BUKANLAH SIKAP HIKMAH MENYEBUTKAN KEBAIKAN KETIKA KITA SEDANG MENTAHDZIR

BUKANLAH SIKAP HIKMAH MENYEBUTKAN KEBAIKAN KETIKA KITA SEDANG MENTAHDZIR

Pernyataan Faqihuz Zaman al-‘Allamah Muhammad bin Shaleh al-‘Utsaimin rahimahullah:

Berkata al-Imam al-‘Allamah Muhammad bin Shaleh bin ‘Utsaimin hafizhahullah di dalam “Liqaatul Babil Maftuh” (61-70) (hal. 153):

Ketika kita hendak meluruskan seseorang, maka wajib menyebutkan kebaikan-kebaikan dan kejelekan-kejelekannya, karena ini merupakan timbangan yang adil. Namun ketika kita mentahdzir dari kesalahan seseorang, maka cukup menyebutkan kejelekannya saja, karena konteksnya adalah konteks tahdzir. Dan bukan bagian dari hikmah ketika dalam konteks tahdzir untuk menyebutkan kebaikan-kebaikannya. Karena bila engkau menyebutkan kebaikan-kebaikannya, niscaya orang yang mendengarnya akan tetap berada dalam kebingungan. Sehingga pada setiap kondisi itu memiliki pernyataannya masing-masing.

Sumber: http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=120146

* Alih bahasa: Syabab Forum Salafy

——————–

قول فقيه الزمان العلاَّمة / محمد بن صالح العثيمين رحمه الله:
قال الإمام العلامة محمد بن صالح بن عثيمين حفظه الله في ” لقاء الباب المفتوح “(61 ـ70) (ص153 ):

“عندما نريد أن نقوِّم الشخص، فيجب أن نذكر المحاسن والمساوئ، لأن هذا هو الميزان العدل وعندما نحذِّر من خطأ شخص, فنذكر الخطأ فقط، لأن المقام مقام تحذير ومقام التحذير ليس من الحكمة فيه أن نذكر المحاسن، لأنك إذا ذكرت المحاسن فإن السامع سيبقى متذبذباً، فلكل مقام مقال.”

© 1439 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.