Hukum Mengaku Sebagai Seorang Salafy

  HUKUM MENGAKU SEBAGAI SEORANG SALAFY   Diantara Fatwa as-Syaikh Muqbil bin Hady al-Wadi’i rahimahullahu ta’ala. Pertanyaan: “Apa hukum mengaku sebagai pengikut da’wah salafiyyah dan menyebut diri sebagai Salafy (Pengikut da’wah salaf) ? Jawaban : “Suatu hal yang bagus. Sama saja mau mengaku sebagai pengikut dakwah salafiyyah, ataukah pengikut sunnah”. Sebagian orang berkata :”Jangan menisbatkan diri kepada Ahlus Sunnah, dikarenakan didapatkan adanya Ahlul Bid’ah”. Tidak demikian. Siapakah Seorang Ahlus Sunnah ? Seorang Ahlus Sunnah adalah seorang yang konsisten dengan ...

Mengenal Manhaj Muwazanah

MENGENAL MANHAJ MUWAZANAH As Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi’i rahimahullahu Diantara fatwa As Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi’i rahimahullahu ta’ala Pertanyaan: Apakah yang dimaksud dengan Manhaj Muwazanah antara kebaikan dan keburukan, siapakah orang yang pertama kali menyerukannya, dan apa yang termasuk bagian darinya ? Jawaban: “Sebagian orang telah memahami bahwa dirinya termasuk seorang yang Majruh (dijauhi), kemudian mereka ingin menutup-nutupi dirinya yang tercela”. Saya katakan : “Seorang Mubtadi’ Sesat, janganlah engkau menyebutkan kebaikan-kebaikannya dan tidak ada kemuliaan baginya, demikian ...

SILSILAH ALLAMANI IMAM JARH WAT TA’DIL (bagian ke 2) – Asy-Syaikh Ahmad Bazmul Hafizhahullah-

SILSILAH ALLAMANI IMAM JARH WAT TA’DIL Asy-Syaikh Ahmad Bazmul -hafizhahullah- 11. “Imamul Jarh wat Ta’dil Rabi’ Al-Madkhaly mengajarkan kepadaku dengan perkataan dan perbuatan beliau agar: semangat untuk bersatu di atas kebenaran dan menghilangkan perpecahan dan perselisihan dari kebenaran.” 12. “Imamul Jarh wat Ta’dil Rabi’ Al-Madkhaly mengajarkan kepadaku dengan perkataan dan perbuatan beliau agar: semangat menunjukkan kebenaran kepadanya manusia selama mampu.” 13. “Imamul Jarh wat Ta’dil Rabi’ Al-Madkhaly mengajarkan kepadaku dengan perkataan dan perbuatan beliau: agar aku mencintai Salafiyun yang jujur di mana ...

Pelajaran Dari Sebuah Kisah

PELAJARAN DARI SEBUAH KISAH Syaikh kami Abu Muhammad sholah kentusy -hafizahullah wa ro’aah- di salah satu dars ushul alfiqhnya  dalam pembahasan “ijma'”(kesepakatan ulama mujtahidin setelah meninggalnya rosulullah) menyebutkan sebuah kisah -yang mudah mudahan kita bisa mengambil beberapa pelajaran darinya-, kisahnya sebagai berikut: Asy syaikh alallamah muqbil bin hady -rohimahullah- di salah satu durus ‘aamah di tanya oleh salah seorang hadirin dalam majlis tersebut tentang hukum sebuah permasalahan fiqhiyah, lalu beliau menjawab: hukum permasalahan ini begini dan begini. Dan hadir ...

Menjawab Syubhat: “Tidak Ada Orang Yang Selamat Dari Kritikan Mereka”

FAWAID MANHAJIYYAH DARI ASY-SYAIKH AHMAD BAZMUL HAFIZHAHULLAH PERTANYAAN KEDELAPAN Oleh: Asy Syaikh Ahmad Bazmul Hafizhahullah Muncul beberapa kesalahan dari beberapa pemuda yang menampilkan diri untuk berdakwah. Ketika dibantah oleh salah seorang saudaranya, mereka mengatakan, “Kalian tidak menyisakan seorang pun (kecuali dibicarakan kesalahannya). Kalian ingin agar hanya diri kalian yang ada di medan (dakwah) ini.” Alih-alih menerima kebenaran, mereka justru mencerca salafiyin. Asy-Syaikh Ahmad Bazmul hafizhahullah wa ra’ahu menjawab sebagai berikut. Ya. Hal ini termasuk dalam pembahasan yang telah aku ...

Benarkah Dakwah Salafiyyah Dakwah yang Keras dan Ekstrim?

