HUKUM MENEMPELKAN MATA KAKI DENGAN MATA KAKI DALAM SHALAT

HUKUM MENEMPELKAN MATA KAKI DENGAN MATA KAKI DALAM SHALAT

๐Ÿ“ช Pertanyaan:

ุฃุฑุฌูˆ ู…ู† ูุถูŠู„ุชูƒู… ุจูŠุงู† ุงู„ุญูƒู… ุงู„ุดุฑุนูŠ ุงู„ุตุญูŠุญ ู„ู…ู„ุงุตู‚ุฉ ุงู„ุฃุฑุฌู„ ู…ุน ู…ู† ูŠุฌุงูˆุฑ ุงู„ู…ุตู„ูŠุŸ

Saya mengharapkan dari yang mulia penjelasan hukum syarโ€™i yang benar tentang merapatkan kaki dengan orang yang bersebelahan dengan orang yang shalat?

๐Ÿ” Jawaban:

ูƒุงู† ุงู„ุตุญุงุจุฉ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ู… ุฅุฐุง ู‚ุงู…ูˆุง ููŠ ุงู„ุตู ูŠู„ุตู‚ ุฃุญุฏู‡ู… ูƒุนุจู‡ ุจูƒุนุจ ุตุงุญุจู‡ุŒ ูˆู…ู†ูƒุจู‡ ุจู…ู†ูƒุจู‡ ูˆุฐู„ูƒ ู„ุบุฑุถูŠู†:

Dahulu para sahabat radhiyallahu โ€˜anhum jika berdiri dalam shaf, salah seorang mereka menempelkan mata kakinya dengan mata kaki teman sebelahnya, menempelkan lengan bahunya dengan bahu temannya, yang demikian itu karena ada dua tujuan:

ุงู„ุบุฑุถ ุงู„ุฃูˆู„: ุชุญู‚ูŠู‚ ุงู„ู…ุณุงูˆุงุฉ.
ูˆุงู„ุบุฑุถ ุงู„ุซุงู†ูŠ: ุณุฏ ุงู„ูุฑุฌ.

โ— Tujuan pertama: Agar shaf betul-betul lurus

โ— Tujuan kedua: Menutup celah.

ูˆู„ูŠุณ ุฅู„ุตุงู‚ ุงู„ูƒุนุจ ุจุงู„ูƒุนุจ ู…ู‚ุตูˆุฏุงู‹ ู„ุฐุงุชู‡ุŒ ุจู„ ู‡ูˆ ู…ู‚ุตูˆุฏ ู„ุบูŠุฑู‡ุŒ ูˆู‡ูˆ ุชุญู‚ูŠู‚ ุงู„ู…ุณุงูˆุงุฉ ูˆุงู„ุชุฑุงุต.

Dan bukannya merapatkan mata kaki dengan mata kaki itu adalah tujuan utama, akan tetapi dilakukan itu karena ada maksud lain, yaitu agar barisan (shaf) bisa lurus dan rapat.

ูˆุจู†ุงุกู‹ ุนู„ู‰ ุฐู„ูƒ: ูŠุชุจูŠู† ุฃู† ู…ุง ูŠูุนู„ู‡ ุจุนุถ ุงู„ู†ุงุณ ุงู„ุขู† ู…ู† ูƒูˆู†ู‡ ูŠูุฑุฌ ุจูŠู† ุฑุฌู„ูŠู‡ ูˆูŠุญู†ู ุงู„ุฑุฌู„ ู…ู† ุฃุฌู„ ุฃู† ุชุชู„ุงุตู‚ ุงู„ูƒุนุงุจ ู„ุง ุฃุตู„ ู„ู‡

Berdasarkan hal ini, menjadi jelaslah bahwasanya apa yang dilakukan sebagian orang sekarang, tatkala ia mengangkang kedua kakinya dan mencondongkan kaki demi untuk menempelkan mata kaki-mata kaki itu tidak ada asalnya.

Maka para sahabat itu dulu tidaklah mengatakan:

ูƒุงู† ุงู„ุฑุฌู„ ูŠูุฑุฌ ุจูŠู† ุฑุฌู„ูŠู‡ ุญุชู‰ ูŠู…ุณ ูƒุนุจ ุตุงุญุจู‡

Dahulu seorang itu merenggangkan kedua kakinya sehingga mata kakinya menyentuh mata kaki temannya

Bahkan mereka mengatakan:

ุฅู†ู‡ู… ูŠุชุฑุงุตูˆู† ุญุชู‰ ุฅู† ุฃุญุฏู‡ู… ู„ูŠู…ุณ ูƒุนุจู‡ ูƒุนุจ ุตุงุญุจู‡

Sesungguhnya mereka merapatkan (badan) sampai mata kaki menempel dengan mata kaki temannya

ู„ูƒู† ุจุนุถ ุงู„ู†ุงุณ ู„ุง ูŠุชุฃู†ู‰ ููŠ ูู‡ู… ุงู„ู†ุตูˆุต ุญุชู‰ ูŠุนุฑู ุงู„ู…ุฑุงุฏุŒ ูˆุฅู„ุง ูู„ุง ูŠู…ูƒู† ุฃู† ูŠุฏุนูŠ ุฃุญุฏ ุฃู† ุงู„ู…ุนู†ู‰: ุฃู† ุงู„ุฑุฌู„ ูŠูุฑุฌ ุฑุฌู„ูŠู‡ุŒ ูˆูŠุจู‚ู‰ ุฃุนู„ู‰ ุงู„ุจุฏู† ู…ุชุจุงุนุฏุงู‹ุŒ ู‡ุฐุง ุบูŠุฑ ู…ู…ูƒู†ุŒ ูˆู„ุง ุฃุญุฏ ูŠู‚ูˆู„ ุจู‡ุฐุง

Akan tetapi sebagian manusia tidak cermat dalam memahami nash-nash hingga ia bisa memahami yang diinginkan (syariat). Kalau tidak, maka tidak mungkin ada seorang mengaku kalau makna haditsnya adalah kalau seorang itu mesti mengangkang kedua kakinya, dan membiarkan badan bagian atas berjauhan, ini tidak mungkin, tidak seorangpun yang berkata demikian

***

Download Audio di Sini

๐Ÿ“š Sumber :ย http://binothaimeen.net/content/1489

© 1438 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.