PEMBAGIAN ISLAM MENJADI INTI DAN KULIT

PEMBAGIAN ISLAM MENJADI INTI DAN KULIT

Fatwa Asy Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali Hafizhahullah Ta’ala

Soal: Bagaimana membantah orang yang menyangka bahwa Islam terbagi menjadi lub (inti) dan qusyur (kulit)? 

[Fatawa fil Aqidah Walmanhaj (al-Halaqatul ula)]
[Mauqi’ asy-Syaikh ‘alal internet fatwa no. 13]

Jawaban: 

Ini yang dikatakan oleh mayoritas manusia dalam rangka merendahkan manhaj salaf dan meremehkan tauhid! Mereka memandang bahwa tauhid adalah qusyur (kulit agama)!

Al-Ghazali menegaskan hal ini pada muqaddimah kitabnya “As-Sunnah An-Nabawiyah Baina Ahlil Fiqh Waahli Hadits”. Dia mengatakan: ‘Mereka sibuk bergantungan (mengurusi perkara-perkara) kulit.” Dia tahu bahwa mereka berjalan di atas tauhid dan as-Sunnah. Dalam keadaan demikian, dia sifati mereka dengan sibuk bergantungan (mengurusi perkara-perkara) kulit.

Apapun keadaannya, ini adalah pembagian yang buruk, kesesatan yang jelas, dan penghinaan terhadap pokok sisi-sisi ajaran Islam! Islam seluruhnya inti. Inti dari inti agama islam adalah tauhid. Adapun selain tauhid, seluruhnya adalah inti (bukan kulit,  pen). Walhamdulillah. Kami katakan:

الْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ شُعْبَةً أَفْضَلُهَا لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الْأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ

“Iman ada tujuh puluh sekian cabang. Cabang iman yang paling utama adalah ucapan:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ

‘Tiada ilah (sesembahan) yang hak selain Allah.’ Dan cabang iman yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan.” [H.R. Al-Bukhari dan Muslim dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu]

Kita tidak boleh meremehkan sedikitpun sunnah (ajaran) Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Setiap sunnah dari sekian ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan setiap ketentuan syariat dari sekian syariatnya yang terkait dengan satu sisi dari sekain sisi kehidupan, memiliki kedudukan yang tinggi di hadapan kita. (Wajib bagi kita untuk) memuliakan dan menjunjungnya. Bahkan sufiyah, mereka memandang bahwa siapa yang melecehkan satu Sunnah  (ajaran Nabi shallallahu ‘alihi wasallam, pen) dari sekian perkara sunah/mustahabah, dia kafir.

Orang semacam ini, jika mengatakan bahwa hal tersebut adalah qusyur (kulit agama) dalam rangka menghina/melecehkan agama Islam, dia kafir.

Sumber: Fatawa Fadhilatisy Syaikh Rabi’ al-Madkhali 1/507-508 

* Alih bahasa:  Abu Bakar Abdullah bin Ali Al-Jombangi 

Santri Pondok Pesantren Darul Hadits Fiyus, Lahj, Yaman
Ghafarallahu waliwalidaihi walijami’il muslimin

Jumat, 11 Jumadats Tsaniyah 1435H

© 1438 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.