Pertanyaan diajukan kepada   Asy Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhaly Hafidzahullahu Wa Ro’aahu. Pertanyaan : “ Telah muncul suatu kaedah baru yang bertujuan menjauhkan kaum muslimin dari Ahlul Ilmi (Ulama’), yaitu metode yang mengklasifikasikan Ulama menjadi dua jenis. Ada Ulama yang Mutasahil (bermudah-mudahan) dan ada juga Ulama yang Mutasyadid (ekstrim). Terkadang mereka katakan bahwa Ulama di daerah ‘ini’ Mutasyaddid dan Ulama di daerah ‘itu’ Mutasahil. Bagaimanakah Arahan Anda tentang hal ini ? Asy Syaikh Rabi’ Menjawab Hafidzahullahu Ta’ala : ...

SILSILAH ALLAMANI IMAM JARH WAT TA’DIL (bagian ke 1) – Asy-Syaikh Ahmad Bazmul Hafizhahullah-

SILSILAH ALLAMANI IMAM JARH WAT TA’DIL Asy-Syaikh Ahmad Bazmul -hafizhahullah- 1.”Imamul Jarh wat Ta’dil Rabi’ Al-Madkhaly mengajarkan kepadaku dengan perkataan dan perbuatan beliau: agar aku tunduk kepada kebenaran dan meninggalkan kebathilan tanpa rasa berat sama sekali” 2.”Imamul Jarh wat Ta’dil Rabi’ Al-Madkhaly mengajarkan kepadaku dengan perkataan dan perbuatan beliau: agar tegar di atas As-Sunnah dan Manhaj Salaf, serta tidak goncang atau sempoyongan secara umum, dan di zaman fitnah secara khusus” 3.”Imamul Jarh wat Ta’dil Rabi’ Al-Madkhaly mengajarkan kepadaku dengan ...

Jawaban Syubhat Tahdzir Hanya Hak Ulama?

FAWAID MANHAJIYYAH DARI ASY-SYAIKH AHMAD BAZMUL HAFIZHAHULLAH PERTANYAAN KELIMA: Apa pendapat Anda tentang orang yang mengatakan bahwa kesalahan itu tidak dibantah kecuali oleh ulama? Asy-Syaikh Ahmad Bazmul hafizhahullah wara’aah menjawab; Kaidah ini tidak ada dalilnya. Termasuk manhaj salaf –semoga Allah meridhai mereka- dan termasuk amalan mereka, (bahkan kami mengetahui bahwa) mereka mengingkari perkara ini. Ibnu Mas’ud a ketika didatangi Abu Musa al-Asy’ari a, saat itu Abu Musa baru saja melihat orang-orang yang berhalaqah (dzikir berjamaah), dan Abu Musa melihat suatu ...

Kapan Seorang di Katakan Keluar dari Manhaj Salaf dan di Hukumi Dia bukan Salafy?

Pertanyaan: kapan seorang di katakan keluar dari manhaj salaf dan di hukumi dia bukan salafi? Jawab: Ini telah  di jelaskan ahulul ilmi., mereka memasukkan ke dalam buku buku mereka dan nasihat mereka, dan di kumpulkan di manhaj mereka. Yaitu seorang keluar dari salafiyah jika menyelisihi usul asas dasar dari usul usul ahlu sunnah. Dan telah tegak baginya hujjah dan dia tidak mau rujuk.. maka seperti ini keluar dari salafiyah.. Begitu juga mereka menyebutkan [para ahulul ilmi pnt] begitu di dalam ...

Apakah Wajib Memberikan Nasehat untuk Orang yang Melakukan Kesalahan di Depan Umum Sebelum dia di Bantah

Fawaid Manhajiyyah dari asy-Syaikh Ahmad Bazmul hafizhahullah Pertanyaan Ke Empat Pertanyaan: Apakah nasihat itu wajib (diberikan kepada orang yang melakukan kesalahan di hadapan publik) sebelum ia dibantah? Jawaban; Asy-Syaikh Ahmad Bazmul hafizhahullah wara’aah menjawab, Ahlul ‘ilmi menjelaskan bahwa bila orang yang melakukan kesalahan dan kesalahan tersebut (dilakukan) terang-terangan, nampak (di hadapan manusia), dan jelas, orang/kesalahan tersebut dibantah (dijelaskan kesalahannya) dan tidak disyaratkan harus ada nasihat sebelumnya. Bila nasihat ini mudah/mungkin disampaikan, yang demikian ini baik untuk dilakukan. Namun bila ...

© 1439 / 2018 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.