SEMOGA ALLAH MEMBERI KALIAN “MADU”

SEMOGA ALLAH MEMBERI KALIAN “MADU” ?◆ فطوبي لمن عسّله الله ◆? عــسّلكــم الله جــميعــا . Bersabda Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam : “Jika Allah mencintai seorang hamba, maka Allah akan memberinya “madu”!  Para sahabat bertanya;  “Apa makna memberinya madu? ” Beliau menjawab: “Allah akan membukakan baginya amalan shalih sebelum matinya, kemudian Allah mematikan dirinya di atas amalan shalih tadi. (husnul khatimah-pent)” (HR. Ahmad 17819.) Al-Allamah Al-Albani rahimahullah berkata: Dan tanda diberinya “madu” ini, adalah tatkala orang-orang yg di sekitarnya ridha kepadanya. ...

MENGHADAP KHATIB KETIKA KHUTBAH ADALAH SUNNAH YANG TELAH DI TINGGALKAN

MENGHADAP KHATIB KETIKA KHUTBAH ADALAH SUNNAH YANG TELAH DI TINGGALKAN Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani رحمه الله Segala pujian kesempurnaan hanya bagi Allah Rabb semesta alam. Semoga shalawat dan salam terlimpah kepada Nabi yang mulia, Muhammad shallallahu’alaihi wasallam. Wa ba’du : Dari Muthi’ bin Al-Hakiim radhiyaallahu’anhu: ‘‘Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dahulu jika beliau naik mimbar, kami menghadapkan wajah-wajah kami kepada beliau. (Shahih, dalam As-Shahiihah no 2080) Al-Imam Al-Bukhary telah membawakan hadits ini dalam ”Bab Menghadapnya Imam kepada jamaah, dan ...

HUKUM ISBAL

HUKUM ISBAL Ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Nasim Mukhtar ibnu Rifai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, مَا أَسْفَلَ مِنَ الْكَعْبَيْنِ مِنَ الْإِزَارِ فَفِي النَّارِ “Sarung yang berada di bawah kedua mata kaki, ada di dalam neraka (kaki tersebut).” Sarung, celana, jubah, atau yang semisal, biasanya dikenakan oleh kaum musbil hingga menutupi mata kaki. Kebiasaan yang perlu dikritisi secara tinjauan syariat Islam. Mengapa hal “remeh” semacam ini dibahas? Itulah kesempurnaan ajaran Islam. Cara berpakaian pun ada aturannya. Takhrij Hadits Hadits dengan lafadz ...

KAWAN YANG TAKKAN MENJADI LAWAN

KAWAN YANG TAKKAN MENJADI LAWAN Ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Nasim Mukhtar Seorang hamba, siapapun dia, pasti membutuhkan orang lain sebagai kawan hidupnya. Karena manusia diciptakan sebagai makhluk lemah yang sangat bergantung dengan bantuan sesama. Semenjak pertama kali ia terlahir dan menghirup nafas di dunia, lalu tumbuh berkembang menuju kedewasaan hingga jasadnya terbujur kaku di liang kubur, seluruh proses kehidupan itu mesti dijalaninya bersama orang lain. Yang harus diperhatikan, kebahagiaan seorang hamba di dunia maupun di akhirat sangat erat kaitannya ...

BERJUTA CINTA DALAM BAYANG-BAYANG PEDANG

BERJUTA CINTA DALAM BAYANG-BAYANG PEDANG Ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Nasim Mukhtar Ibn Rifa’i Dari Abdullah bin Umar rahimahumullah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, بُعِثْتُ بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ بِالسَّيْفِ حَتىَّ يُعْبَدَ اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَهُ وَجُعِلَ رِزْقِيْ تَحْتَ ظِلِّ رُمْحِيْ وَجُعِلَ الذُّلُّ وَالصِّغَارُ عَلَى مَنْ خَالَفَ أَمْرِيْ وَمَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ “Aku diutus menjelang hari kebangkitan dengan pedang supaya hanya Allah semata yang di ibadahi, tiada sekutu bagi-Nya. Rezekiku diletakkan di bawah naungan pedangku. Kerendahan dan kehinaan ditetapkan bagi ...

