Hukum Berdzikir Atau Bersholawat Atas Nabi Pada Saat Khutbah Jum’at Berlangsung

HUKUM BERDZIKIR ATAU BERSHOLAWAT ATAS NABI PADA SAAT KHUTBAH JUM'AT BERLANGSUNGHUKUM BERDZIKIR ATAU BERSHOLAWAT ATAS NABI PADA SAAT KHUTBAH JUM’AT BERLANGSUNG

Asy Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin -Rahimahullohu-

Pertanyaan: Fadhilatusy Syaikh. Ada seorang yang ia berdzikir, bersholawat atas Nabi atau mengamini do’a. Apakah ini termasuk berbicara ketika khutbah?
Apa yang disyari’atkan bagi ma’mum dan apa yang tidak disyari’atkan (ketika khutbah berlangsung -pent)?

Jawaban :

Ini bukan termasuk berbicara, dikarenakan Nabi -Sholallohu ‘alaihi wassalam- mempermisalkan kepada kita dengan ucapan yang memiliki kesan dan pengaruh.

Beliau bersabda :

((إذا قلت لصاحبك))

“Apabila engkau berkata kepada temanmu.”

Dan engkau tidak berkata kepada temanmu, engkau sedang berdzikir kepada Alloh -‘Azza wa Jalla-.

Apabila disebut nama Alloh ketika khutbah, engkau mengatakan : “Subhanahu” atau disebut nama Rasul-Nya -Sholallohu ‘alaihi wassalam- engkau mengatakan :

“Allohumma Sholli ‘alaihi” atau disebutkan balasan, pahala engkau mengatakan : “Asalulloha min fadhlihi” disebutkah hukuman, siksa engkau mengatakan : “Audzu billah”

Maka ini bukan termasuk perkataan yang dilarang.

Namun, apakah ini disunnahkan bagi seseorang untuk mengucapkannya atau tidak?

Saya memandang, ini tidak mengapa untuk mengucapkannya. Ini juga termasuk yang bisa menghadirkan hati seseorang, memperhatikan apa yang disampaikan oleh imam, berbeda dengan orang yang lalai (tidak memperhatikan khutbah -pent).

Akan tetapi dengan syarat : Tidak mengganggu orang yang di sekitarnya.

Sumber: Silsilah Liqo Syahri (Liqo 69).

Alih bahasa : Ibrohim Abu Kaysa

© 1438 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.