Hukum Mengaku Sebagai Seorang Salafy

 

mengakusalafy2

HUKUM MENGAKU SEBAGAI SEORANG SALAFY

 

Diantara Fatwa as-Syaikh Muqbil bin Hady al-Wadi’i rahimahullahu ta’ala.

Pertanyaan: “Apa hukum mengaku sebagai pengikut da’wah salafiyyah dan menyebut diri sebagai Salafy (Pengikut da’wah salaf) ?

Jawaban :

“Suatu hal yang bagus. Sama saja mau mengaku sebagai pengikut dakwah salafiyyah, ataukah pengikut sunnah”.

Sebagian orang berkata :”Jangan menisbatkan diri kepada Ahlus Sunnah, dikarenakan didapatkan adanya Ahlul Bid’ah”.

Tidak demikian. Siapakah Seorang Ahlus Sunnah ? Seorang Ahlus Sunnah adalah seorang yang konsisten dengan al-Kitab dan as-Sunnah sesuai pemahaman salafus shalih.

Sehingga sama saja, apakah engkau berkata : “Saya seorang Salafy, ataukah saya seorang Sunny. Apabila engkau termasuk seorang Ahlul Hadits, tidak mengapa engkau katakan : ” Saya seorang Muhaddits”.

Penisbatan ini tidaklah sama sebagaimana penisbatan hizbiyyin. “Saya seorang Ikhwani” (pengikut ikhwanul muslimin)”. Kepada siapa engkau menisbatkan diri ? ternyata kepada Hasan al-Banna.

“Saya seorang Tablighi” (pengikut jama’ah tabligh). Kepada siapa engkau menisbatkan diri ? ternyata kepada Muhammad Ilyas.

“Saya seorang Syi’i “(pengikut syiah). Kepada siapa engkau menisbatkan diri ? Mereka menjawab : “Kepada Ali bin Abi Thalib”. Ini tidaklah benar, bahkan kalian menisbatkan diri kepada Abdullah bin Saba’. Benar, kalian adalah orang-orang yang menisbatkan diri kepada Abdullah bin Saba’, janganlah kalian mendzhalimi Ali .

Demi Allah wahai ikhwan sekalian, mereka (Syi’ah Rafidhah) telah mendzhalimi Ali, sungguh mereka telah mendzhaliminya.

Saya pernah membaca sebuah kitab “ar-Risalah al-Wazi’ah Lil Mu’tadin ‘an Sabbi Shahabati Sayyidil Mursalin”. Didalamnya disebutkan bahwa Ilmu Tasawwuf dinisbatkan kepada Ali. Demikian pula Khawarij, ilmu mereka dinisbatkan kepada Ali. Terus (jika demikian) atas dasar apa Ali memerangi Khawarij, dan mereka memerangi Ali wahai orang-orang yang dungu ?. Demikian pula, mereka katakan bahwa ilmu mu’tazilah diambil dari Ali. Bahkan mereka sebutkan beberapa cabang ilmu lainnya juga diambil dari Ali, bahkan Ilmu Nahwu. Kita tidak temukan adanya sanad shahih yang menyebutkan bahwa Ilmu Nahwu dinisbatkan kepada Ali.

Kita sebutkan ini bukan karena dengki kepada Ali radhiyallahu ‘anhu yang telah Allah anugerahkan kepada beliau pemahaman yang lurus dan pemikiran yang cemerlang. Bahkan Allah telah karuniakan kepadanya keutamaan yang banyak.

Tidak sama dengan cara pandangnya orang-orang Syia’h : “Ali adalah manusia terbaik, barangsiapa yang tidak mengakuinya maka dia telah kafir”. al-Hafidz Ibnu Katsir rahimahullah berkata dalam Kitab al-Bidayah wa an-Nihayah :  “Ucapan palsu, semoga Allah memburukkan seorang rafidhah yang telah memalsukannya”.

Diambil dari kaset “al-Qaul an-Naqy Fii Ma’na Salafy”.

Faedah dari: Al Ustadz Hamzah Rifai La Firlaz Hafizhahullah

 

Sumber audio bisa di download disini

 

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * 

 

مت فتاوى الشيخ مقبل بن هادي الوادعي رحمه الله

السؤال : ما حكم الإنتساب إلى السفلية والتسمي بها ؟

الإجابة:
أمر طيب ؛ سواء انتسبت إلى السلفية أم إلى السنة ، بعض الناس يقول : لا تنتسب إلى أهل السنة لأن وُجد مبتدعة ، لا ، من هو السني ؟ ، هو : الذي يلتزم بالكتاب والسنة على فهم السلف الصالح ، فسواء قلت : أنا سلفي أو سني ، وإن كنت من أهل الحديث وقلت : أنا محدث ، أمر طيب .
وهذه النسبة ليست كنسبة الحزبيين ، أنا إخواني ! إلى من تنتسب ؟ إلى حسن البنا !!! .
أنا تبليغي ! ، إلى من تنتسب ؟ ، إلى محمد إلياس !!! .
أنا شيعي ! ، إلى من تنتسب ؟ ، قالوا : إلى علي ابن أبي طالب ! ، لا ، أنتم تنتسبون إلى عبدالله بن سبأ ، صحيح أنكم تنتسبون إلى عبدالله ابن سبأ لا تظلموا علياً ، والله يا إخوان يظلمون علياً ، يظلمونه !! ، أنا قرأت في كتاب اسمه < الرسالة الوازعة للمعتدين عن سب صحابة سيد المرسلين > فيها أن علم التصوف منسوب إلى علي ! ، وأن الخوارج علمهم منسوب إلى علي ! ، فإلى أي شيء قاتلهم علي وقاتلوه يامغفلون ؟!! ، وأن المعتزلة علمهم مأخوذ عن علي ! وهكذا أيضاً ذكروا بقية العلوم حتى النحو ، ولم نرى سنداً صحيحاً يذكر أن علم النحو ينتسب إلى علي ، ولسنا نحسد علياً على ما أعطاه الله من الفهم الصائب أي الثاقب ، والرأي الصائب ، بل ما أعطاه الله من الفضائل ، غير ترهات الشيعة : علي خير البشر فمن أبى فقد كفر !! ، قال الحافظ ابن كثير في < البداية والنهاية > : موضوع قبح الله رافضياً وضعه .
Small black square من شريط : ( القول النقي في معنى سلفي ) .

لسماع الفتوى صوتياً :

Sumber: http://www.muqbel.net/files/fatwa/muqbel-fatwa3543.mp3

© 1438 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.