BOLEHKAH MUSAFIR UNTUK TIDAK MENGERJAKAN SHALAT DI MASJID

BOLEHKAH MUSAFIR UNTUK TIDAK MENGERJAKAN SHALAT DI MASJID Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah Penanya: Jika seorang musafir singgah di hotel atau di sebuah rumah dan di sekitarnya terdapat masjid yang ditegakkan shalat jama’ah padanya, bolehkah baginya untuk menjama’ shalat di rumah, terlebih lagi jika dia membutuhkan istirahat? Asy-Syaikh: Jika dia membutuhkan istirahat maka boleh baginya untuk menjama’, atau jika dia ingin tidur, misalnya karena dia lelah sehingga ingin tidur dan dia seorang musafir, maka tidak masalah baginya untuk menjama’ di ...

BOLEHKAH MENGHADIRI ACARA YANG DI DALAMNYA DILAKUKAN PENGAMBILAN GAMBAR

BOLEHKAH MENGHADIRI ACARA YANG DI DALAMNYA DILAKUKAN PENGAMBILAN GAMBAR Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah Penanya: Jika saya pergi ke sebuah tempat yang di sana ada kegiatan mengambil gambar (foto atau video –pent), apakah wajib bagi saya untuk meninggalkan tempat tersebut dan tidak duduk di sana? Asy-Syaikh: Jika engkau bisa mengingkari mereka dan mereka mau berhenti maka engkau boleh tetap di tempat tersebut. Adapun jika mereka tidak mau menerima, maka tinggalkanlah tempat tersebut! Sekarang ini sangat disayangkan pengambilan gambar banyak dilakukan ...

SIKAP SEORANG SALAFY MENGHADAPI PERSELISIHAN

SIKAP SEORANG SALAFY MENGHADAPI PERSELISIHAN Asy-Syaikh Ubaid Al-Jabiry hafizhahullah Pertanyaan:  Semoga Allah berbuat baik kepada Anda, penanya mengatakan: “Bagaimana pendapat Anda terhadap perselisihan yang terjadi diantara Salafiyun di hari-hari ini dan bagaimana sikap Salaf terhadap perselisihan semacam ini? Jawaban: Pertama: Sesungguhnya Ahlus Sunnah di masa lalu maupun yang di masa ini mereka tidak memutlakkan pembicaraan begitu saja dan tidak pula menyerang secara membabi buta, tetapi mereka terikat dengan timbangan syariat. Jadi mereka memperhatikan : 1. Perkara-perkara yang diperselisihkan. 2. ...

BOLEHKAH MEMASUKKAN TELEVISI DI RUMAH

BOLEHKAH MEMASUKKAN TELEVISI DI RUMAH Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah Penanya: Apakah hukum memasukkan pesawat televisi ke dalam rumah dengan tujuan untuk menyaksikan siaran channel-channel Islam yang berisi hal-hal yang berfaedah bagi kaum Muslimin dan bermanfaat bagi mereka, semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan? Asy-Syaikh: Orang yang terbebas dari televisi di rumah tidak diragukan lagi dia selamat dan berlepas diri dari keburukan yang besar dan menutup pintu keburukan yang besar tersebut dari dirinya. Acara di channel-channel televisi yang disiarkan itu ...

BOLEHKAH MENGUJI MANHAJ SESEORANG

BOLEHKAH MENGUJI MANHAJ SESEORANG Asy-Syaikh Muhammad bin Hadi hafizhahullah Penanya: Apakah kita bisa mengatakan: “Menguji personal tertentu di masa ini harus dilakukan, sebagaimana yang terjadi pada masa Al-Imam Ahmad?” Asy-Syaikh: Ya, jika terjadi fitnah dan terdapat perkara yang mengharuskan, ujilah dengan ulama Ahlus Sunnah. Ujilah penduduk Mushil dengan Al-Mu’afa bin Imran, penduduk Marwa dengan Abdullah bin Al-Mubarak, penduduk Bashrah dengan Hammad bin Salamah dan seterusnya. Perkara ini telah ditetapkan oleh para ulama Ahlus Sunnah. Jadi jika ada perkara yang ...

