Wanita Haid Masuk Masjid Untuk Menimba Ilmu

FATWA KEWANITAAN BERSAMA SYAIKH MUQBIL AL-WADI’IY RAHIMAHULLAH  Pertanyaan: Apakah boleh wanita yang haidh masuk masjid untuk menimba ‘ilmu? Jawaban : Aku tidak tahu adanya larangan untuk yang demikian, dan rasul shalallahu ‘alaihi wa sallam telah berkata kepada ‘Aisyah : “Lakukanlah seperti yg dilakukan jamaah haji kecuali thowaf”. Dan beliau pun bersabda : “Sesungguhnya haidhmu bukanlah di tanganmu”. Maka di sini tidak ada yang menghalanginya untuk masuk masjid. Ada pun hadits yang menyatakan : “Aku tidak halalkan bagi wanita haidh dan junub ...

Apakah Boleh Menyekolahkan Anak Perempuan Usia 9 Tahun di Sekolah yang dicampur antara Laki-Laki dan Perempuan??.

Asy Syaikh Muhammad bin Hadi Al Madkhaly membacakan sebuah pertanyaan sekaligus menjawabnya. “Ini ada sebuah pertanyaan, disebutkan didalamnya. Aku mencintaimu karena Allah, (Syaikh menjawab Ahabbakallahul ladzi ahbabtani fiih). Apakah boleh memasukkan anak perempuan yang berumur lebih sembilan (9) tahun belajar di sekolah yang dicampur antara laki-laki dan perempuan???. Perlu diketahui bahwa  di daerah kami tidak ada sekolah yang memisahkan antara putra dan putri. Jawab : ” Saya katakan kepadanya, Tidak Boleh. Keselamatan Modal Utama itu lebih penting dibanding keuntungan ...

Hukum Mengangkat Tangan Ketika Khothib Berdoa

HUKUM MENGANGKAT TANGAN KETIKA KHOTHIB BERDOA – Bersama Samahatus syaikh Abdul Aziz bin Abdillah Bin Baaz rohimahulloh Pertanyaan: Apakah dibolehkan mengangkat kedua tangan ketika khotib berdoa di hari jumat? Karena aku dengar bahwa hal tersebut tidak boleh mengangkat tangan ketika berdoa di hari jumat. Jawaban:  Tidak pernah teriwayatkan dari nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau mengangkat kedua tangannya di dalam khutbah jumat, dan ketika sebagian sahabat melihat sebagian penguasa mengangkat kedua tangan di dalam khutbah jumat maka sahabat mengingkari ...

Membantah Syubhat “Aktif, Sibuk Mencari dan Mengorek Kesalahan Orang Lain”

FAWAID MANHAJIYYAH SYAIKH AHMAD AN NAJMI RAHIMAHULLAH Jawaban Syaikh Ahmad An-Najmy terhadap syubhat : “Di antara Ahlussunnah di saat ini ada yang aktivitas dan kesibukannya mencari dan mengorek-orek kesalahan-kesalahan, baik kesalahan-kesalahan yang ada pada tulisan-tulisan atau yang di rekaman-rekaman (kaset-kaset) kemudian dia mentahdzir pihak yang ada padanya (kesalahan-kesalahan) tersebut”. Berkata Syaikh Ahmad An-Najmy : “Ini adalah sebuah manqobah (sesuatu yang baik) bukan sesuatu yang tercela, penjagaan terhadap sunnah merupakan manqobah di kalangan salaf, ya…, para pemuda salafi memiliki kecemburuan, ...

Terjemah Surat dari asy-Syaikh Hani’ bin Buraik (dibaca dan dikoreksi asatidzah)

Surat dari asy-Syaikh Hani’ bin Buraik, yang telah dibaca oleh al-’Allamah asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah untuk Salafiyyin di Indonesia بسم الله الرحمن الرحيم Kepada saudara-saudara kami Ahlus Sunnah wal Jama’ah di Indonesia “Surat ini telah dibaca oleh Fadhilatu asy-Syaikh al-’Allamah Rabi’ bin Hadi al-Madkhali” Kami memuji Allah di hadapan kalian, Dia yang telah menyempurnakan kepada kami dan kepada kalian nikmat-nikmat-Nya, baik yang zhahir (tampak) maupun yang bathin (tidak tampak). Nikmat terbesar adalah nikmat Hidayah (petunjuk) kepada as-Sunnah dan Dakwah kepada ...

