HUKUM MEMBIARKAN KESALAHAN ORANG YANG MENYIMPANG KARENA KHAWATIR PERPECAHAN

HUKUM MEMBIARKAN KESALAHAN ORANG YANG MENYIMPANG KARENA KHAWATIR PERPECAHAN

Asy-Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad Al-Badr hafizhahullah ditanya:

Apa nasihat anda, hafizhakallah- kepada orang yang mengatakan: Membantaah orang yang menyimpang itu akan menyebabkan perpecahan diantara kaum muslimin. Akan tetapi wajib mendiamkan kesalahannya, sehingga terjaga persatuan kaum muslimin?

Beliau menjawab: Ini tidak benar, ini batil, bahkan namanya kesalahan itu mesti dijelaskan dan diterangkan, tidak boleh dibiarkan.

Dan adapun masalah membiarkan (kesalahan) karena hal ini bisa menyebabkan perpecahan, bahkan perpecahan itu terjadi karena sebab penyimpangan dan keluar dari jalan yang benar.

Maka yang wajib adalah menjelaskan kebenaran dan membantah ahlul batil.
Jika yang melakukan kesalahan adalah bukan ahlul bid’ah, akan tetapi dia itu seorang ahlussunnah, dan mengalamai kesalahan, maka dia mesti dinasihati dan diperlakukan dengan lembut. Karena tujuannya adalah memperbaiki.

***

Sumber: Syarh sunan Abi Dawud Al-Allamah Al-Abbad kaset 338 menit ke 12:24.

Channel Telegram Fatawa Ahlil Ilmi Ats-Tsiqaat


⚠?حكم السُّكوتِ على خَطأ المخالِف
خَشْيةَ الفُرْقَة!

?سئـــل الشيخ عبد المحسن العبَّاد البدر حفظه الله

ما نصِيحتُك – حفظك الله – لمن يقول : الردُّ على الْمُخالِف يُسبِّب الفُرْقَة بين المسلمِين َ؛ ولكن الواجِب السُّكوتُ على الخطأ ؛ حتَّى تجتمِعَ كلمةُ المسلمِين؟

?فأجـــــــ قائلا ــــــــــاب 😕

هذا غيرُ صحيح! هذا باطل! بل الخطأ -يعني- يُبيَّن ويُوضَّح ، ولا يُترَك .

وأمَّا قضية التَّرك من أجل أن هذا يُسبِّب فُرقَة ؛ بل الفُرقَة حصلت بالمخالفات والخروج عن الجادَّة ِ؛ فالواجب هو بيان الحق ِ والردُّ على الْمُبطِل .

وإذا كان الذي حصل منه الخطأ ليس من أهل البدع؛ وإنما هو من أهل السُّنَّة – وحصل الخطأ – فإنَّه يُناصَح ويُرفَق بِه ؛ لأنَّ المقصود هو الإصلاحُ.

?المصدر:شرح سنن أبي داود للعلامة العباد【الشريط: 338/ الدقيقة:12:24】

© 1438 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.