FIKIH WANITA (Hukum ar-Ruthubah)

HUKUM AR-RUTHUBAH [1] Al-Ustadzah Ummu Muhammad Saudariku muslimah, pada edisi yang lalu telah dibahas dua cairan yang keluar dari tubuh wanita, yaitu madzi dan mani. Pada edisi kali ini akan dibahas cairan yang ketiga, yaitu ruthubatu farji al-mar’ah (kelembaban pada kemaluan wanita) Penulis bawakan ringkasan tulisan Dr. Ruqayyah bintu Muhammad al-Muharib, dosen dan asisten profesor di Fakultas Tarbiah di Riyadh. Tulisan yang berjudul Hukmu ar-Ruthubah ini telah dikoreksi dan disetujui oleh asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah. Berikut penjelasan Dr. Ruqayyah Di antara masalah yang dihadapi para wanita adalah masalah thaharah (bersuci). Mereka bingung tentangnya, dan mayoritas mereka terjatuh pada waswas (keragu-raguan) ataupun kesalahan,baik karena kebodohan maupun karena ke ...

Hukum Adzan Bagi Wanita

فتاوى الإمام مقبل بن هادي الوادعي رحمه الله السؤال: هل يشرع الأذان للمرأة؟ الإجابة: لا يشرع، ولها أن تقيم لأن صوت المرأة فتنة، والله عز وجل يقول: “فلا تخضعن بالقول فيطمع الذي في قلبه مرض”. وقد قال بمشروعيته الشوكاني ومحمد صديق حسن خان وقالا: الأصل هو عموم التشريع. ولكن الصحيح أنه لا يشرع للمرأة.  Fatwa Kewanitaan Bersama Syaikh Muqbil Bin Hadi al-Wadi’iy rohimahulloh. HUKUM ADZAN BAGI WANITA Pertanyaan:  Apakah disyariatkan adzan bagi wanita? Jawaban:  Tidak disyariatkan, dan baginya (cukup ...

Kaedah-Kaedah Fiqh Pilihan

بسم الله الرحمن الرحيم KAIDAH-KAIDAH FIQH PILIHAN Kaidah: “من ترك المأمور جهلا أو نسيانًا لم تبرء ذمته إلا بفعله، ومن فعل المحظور جهلا أو نسيانًا برئت ذمته وتمت عبادته” “Barang siapa meninggalkan perkara yang diperintahkan dalam keadaan tidak tahu atau lupa, tidaklah terlepas tanggungannya kecuali dengan mengerjakannya. Dan barang siapa mengerjakan perkara yang dilarang dalam keadaan tidak tahu atau lupa terlepas tanggungannya dan sempurna ibadahnya.” Catatan Kaidah: Perkara yang diperintahkan adalah tiap perkara yang syariat ini memerintahkan untuk mewujudkannya. ...

© 1439 / 2018 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.