Apakah Membicarakan Keadaan Seorang Murid Termasuk Ghibah?

APAKAH MEMBICARAKAN KEADAAN SEORANG MURID TERMASUK GHIBAH? Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah Penanya: Kami para pengajar wanita, jika kami duduk di ruang pengajar, kami mengatakan: “Si fulanah hari ini malas atau hasilnya jelek, sedangkan fulanah yang lain hasilnya bagus.” Apakah hal ini termasuk ghibah? Asy-Syaikh: Ini bukan termasuk ghibah, karena tujuannya bukan untuk mencela murid tersebut, tetapi tujuannya untuk menjelaskan keadaan murid tadi. Jika dia malas atau prestasinya kurang bagus agar para pengajar memberikan perhatian lebih, namun jika ...

Bolehkah Menyebutkan Keburukan Orang Lain Agar Manusia Berhati-hati Darinya

BOLEHKAH MENYEBUTKAN KEBURUKAN ORANG LAIN AGAR MANUSIA BERHATI-HATI DARINYA Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah Penanya: Bolehkah membicarakan orang-orang yang melakukan perbuatan-perbuatan yang haram dan keji tanpa sepengetahuan mereka, dengan tujuan memperingatkan manusia dari keburukan mereka? Asy-Syaikh: Ya, boleh bagimu untuk membicarakan perbuatan-perbuatan buruk yang dilakukan oleh orang lain dengan tujuan memperingatkan dari perbuatan buruk tersebut dan agar manusia tidak bergaul dengan mereka. Karena amal itu tergantung niatnya. Selama niatmu adalah untuk memperingatkan manusia dari keburukan mereka, maka sesungguhnya ...

Sahkah Shalat Dalam Keadaan Pundak Terbuka?

SAHKAH SHALAT DALAM KEADAAN PUNDAK TERBUKA? Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah Pertanyaan: Bagaimana hukum orang yang mengerjakan shalat dalam keadaan tidak memakai kain yang menutupi kedua pundaknya? Jawaban: Shalatnya sah menurut jumhur ulama dan menurut sebuah riwayat dalam madzhab Al-Imam Ahmad. Shalatnya sah selama dia menutup auratnya yaitu antara pusar hingga lutut. Jumhur ulama dan menurut sebuah riwayat dalam madzhab Al-Imam Ahmad. Adapun menurut Al-Imam Ahmad dalam riwayat yang lain berpendapat harus menutup salah satu dari kedua pundaknya di samping ...

Apakah Berdosa Menceraikan Istri Tanpa Sebab

APAKAH BERDOSA MENCERAI ISTRI TANPA SEBAB Asy-Syaikh Zaid bin Muhammad Al-Madkhaly rahimahullah Penanya: Apakah seorang suami berdosa jika dia mencerai istrinya tanpa sebab? Asy-Syaikh: Dilihat dulu apa yang mendorongnya untuk mencerainya. Kalau dia memiliki sebab yang dengannya dia mendapatkan udzur (diterima alasannya –pent) maka tidak ada dosa atasnya. Tetapi jika dia bertindak melampaui batas terhadap istrinya tanpa sebab, misalnya tidak ada aib pada akhlaknya atau (suaranya kurang jelas –pent) atau sikap yang buruk, maka suaminya tersebut berdosa tanpa diragukan ...

Bantahan Terhadap Muhammad Quthub Tentang Tafsir Syahadat

BANTAHAN TERHADAP MUHAMMAD QUTHUB TENTANG TAFSIR SYAHADAT Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah Pertanyaan: Muhammad Quthub mengatakan di dalam kitabnya tentang penerapan syari’at bahwa makna “laa ilaha illallah” adalah tidak ada hakim selain Allah dan tidak ada pencipta selain Allah. Apakah pendapat ini memiliki asal dan bagaimana menurut Anda? Jawaban: Makna “laa ilaha illallah” telah dijelaskan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam kitab-Nya dan juga oleh Rasulullah shallallahu alaihi was sallam. Makna “laa ilaha illallah” adalah tidak ada sesembahan yang ...

© 1439 / 2018 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.