SIAPA YANG BERHAK MENJADI IMAM, SEORANG PENGHAFAL AL-QUR’AN NAMUN MENCUKUR JENGGOTNYA ATAUKAH SEORANG YANG SEDIKIT HAFALANNYA TAPI MEMELIHARA JENGGOT?

SIAPA YANG BERHAK MENJADI IMAM, SEORANG PENGHAFAL AL-QUR’AN NAMUN MENCUKUR JENGGOTNYA ATAUKAH SEORANG YANG SEDIKIT HAFALANNYA TAPI MEMELIHARA JENGGOT? Pertanyaan 12 dari fatwa lajnah no. 6391 📬 Pertanyaan: س: رجل يحفظ القرآن ولكن ليس له لحية وآخر يحفظ منه قليلا وله لحية، أيهما يقدم إماما في الصلاة؟ Manakah yang lebih dikedepankan menjadi imam, seorang penghafal al-Qur’an yang memotong jenggot ataukah seorang yang sedikit hafalannya tapi memelihara jenggotnya? 🔓 Jawaban: ج: يقدم للإمامة في الصلاة من كان له لحية مع ...

BOLEHKAH MENGGANTUNGKAN SEBAGIAN AYAT AL-QUR’AN DI RUMAH?

BOLEHKAH MENGGANTUNGKAN SEBAGIAN AYAT AL-QUR’AN DI RUMAH? Asy Syaikh Ubaid bin Abdillah al Jabiry hafizhahullah Pertanyaan: Bolehkah menggantungkan sebagian ayat Al-Qur’an di rumah? Jawaban: Tidaklah Allah menurunkan kitab ini melainkan untuk dibaca dan membacanya dalam rangka ibadah, juga mentadabburinya kemudian mengamalkan ayat-ayat yang muhkam (jelas) dan beriman terhadap ayat-ayat mutasyabih (samar). Adapun penggunaan Al-Qur’an bukan pada perkara-perkara yang kita sebutkan, maka bisa jatuh pada tindakan perendahan terhadap Al-Qur’an. Maka gantungan-gantungan yang dimaksud baik dari Al-Qur’an atau selainnya tidak memberikan ...

MELETAKKAN AYAT KURSI DI MOBIL

MELETAKKAN AYAT KURSI DI MOBIL Asy Syaikh Sholeh Alu Syaikh hafizhahullah Pertanyaan: ما حكم من يضع آية الكرسي في السيارة، أو يضع مجسم فيه أدعية، أدعية ركوب السيارة أو أدعية السفر وغيرها من الأدعية؟ Bagaimana hukum seseorang yang meletakkan ayat kursi di mobilnya atau meletakkan sebuah benda yang terdapat bacaan-bacaan doa padanya seperti doa naik kendaraan atau doa bepergian dan selainnya dari doa-doa? 🔓 Jawaban: Perkaranya di rinci فإن كان وضع هذه الأشياء ليتحفظها ويتذكر قراءتها فهذا جائز، كمن ...

MENETAPKAN HARAMNYA SESUATU TIDAK HARUS BERDASARKAN IJMA’ ATAU DALIL YANG SECARA LANGSUNG MENYEBUTKAN SESUATU TERSEBUT

MENETAPKAN HARAMNYA SESUATU TIDAK HARUS BERDASARKAN IJMA’ ATAU DALIL YANG SECARA LANGSUNG MENYEBUTKAN SESUATU TERSEBUT Asy-Syaikh Muhammad Bazmul hafizhahullah قال: ﻫﻞ أﺟﻤﻊ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﻋﻠﻰ ﺗﺤﺮﻳﻢ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺸﻲﺀ؟ ﻗﻠﺖ: ﻟﻢ ﻳﺠﻤﻊ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ؛ ﻟﻜﻦ ﻫﻞ ﻣﻦ ﺷﺮﻁ ﺍﻟﺘﺤﺮﻳﻢ أﻥ ﻳﺘﺤﻘﻖ ﺍﻻﺟﻤﺎﻉ ﻋﻠﻴﻪ؟! ﻫﻨﺎﻙ ﻣﺴﺎﺋﻞ ﻛﺜﻴﺮﺓ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﺗﺤﺮﻳﻤﻬﺎ ﺛﺎﺑﺖ ﺑﺎﻟﻨﺺ ﻭﻟﻢ ﻳﺠﻤﻊ ﻋﻠﻴﻬﺎ، ﻭﻻ ﺍﻟﺘﻔﺎﺕ إﻟﻰ ﺍﻟﺨﻼﻑ ﻓﻴﻬﺎ، ﻓﺈﻥ ﺍﺗﺒﺎﻉ ﺍﻟﺪﻟﻴﻞ ﻫﻮ ﺍلأﺻﻞ. ﻭلأﺧﺒﺮﻙ ﺷﻴﺌﺎ ﺁﺧﺮ؛ ﺍﻟﺤﺸﻴﺶ ﻭﺍلأﻓﻴﻮﻥ ﻟﻢ ﻳﺜﺒﺖ ﻓﻴﻬﻤﺎ ﻧﺺ ﺑﻌﻴﻨﻬﻤﺎ، ﻓﻬﻞ ﻳﺼﺢ ﺍﻟﻘﻮﻝ بإﺑﺎﺣﺘﻬﻤﺎ؟! إﺫﺍ ﻻ ﻳﺸﺘﺮﻁ ﻓﻲ ...

