WAJIB BERPEGANG DENGAN KEBENARAN DAN TIDAK TAKLID (MEMBEBEK) PADA SIAPAPUN

WAJIB BERPEGANG DENGAN KEBENARAN DAN TIDAK TAKLID (MEMBEBEK) PADA SIAPAPUN Asy-Syaikh Shalih Fauzan bin Abdillah al Fauzan -hafizhahullah- Pertanyaan: Sebagian orang -semoga Allah memberi hidayah kepada mereka- sangat mengkultuskan beberapa pihak dan mereka sangat fanatik kepada pendapat-pendapatnya. Bagaimana nasihat Anda untuk mereka? 🔓 Jawaban: Yang wajib adalah mengikuti al-haq di manapun berada, bukan mengikuti pribadi tertentu yang menyelisihi al-haq. Berkata Imam Ahmad rahimahullah: عجبت لقوم عرفوا الإسناد وصحته ، يذهبون إلى رأي سفيان ، والله تعالى يقول Saya sangat ...

TIDAKLAH MEMBENCI JARH WAT TA’DIL MELAINKAN ORANG YANG BERPENYAKIT

TIDAKLAH MEMBENCI JARH WAT TA’DIL MELAINKAN ORANG YANG BERPENYAKIT Raihanah negeri Yaman asy-Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi’i rahimahullah ta’ala berkata: 💥 Orang yang meninggalkan (membenci) jarh wat ta’dil, berarti dia meninggalkan (membenci) sunnah. Apabila di sana tidak ada jarh dan ta’dil, maka ucapan da’i yang menyeru kepada Allah, yang alim, yang mulia adalah semisal ucapan ‘Ali ath-Thanthawi, atau seperti ucapan Mahmud ash-Shawaf, atau seperti ucapan Muhammad al-Ghazali, atau seperti ucapan syi’ah rafidhah, atau seperti ucapan seorang sufi Hasan ash-Shaqqaf. ...

ORANG-ORANG YANG LEMBEK MANHAJNYA PALING BERBAHAYA TERHADAP DAKWAH SALAFIYYAH

ORANG-ORANG YANG LEMBEK MANHAJNYA PALING BERBAHAYA TERHADAP DAKWAH SALAFIYYAH Asy-Syaikh Rabi’ bin Hady al-Madkhaly hafizhahullah berkata: الآن بعض الناس ينتسبون للدعوة السلفية، لكنهم عندهم منهج تمييعي، وهؤلاء مثل الواقفة أخطر المبتدعة على المنهج السلفي. “Sekarang ini sebagian orang ada yang mengaku mengikuti dakwah Salafiyyah, namun pada mereka terdapat manhaj tamyi’iy (yang suka melembekkan atau menggembosi), dan mereka ini seperti kelompok Waqifah [1] yang merupakan ahli bid’ah yang paling berbahaya terhadap manhaj salaf.” *** 📚 Adz-Dzari’ah Ila Bayani Maqashid Kitab ...

TIDAK BOLEH MENYIKAPI KESALAHAN AHLUS SUNNAH SEPERTI TERHADAP AHLI BID’AH

TIDAK BOLEH MENYIKAPI KESALAHAN AHLUS SUNNAH SEPERTI TERHADAP AHLI BID’AH Asy-Syaikh Muhammad Bazmul hafizhahullah Kesalahan harus dibantah dan tidak boleh diterima, siapapun yang melakukannya. Tetapi tidak sepantasnya untuk menyikapi seorang ulama Ahlus Sunnah jika dia melakukan kesalahan seperti menyikapi pengekor hawa nafsu dan ahli bid’ah yang melakukan kesalahan. Kelembutan dan sikap hikmah dibutuhkan dalam menyikapi semua orang, dan terhadap seorang ulama yang melakukan kesalahan lebih ditekankan lagi. Sebagian orang –semoga Allah memberi mereka hidayah– mencela seorang ulama besar dari ...

PERMISALAN SEDERHANA UNTUK MENJELASKAN KEBUSUKAN ORANG-ORANG YANG LEMBEK MANHAJNYA

PERMISALAN SEDERHANA UNTUK MENJELASKAN KEBUSUKAN ORANG-ORANG YANG LEMBEK MANHAJNYA Ada dua orang; Yang pertama adalah Zaid, dia seorang yang terjatuh pada sebuah bid’ah atau beberapa bid’ah dan dia mengajak orang lain agar melakukan bid’ah tersebut. Yang kedua adalah Ubaid, dia seorang yang mengingkari Zaid, membantahnya, dan mungkin mentahdzirnya. Maka datanglah orang ketiga seorang yang lembek manhajnya dengan mengerahkan pasukannya yang berkuda dan yang berjalan kaki untuk menyerang Ubaid sebagai pihak yang mengingkari Zaid tadi, dan dia pun mulai menggunakan ...

MACAM-MACAM KRITIKAN TERHADAP PEMERINTAH MENURUT SALAFIYYUN

MACAM-MACAM KRITIKAN TERHADAP PEMERINTAH MENURUT SALAFIYYUN Asy-Syaikh Muhammad Bazmul hafizhahullah berkata: “Jika engkau mengkritik pemerintah, atau seorang penanggungjawab seperti menteri, kepala daerah, atau lembaga pemerintah, maka perkaranya tidak lepas dari beberapa keadaan: Pertama: Kritikanmu benar, tetapi dilakukan tidak di hadapannya, maka kritikan semacam ini merupakan ghibah yang itu diharamkan. Kedua: Kritikanmu tidak benar, maka ini merupakan hal yang diada-adakan dan dusta, sehingga kritikan semacam ini haram. Ketiga: Kritikanmu benar dan di majelisnya, namun di hadapan orang lain, maka ini ...

MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA PADA ORANG KAFIR BISA MURTAD TANPA SADAR

MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA KEPADA ORANG KAFIR BISA MURTAD TANPA SADAR Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata: ﺃﻣﺎ ﺍﻟﺘﻬﻨﺌﺔ ﺑﺎﻷﻋﻴﺎﺩ ﻓﻬﺬﻩ ﺣﺮﺍﻡ ﺑﻼ ﺷﻚ، ﻭﺭﺑﻤﺎ ﻻ ﻳﺴﻠﻢ ﺍﻹﻧﺴﺎﻥ ﻣﻦ ﺍﻟﻜﻔﺮ؛ ﻷﻥ ﺗﻬﻨﺌﺘﻬﻢ ﺑﺄﻋﻴﺎﺩ ﺍﻟﻜﻔﺮ ﺭﺿﺎ ﺑﻬﺎ، ﻭﺍﻟﺮﺿﺎ ﺑﺎﻟﻜﻔﺮ ﻛﻔﺮ، ﻭﻣﻦ ﺫﻟﻚ ﺗﻬﻨﺌﺘﻬﻢ ﺑﻤﺎ ﻳﺴﻤﻰ ﺑﻌﻴﺪ ﺍﻟﻜﺮﺳﻤﺲ، ﺃﻭ ﻋﻴﺪ ﺍﻟﻔَﺼْﺢ ﺃﻭ ﻣﺎ ﺃﺷﺒﻪ ﺫﻟﻚ، ﻓﻬﺬﺍ ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﺇﻃﻼﻗﺎً، ﺣﺘﻰ ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻳﻬﻨﺌﻮﻧﺎ ﺑﺄﻋﻴﺎﺩﻧﺎ ﻓﺈﻧﻨﺎ ﻻ ﻧﻬﻨﺌﻬﻢ ﺑﺄﻋﻴﺎﺩﻫﻢ، ﻭﺍﻟﻔﺮﻕ ﺃﻥّ ﺗﻬﻨﺌﺘﻬﻢ ﺇﻳﺎﻧﺎ ﺑﺄﻋﻴﺎﺩﻧﺎ ﺗﻬﻨﺌﺔ ﺑﺤﻖ، ﻭﺃﻥ ﺗﻬﻨﺌﺘﻨﺎ ﺇﻳﺎﻫﻢ ﺑﺄﻋﻴﺎﺩﻫﻢ ﺗﻬﻨﺌﺔ ...

INILAH KELOMPOK HADDADIYYAH, WASPADAILAH!

INILAH KELOMPOK HADDADIYYAH, WASPADAILAH!! Asy-Syaikh Ahmad bin Mubarak bin Qadzlan al-Mazru’iy hafizhahullah ‏1-#الحدادية فرقة محدثة بدعية مخالفة لما عليه أهل السنة والجماعة في المنهج والمعاملة. 1- Haddadiyyah adalah kelompok yang diada-adakan, bid’ah, dan menyelisihi Ahlus Sunnah wal Jamaah dalam manhaj dan muamalah. ‏2-#الحدادية فرقة تندس في صفوف أهل السنة، متسترة باسم السنة والجماعة والسلفية. 2- Haddadiyyah adalah kelompok yang menyusup di barisan Ahlus Sunnah dan berkedok dengan nama as-Sunnah wal Jama’ah dan Salafiyyah. ‏3-#الحدادية فرقة تظهر وتقوى في حال ...

FATWA ORANG JAHIL TELAH MERUSAK ISLAM

FATWA ORANG JAHIL TELAH MERUSAK ISLAM al-Imam Malik bercerita: “Suatu ketika, al-Imam Malik datang menemui Rabi’ah bin Abdurrahman, lalu beliau melihatnya sedang menangis tersedu. al-Imam Malik berkata: “Apa yang membuatmu menangis? apakah ada musibah yang menimpamu?” al-Imam Rabi’ah bin Abdurrahman berkata: “(Seraya sesenggukan), tidak sama sekali. Aku menangis karena orang-orang yang tidak berilmu telah dimintai fatwanya, sehingga muncullah kerusakan besar ditengah agama Islam ini”. “Sebenarnya, sebagian orang yang telah lancang berfatwa disini, lebih pantas untuk dipenjara dibanding para pencuri”. ...

DIAM DARI MENJELASKAN AL-HAQ ITU ADALAH SYAITHAN YANG BISU

DIAM DARI MENJELASKAN AL-HAQ ITU ADALAH SYAITHAN YANG BISU Asy-Syaikh Al-Allamah Ibnu Baz rahimahullah ditanya: Saya pernah mendengar kalau seorang yang diam dari berbicara Al-Haq itu adalah syaithan yang bisu, apakah ini benar? Jawaban: Ya, ini adalah perkataan sebagian salaf. Bukan hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Hanya saja itu adalah perkataan sebagian ulama. Mereka mengatakan: “Seorang yang diam dari berbicara al-haq adalah syaithan yang bisu. Dan seorang yang berbicara dengan kebatilan adalah syaithan yang berbicara.” Maka seorang yang ...

© 1438 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.