HUKUM MENGGAULI ISTRI KETIKA IA SEDANG MENGQADHA PUASA

HUKUM MENGGAULI ISTRI KETIKA IA SEDANG MENGQADHA PUASA

Asy Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan: Seorang suami yang menggauli isterinya sementara sang isteri sedang menunaikan qadha puasanya, apakah ia berdosa?

Jawaban: Apakah ia mengqadha dengan seizin suaminya ataukah tidak?

Penanya: Seizin suaminya wahai syaikh

Asy-Syaikh: Ya, dia berdosa karena telah merusak puasa isterinya. Namun tidak ada kaffarah atasnya dan tidak pula atas isterinya karena dia tidak sedang berpuasa.

Penanya: Akan tetapi perbuatannya itu, apakah termasuk dosa besar atau tidak?

Asy-Syaikh: Saya tidak mengetahui adanya ancaman khusus tentang orang yang melakukan perbuatan tersebut. Sedangkan dosa apabila tidak ada ancaman khusus tentangnya, maka bukanlah termasuk dosa besar.

Sumber: Silsilatu Liqa’atil Babil Maftuh < Liqa’atul Babil Maftuh (21)

Alih bahasa : Syabab Forum Salafy
————-

السؤال: الذي يجامع امرأته، وهي تقضي صيامها، هل هو آثم؟

الجواب: هل هي تقضي بإذنه أم بغير إذنه؟

السائل: بإذنه.

الشيخ: نعم، هو آثم؛ لأنه أفسد عليها صومها؛ لكن ليس فيه كفارة عليها ولا عليه؛ لأنه مفطر.

السائل: لكن فعله هل هو من الكبائر أم لا يدخل في ذلك؟

الشيخ: لا أعلم فيه وعيداً خاصاً، والذنب إذا لم يكن عليه وعيد خاص، فلا يكون من الكبائر.

المصدر: سلسلة لقاءات الباب المفتوح > لقاء الباب المفتوح [21]

الصيام > حكم القضاء
الصيام > الجماع في نهار رمضان

© 1438 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.