ، فتقول لهن : (لا تعجلن حتى ترين القصة البيضاء) .

فالمرأة عليها أن تتأنى حتى تتيقن أنها طهرت فإذا طهرت فإنها تنوي الصوم وإن لم تغتسل إلا بعد طلوع الفجر ، ولكن عليها أيضاً أن تراعي الصلاة فتبادر بالاغتسال لتصلي صلاة الفجر في وقتها ، وقد بلغنا أن بعض النساء تطهر بعد طلوع الفجر وقبل طلوع الفجر ولكنها تؤخر الاغتسال إلى ما بعد طلوع الشمس بحجة أنها تريد أن تغتسل غسلاً أكمل وأنظف وأطهر ، وهذا خطأ لا في رمضان ولا في غيره ؛ لأن الواجب عليها أن تبادر وتغتسل لتصلي الصلاة في وقتها ثم لها أن تقتصر على الغسل الواجب لأداء الصلاة ، وإذا أحبت أن تزداد طهارة ونظافة بعد طلوع الشمس فلا حرج عليها .

ومثل المرأة الحائض من كان عليها جنابة فلم تغتسل إلا بعد طلوع الفجر فإنه لا حرج عليها وصومها صحيح ، كما أن الرجل لو كان عليه جنابة ولم يغتسل منها إلا بعد طلوع الفجر وهو صائم فإنه لا حرج عليه في ذلك ؛ لأنه ثبت عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه يدركه الفجر وهو جنب من أهله فيقوم ويغتسل بعد طلوع الفجر ، والله أعلم.

© 1439 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.