HUKUM MEMUKUL REBANA DALAM MASJID

HUKUM MEMUKUL REBANA DALAM MASJID

Asy-Syaikh Muqbil bin Hady al-Wadi’i rahimahullah

Pertanyaan:

هل يجوز ضرب الدف في المسجد؟

Apakah boleh memukul rebana dalam masjid?

Jawaban:

الصوفية هم الذين يضربون الدفوف في المساجد على أنه عبادة، وهم يعتبرون مبتدعة

Kaum sufi merekalah yang memukul rebana-rebana dalam masjid-masjid dengan niat beribadah. Dan mereka tergolong para ahli bid’ah.

Dan Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“إنما بنيت المساجد لذكر الله”

“Sesungguhnya masjid-masjid ini dibangun untuk mengingat Allah.”

Bahkan Allah Taala berfirman :

في بُيُوتٍ أَذِنَ اللّهُ أَن تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ

“Di dalam rumah-rumah yang Allah perintahkan untuk ditinggikan dan disehut nama-Nya di dalamnya.” (QS. An-Nuur 36)

Dan Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda terhadap orang yang mencari barang hilangnya di masjid:

لا ردها الله عليك

“Semoga Allah tidak mengembalikan Barang hilangmu.”

Beliau juga bersabda:

إذا رايتم الرجل يبيع أو يبتاع في المسجد فقولوا : لا أربح الله تجارتك

Jika engkau melihat ada seorang yang menjual atau membeli (barang) di masjid, maka katakanlah oleh kalian: “Semoga Allah tidak memberikan keuntungan pada jualanmu.”

ومع هذا لو رايت شخصاً يفعل هذا فسأمنعه ولا أقره لكن من باب تعظيم شعائر الله ، وإلا فلا أستطيع أن أقول إنه محرم إذا كان من باب العادات

Bersamaan dengan itu, seandainya aku melihat seseorang yang melakukan hal itu, maka aku akan mencegahnya, dan aku tidak akan menyetujuinya, akan tetapi karena alasan mengagungkan syi’ar-syiar Allah. Hanya saja aku tidak bisa mengatakan itu haram hukumnya, jika memang hal itu adalah adat.

وقد أنكر ابن القيم على الصوفية عند أن رآهم في الحرم وفي مسجد الخيف وفي عرفات ، فقيض الله له أناساً من أهل السنة وفرقهم لأنهم كانوا يضربون بالدف في أيام الحج

Dan Ibnul Qoyyim rahimahullah telah mengingkari kaum sufi tatkala beliau melihat mereka di tanah Haram dan di masjid Khaif di Arafah. Lalu Allah membangkitkan beberapa orang Ahlussunnah dan membubarkan mereka. Karena mereka ketika itu memukul rebana di hari-hari musim haji.

والحمد لله فقد وجدناهم في الحرم يرقصون وهيأ الله من يوقفهم عن ذلك

Dan segala pujian milik Allah, kami pun pernah mendapati mereka di tanah Haram sedang menari, lalu Allah juga membangkitkan orang-orang yang menghentikan mereka dari menari.

[Gharah Al-Asyrithah 2/84]

┈┈••••❁❁••••┈┈

Link Download (Audio)

Sumber : http://www.muqbel.net/fatwa.php?fatwa_id=3986

© 1440 / 2018 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.