Bolehkah Menjual Barang Langsung Dari Tempat Membelinya

Menjual Barang Langsung Dari Tempat MembelinyaBOLEHKAH MENJUAL BARANG LANGSUNG DARI TEMPAT MEMBELINYA

Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah

Pertanyaan: Sebagian pedagang membeli barang, kemudian dia tidak segera mengambil barang tersebut dan tidak melihatnya langsung, tetapi dia akan mengambilnya sewaktu-waktu dengan kwitansi dan tetap meletakkan barangnya tersebut di gudang penjual yang dia membeli darinya. Kemudian dia menjualnya ke orang lain (baik serah terima barangnya di tempat maupun dengan cara mengirimkannya ke pembeli lain –pent) ketika barang itu masih berada di gudang penjual pertama tadi. Bagaimana hukum hal tersebut?

Jawaban:

Tidak boleh bagi pembeli untuk menjual barang tersebut selama masih berada pada penjual sampai pembeli tersebut menerimanya dan memindahkannya ke rumahnya atau ke pasar. Hal ini berdasarkan riwayat dari Nabi shallallahu alaihi was sallam dalam hadits-hadits yang shahih tentang hal tersebut, diantaranya adalah sabda beliau shallallahu alaihi was sallam:

لَا يَحِلُّ سَلَفٌ وَبَيْعٌ وَلَا بَيْعُ مَا لَيْسَ عِنْدَكَ.

“Tidak boleh hutang dan jual beli sekaligus dalam satu transaksi, dan tidak halal menjual apa yang tidak engkau miliki.”
Diriwayatkan oleh Ahmad dan para penyusun kitab As-Sunan dengan sanad shahih.  (Al-Albany rahimahullah berkata dalam Shahih Sunan Abu Dawud II/374 no. 3504: “Hasan shahih.” –pent)

Juga berdasarkan sabda beliau shallallahu alaihi was sallam kepada Hakim bin Hizam:

لَا تَبِعْ مَا لَيْسَ عِنْدَك.

“Janganlah engkau menjual sesuatu yang tidak engkau miliki.”
Dikeluarkan oleh para imam hadits yang lima kecuali Abu Dawud dengan sanad jayyid. (Al-Albany rahimahullah berkata dalam Irwa’ul Ghalil no. 1292: “Shahih.” –pent)

Juga berdasarkan riwayat dari Zaid bin Tsabit dari Nabi shallallahu alaihi was sallam:

نَهَى أَنْ تُبَاعَ السِّلَعُ حَيْثُ تُبْتَاعُ، حَتَّى يَحُوْزَهَا التُّجَّارُ إِلَى رِحَالِهِمْ.

“Beliau melarang menjual barang di tempat barang tersebut dibeli, sampai para pedagang memindahkannya ke tempat mereka sendiri.”
Diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Dawud, dan dinilai shahih oleh Ibnu Hibban dan Al-Hakim. (Al-Albany rahimahullah berkata dalam Shahih Sunan Abu Dawud II/373 no. 3499: “Hasan berdasarkan riwayat sebelumnya.” –pent)

Jadi siapa yang membeli barang maka tidak boleh baginya untuk menjualnya sampai dia memindahkan barang yang telah dibelinya tersebut ke rumahnya atau ke tempat yang lain seperti pasar misalnya, hal ini berdasarkan hadits-hadits yang telah disebutkan tadi.

Sumber artikel:
Majmuu’ul Fataawaa, XIX/121-122

Ahad, 9 Muharram 1436 H

© 1438 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.