BOLEHKAH MEMBACA KITAB-KITAB ORANG-ORANG MENYIMPANG YANG DITULIS SEBELUM MENAMPAKAN PENYIMPANGANNYA (DITAHDZIR)

Bolehkah Membaca Kitab-Kitab Orang-Orang Menyimpang Yang Ditulisnya Sebelum Menampakkan Penyimpangannya (Ditahdzir Oleh Para Ulama)

Seri kedua

ASY-SYAIKH MUQBIL BIN HADY RAHIMAHULLAH

Pertanyaan: Orang-orang yang dulu teranggap di atas manhaj yang benar lalu mereka menyimpang darinya, bolehkah bagi kita untuk mendengar kaset-kaset mereka atau membaca kitab-kitab mereka yang ditulis di masa lalu, demikian juga ceramah-ceramah mereka?

Jawaban : Saya tidak menasehatkan untuk membaca kitab-kitab mereka dan mendengarkan kaset-kaset mereka. Saya merasa takjub dengan kalimat yang agung yang diucapkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah:

ﻟَﻮْ ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻣَﺎ ﺃَﻭْﺟَﺪَ ﺍﻟْﺒُﺨَﺎﺭِﻱَّ ﻭَﻣُﺴْﻠِﻤﺎً ﻣَﺎ ﺿَﻴَّﻊَ ﺩِﻳْﻨَﻪُ .

“Seandainya Allah tidak menciptakan Al-Bukhary dan Muslim, Dia tidak akan menelantarkan agamanya.”
(Lihat: Minhaajus Sunnah, tahqiq Dr. Muhammad Rasyad Salim, VII/215 pent-)

Jadi Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjaga agama ini. Allah Ta’ala berfirman:

ﺇِﻧَّﺎ ﻧَﺤْﻦُ ﻧَﺰَّﻟْﻨَﺎ ﺍﻟﺬِّﻛْﺮَ ﻭَﺇِﻧَّﺎ ﻟَﻪُ ﻟَﺤَﺎﻓِﻈُﻮْﻥَ.

“Sesungguhnya Kami yang telah menurunkan Al-Qur’an dan sesungguhnya Kami pasti menjaganya.” (QS. Al-Hijr: 9)

Maka saya nasehatkan agar menjauhi kitab-kitab mereka dan kaset-kaset mereka serta tidak menghadiri ceramah-ceramah mereka. Justru merekalah yang membutuhkan dakwah dan kembali kepada Kitab Allah dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam, serta bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari apa yang mereka (Khawarij dan Sururiyun –pent) pada Krisis Teluk dan selainnya.

Sumber:
Tuhfatul Mujiib , terbitan Daarul Haramain, hal. 214

© 1439 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.