Hukuman Untuk Ahli Bid’ah, Pengikut Dan Para Pembelanya

بسم الله الرحمن الرحي Berkata Syaikhul Islam “و يجب عقوبة كل من انتسب إلى أهل البدع أو ذب عنهم أو أثنى عليهم أو عظم كتبهم أو عرف بمساعدتهم و معاونتهم أو كره الكلام فيهم أو أخذ يعتذر لهم،  بل تجب عقوبة كل من عرف حالهم و لم يعاون على القيام عليهم؛ فإن القيام عليهم من أوجب الواجبات” الفتاوى ١٣٢/٢ “dan wajib menghukum setiap orang yang menisbatkan diri kepada ahli bid’ah,  atau membela mereka,  atau memuji mereka,  atau mengagungkan kitab-kitab ...

Kisah Syaikh Rabi’ dan Pemuda Pendebat

As Syaikh Rabi’ bin Hady Al Madkhaly Hafidzahullahu mengatakan : “Seorang pemuda datang mendebatku tentang Sayyid Quthub”. Aku katakan kepadanya : “Apa yang kamu ketahui tentang Bisyr Al Marisy ?”. Si Pemuda mengatakan : “Dia menyatakan bahwa Al Qur’an adalah makhluk”. Aku katakan kepadanya : ” Bagaimana kedudukan dirinya di tengah Ummat ini ? Si pemuda menjawab : “Telah jatuh (kedudukannya)”. Aku katakan : “Baiklah, dia sudah dikenal masyhur telah membantah Khawarij dan membantah Rafidhah. Masyhur pula dengan ilmu ...

Ketika Ahlul Bathil Membantah Ahlul Bathil, Bukan Berarti Mereka di Atas Al Haq

بسم الله الرحمن الرحيم (Asy Syaikh Ahmad Bazmul Hafizhahullah) Perkara kedua yang akan aku peringatkan atasnya:bahwa ketika kamu akan mendapati Ahlul Bathil membantah sebagian yang lainnya.Maka tidak berarti yang membantah tersebut diatas alhaq. Tidaklah demikian,bahkan terkadang sebagian salafiyyin malah tertipu dengan sebagian orang-orang yang menyimpang dan menentang Alhaq.Bila dia melihat orang tersebut membantah Abdurrhahman Abdul khaliq,atau membantah Al Ma’riby,diapun menyangka orang (yang membantah) tersebut sebagai seorang salafyTidaklah mesti demikian! Berkata Al Barbahary: “tidaklah seorang di sifati sebagai ahlussunnah,sampai terkumpul ...

Al Wala dan Bara adalah Prinsip Ahlussunnah wal Jamaa’ah (Syaikh Rabi’ Hafizhahulloh)

Asy Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhaly hafidzahullahu Ta’ala mengajarkan : “Hendaknya kalian berpegang teguh dengan Manhaj yang Agung ini. Mengikutinya dari segi ilmu, amal, penerapan, pergaulan, dan dalam berdakwah di jalan Allah Tabaraka wa Ta’ala. Diantara bagian dari Manhaj yang Agung ini adalah Al Wala’ wal Bara’ karena Allah Tabaraka wa Ta’ala. Al Wala wal Bara’ karena Allah Tabaraka wa Ta’ala, yaitu dalam bentuk berloyalitas/berkasih sayang kepada kaum Mukminin, Shadiqin, Mukhlisin yang berpegang teguh dengan Kitabullah dan Sunnah ...

Apakah Mentahdzir Hizbiyah termasuk Ghibah (Syaikh Shalih Fauzan Hafizhahulloh)

  Pertanyaan diajukan kepada As Syaikh Shalih Fauzan Al Fauzan Hafidzahullahu Ta’ala. Pertanyaan: “Apakah mentahdzir Pelaku/Tokoh bid’ah dan Ahwa’, beserta kelompok-kelompok bid’ah, agar supaya kaum muslimin tidak tertipu. Ini merupakan kategori Ghibah yang tercela ? Sampaikanlah faedah kepada kami. Jazakumullahu Khoiron. Syaikh Shalih Fauzan Menjawab: ” Tahdzir terhadap Ahlud Dzholal (Pelaku/Tokoh kesesatan) merupakan perkara yang wajib. Tahdzir atas kesalahan-kesalahan dalam urusan Agama merupakan perkara yang wajib. Ini adalah bentuk nasehat kepada Kaum Muslimin. Ini bukanlah termasuk jenis Ghibah. Dikarenakan ...

© 1438 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.