MEMBANTAH HUJAH PRAKTIK MUT’AH

MEMBANTAH HUJAH PRAKTIK MUT’AH Ditulis oleh:  Al-Ustadz Abu Nasim Mukhtar bin Rifai عَنْ عَلِيٍّ أَنَّهُ سَمِعَ ابْنَ عَبَّاسٍ يُلَيِّنُ فِي مُتْعَةِ النِّسَاءِ فَقَالَ: مَهْلًا يَا ابْنَ عَبَّاسٍ، فَإِنَّ رَسُولَ اللهِ, نَهَى عَنْهَا يَوْمَ خَيْبَرَ وَعَنْ لُحُومِ الْحُمُرِ الْإِنْسِيَّةِ Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu pernah mendengar Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma bersikap lunak tentang praktik mut’ah atas kaum wanita. Lalu, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu pun menegur, “Hati-hati, wahai Ibnu Abbas! Sebab, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarang praktik mut’ah pada Perang Khaibar. Demikian juga, beliau ...

KESAN INDAH DALAM TEGURAN

KESAN INDAH DALAM TEGURAN Ditulis oleh: Al-Ustadz Mukhtar Ibnu Rifai Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkisah: “Seorang Arab badui datang. Ia lantas buang air kecil di salah satu sudut masjid. Orang-orang berusaha untuk menghalangi, namun Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam justru melarang mereka. Setelah ia selesai dari hajatnya, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk menyediakan seember air. Kemudian, air tersebut diguyurkan ke tempat (buang air kecil) tersebut.” Derajat Hadits Hadits di atas diriwayatkan oleh al-Imam al-Bukhari (no. 221) dan Muslim ...

KRITERIA MENJADI IMAM SHOLAT

KRITERIA MENJADI IMAM SHOLAT Ditulis oleh:  Al-Ustadz Abu Nasim Mukhtar Ibnu Rifai Sahabat mulia, Malik bin al-Huwairits radhiyallahu ‘anhu bercerita, أَتَيْنَا النَّبِيَّ, وَنَحْنُ شَبَبَةٌ مُتَقَارِبُونَ فَأَقَمْنَا عِنْدَهُ عِشْرِينَ لَيْلَةً فَظَنَّ أَنَّا اشْتَقْنَا أَهْلَنَا  وَسَأَلَنَا عَمَّنْ تَرَكْنَا فِي أَهْلِنَا فَأَخْبَرْنَاهُ وَكَانَ رَفِيقًا رَحِيمًا فَقَالَ: ارْجِعُوا إِلَى أَهْلِيكُمْ فَعَلِّمُوهُمْ وَمُرُوهُمْ وَصَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي وَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلَاةُ فَلْيُؤَذِّنْ لَكُمْ أَحَدُكُمْ ثُمَّ لِيَؤُمَّكُمْ أَكْبَرُكُمْ “Kami pernah datang menemui Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Saat itu, kami semua pemuda sebaya. Kami pun bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam selama 20 ...

Membingkai Safar Dengan Do’a

MEMBINGKAI SAFAR DENGAN DOA Ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Nasim Mukhtar Dari Abu Hurairah, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala adalah Dzat Yang Maha Baik dan Allah subhanahu wa ta’ala tidaklah menerima amalan kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala telah memerintahkan kaum mukminin sebagaimana perintah-Nya kepada segenap Rasul: ‘Wahai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal yang shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.’ (Al-Mu’minun: 51) Allah subhanahu wa ta’ala juga berfirman: ...

Mengenal Istilah dalam Ilmu Hadits

Ditulis oleh: Al-Ustadz Qomar Suaidi, Lc Berikut ini beberapa istilah hadits yang sering dipakai dalam Asy-Syariah: 1.  Mutawatir Hadits yang diriwayatkan dari banyak jalan (sanad) yang lazimnya dengan jumlah dan sifatnya itu, para rawinya mustahil bersepakat untuk berdusta atau kebetulan bersama-sama berdusta. Perkara yang mereka bawa adalah perkara yang indrawi yakni dapat dilihat atau didengar. Hadits mutawatir memberi faedah ilmu yang harus diyakini tanpa perlu membahas benar atau salahnya terlebih dahulu. 2.  Ahad Hadits yang tidak mencapai derajat mutawatir. ...

© 1439 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.