HUKUM BERBUKA DALAM SAFAR DENGAN KENDARAAN YANG NYAMAN

HUKUM BERBUKA DALAM SAFAR DENGAN KENDARAAN YANG NYAMAN

Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah

Pertanyaan:

من سافر بوسائل النقل المريحة هل يشرع له الفطر في رمضان؟

Seorang yang bepergian dengan sarana transportasi yang nyaman, apakah dia disyariatkan untuk berbuka di bulan Ramadhan?

Jawaban: Allah Ta’ala berfirman:

وَمَنْ كَانَ مَرِيضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ

“Maka barang siapa diantara kalian yang sakit atau bepergian, maka (dia boleh tidak berpuasa) dan menggantikan puasanya di hari-hari lainnya.” (QS. Al-Baqarah 183)

فأباح الله الفطر في  السفر إباحة مطلقة

Maka Allah membolehkan berbuka dalam safar secara mutlak, dan Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

إن الله يحب أن تؤتى رخصه كما يكره أن تؤتى معصيته

“Sesungguhnya Allah itu cinta untuk ditunaikan rukhshah-rukhshah (keringanan) dari Nya, sebagaimana Dia benci untuk dilakukan maksiat kepada Nya.”

والفطر في السفر سنة كما فعل ذلك النبي صلى الله عليه وسلم وأصحابه رضي الله عنهم،

Maka berbuka dalam safar itu sunnah, sebagaimana Nabi -ﷺ- melakukannya dan juga para sahabat beliau radhiyallahu ‘anhum.

ولكن إذا علم بأن فطره في السفر سيثقل عليه القضاء فيما بعد، ويكلفه في المستقبل، ويخشى أن يشق عليه فصام ملاحظة لهذا المعنى فذلك خير، ولا حرج فيه سواء كانت وسائل النقل مريحة أو شاقة لإطلاق الأدلة. والله الموفق.

Akan tetapi jika seorang muslim itu tahu, kalau dia berbuka dalam safar, akan berat baginya mengqadha (mengganti) puasanya di waktu setelahnya, dan akan membebaninya di waktu yang akan datang, dikawatirkan akan memberatkannya, maka hendaknya dia tetap berpuasa, karena mempertimbangkan hal ini, maka itu bagus. Tidak mengapa padanya (untuk berbuka), sama saja apakah sarana transportasinya itu nyaman ataukah susah, berdasarkan mutlaknya dalil.

والله الموفق.

Allah semata yang memberi taufiq.

***

Sumber: https://www.binbaz.org.sa/fatawa/477

© 1438 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.