ESENSI KURBAN ITU ADALAH IBADAH DAN MENDEKATKAN DIRI KEPADA ALLAH

ESENSI KURBAN ITU ADALAH IBADAH DAN MENDEKATKAN DIRI KEPADA ALLAH

Pandangan tujuan berkurban itu adalah mengambil manfaat dengan dagingnya, maka ini adalah prasangka yang pendek yang bersumber dari kebodohan. Maka (yang benar) yang dimaksud dengan berkurban adalah mendekatkan diri kepada Allah Taala dengan penyembelihan.

Dan ingatlah firman Allah Taala:

{لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ} [الحج:37]

“Sekali-kali daging-daging dan darahnya itu tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kalianlah yang dapat mencapainya.” (QS. Al-Hajj 37)

Hanya saja saya mengingatkan hal ini, karena sebagian saudara kita yang penghiba lagi penyantun (biasa) mengirimkan uang dirham ke berbagai negeri Islam yang miskin, untuk berkurban di sana. Ini bersumber dari kebodohan, meremehkan (ilmu) dan juga pendeknya akal.

Karena hakekat tujuan berkurban itu adalah mendekatkan diri kepada Allah dengan penyembelihan. Dan jika engkau telah menyembelih maka engkau bisa bagikan kepada siapa saja yang engkau kehendaki, baik di negerimu ataupun di luar negerimu.

Adapun sebelum menyembelih, maka jangan. Janganlah engkau menyembelih kecuali di negerimu. Dan yang afdhal di rumahmu, agar keluargamu bisa menyaksikan hal itu dan mereka mengerti syiar Islam yang agung ini.

Adapun mengirim uang (keluar negeri) untuk menyembelih di sana, maka padanya akan terluput beberapa kemaslahatan, padanya akan dihadapkan bahaya.

Adapun kemaslahatan yang terluput adalah nampaknya syiar yang agung ini. Karena terkadang seiring lamanya waktu, syiar ini akan bisa dilupakan, sehingga kebiasaan mengirim uang dirham ke berbagai negeri Islam yang miskin, menjadikan negeri Islam kosong dari syiar yang agung ini.

Dan dengan itu terluput juga kalau seorang itu diperintahkan menyembelih dengan tangannya dan menyebut Nama Allah atasnya, dan ini akan terluput.

***

Sumber: Liqaa al-bab al-maftuh karya Syaikh Utsaimin 4/228.

 


المراد بالأضحية الانتفاع بلحمها، فإن هذا ظن قاصر صادر عن جهل، فالمراد هو التقرب إلى الله تعالى بالذبح، واذكر قول الله تعالى: {لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ} [الحج:37] وإنما نبهت على هذا لأن بعض إخواننا العطوفين الرءوفين صار يرسل الدراهم إلى البلاد الفقيرة الإسلامية، ليضحى بها هناك، وهذا من جهله وتقصيره وقصوره أيضاً،.

لأن الأضحية يقصد بها التقرب إلى الله بالذبح وإذا ذبحتها فأدها إلى من شئت إلى بلادك أو خارج بلادك، أما قبل الذبح فلا، لا تذبح إلا في بلدك والأفضل في بيتك ليشاهد ذلك الأهل ويعرفوا هذه الشعيرة العظيمة، أما إرسال الدراهم ليضحى بها هناك ففيه تفويت مصالح وفيه التعرض للمخاطر، أما المصالح التي تفوت فهي ظهور هذه الشعيرة العظيمة لأنه ربما على طول السنين تنسى هذه وتكون دراهم تبعث إلى البلاد الإسلامية وكذا، وتبقى البلاد الإسلامية خالية عن هذه الشعيرة العظيمة، ويفوت بها أيضاً أن الإنسان مأمور أن يذبح بيده ويذكر اسم الله عليها، وهذا يفوت.

لقاء الباب المفتوح للعثيمين (228/4)

© 1438 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.