WAKTU-WAKTU YANG DI SUNNAHKAN UNTUK BERDO’A

WAKTU-WAKTU YANG DI SUNNAHKAN UNTUK BERDO’A Asy-Syaikh al-‘Allamah ‘Ubaid bin Sulaiman al-Jabiri hafizhahullah ta’ala ditanya: Pertanyaan: Kapan waktu-waktu yang disunnahkan untuk berdo’a? Beliau hafizhahullah menjawab: Disunnahkan dan ditekankan untuk berdo’a pada waktu-waktu yang telah shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi was salam dorongan untuk memanfaatkannya. Dan itu, (wallahu a’lam) diharapkan akan terkabulkannya. Di antara waktu-waktu tersebut ialah; ⏭ antara tasyahud dan salam ketika shalat, ⏭ antara adzan dan iqamat, ⏭ ketika safar, ⏭ di akhir waktu setelah shalat ‘ashar pada ...

BOLEHKAH MENYEBARKAN BERITA KELAHIRAN DI INTERNET ATAU DI MEDIA SOSIAL

BOLEHKAH MENYEBARKAN BERITA KELAHIRAN DI INTERNET ATAU DI MEDIA SOSIAL? Asy-Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad hafizhahullah Pertanyaan: Fadhilatusy Syaikh, semoga Allah senantiasa mencurahkan kebaikan-Nya kepada Anda, saya diberi rezeki berupa anak yang baru lahir, apakah boleh bagi saya untuk menyebarkan berita tentang hal itu di internet atau facebook, agar bayi saya tersebut didoakan? السؤال: فضيلة الشيخ أحسن الله إليكم: رزقت بمولود، فهل يجوز لي نشر خبر ذلك في الشبكة العنكبوتية أو الفيس بوك ليدع له؟ Jawaban: Tidak boleh sama sekali, ...

BOLEHKAH MENGUCAPKAN KATA “ALMARHUM” UNTUK ORANG YANG TELAH MENINGGAL DUNIA

BOLEHKAH MENGUCAPKAN KATA “ALMARHUM” UNTUK ORANG YANG TELAH MENINGGAL DUNIA? Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah Pertanyaan: Apakah dibenarkan mengucapkan kata “almarhum” bagi orang-orang yang telah meninggal, misalnya dengan kita mengatakan, “Almarhum si fulan?” Jawaban: Jika seseorang berkata ketika sedang menceritakan orang yang telah meninggal, “Almarhum (yang dirahmati)”, atau “Almaghfur lahu (yang diampuni)”, dan semisalnya, jika dia mengucapkannya sebagai bentuk pemberitahuan, maka hal itu tidak boleh, karena dia tidak tahu apakah orang yang meninggal tersebut mendapatkan rahmat atau tidak? ...

MENIKAH YANG KETIGA DAN KEEMPAT CARA YANG EFEKTIF MENGHILANGKAN CEMBURU DALAM POLIGAMI

MENIKAH YANG KETIGA DAN KEEMPAT CARA YANG EFEKTIF MENGHILANGKAN CEMBURU DALAM POLIGAMI Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah Pertanyaan: Bolehkah bagi seorang istri untuk meminta cerai kepada suaminya jika dia ingin memadunya, karena dia merasa tidak mampu hidup bersamanya lagi dan dirinya memiliki harga diri yang membuatnya tidak mau untuk terus bersamanya, apakah wanita tersebut berdosa dan bagaimana hukumnya sesuai syari’at? Jawaban: Sungguh seharusnya istri tersebut membantu suaminya untuk mengusahakan mahar bagi istri kedua, karena hal itu termasuk perkara ...

HUKUM HAJI BADAL

HUKUM HAJI BADAL Asy-Syaikh Rabi’ bin Hady al-Madkhaly hafizhahullah Pertanyaan: Apakah hukum haji badal untuk menggantikan orang lain? ✅ Jawaban: Padanya terdapat sedikit perbedaan pendapat, di sana ada perkara yang disepakati oleh para ulama dan ada yang mereka perselisihkan. Perkara yang disepakati adalah bahwa seseorang boleh menghajikan kerabatnya. Karena pertanyaan-pertanyaan (yang diajukan kepada Rasulullah) semuanya datang, yaitu: “Ayahku meninggal dalam keadaan belum berhaji.” “Ibuku meninggal dalam keadaan belum berhaji.” “Ayahku terkena kewajiban haji, namun beliau telah tua renta.” dan ...

HUKUM KENCING SAMBIL BERDIRI

HUKUM KENCING SAMBIL BERDIRI Asy-Syaikh Al-Allamah Abdul Aziz bin Baz rahimahullah Pertanyaan: Apakah boleh seseorang kencing sambil berdiri, dalam keadaan badan dan pakaiannya tidak terkena (najis) sedikitpun? Jawaban: Tidak mengapa kencing sambil berdiri,  lebih-lebih tatkala ada hajat untuk itu. Apabila tempatnya tertutup tidak ada seorangpun yang melihat aurat orang yang kencing tadi, dan tidak mengenainya cipratan air kencingnya. Berdasarkan riwayat yang tsabit dari Hudzaifah radhiyallahu anhu: أن النبي صلى الله عليه وسلم أتى سباطة قوم فبال قائما “Sesungguhnya Nabi ﷺ ...

© 1438 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.