Betulkah Syaikh Muhammad Al Imam Masih Sunny Salafy?

Betulkah Syaikh Muhammad Al Imam Masih Sunny Salafy.BETULKAH SYAIKH MUHAMMAD -AL IMAM- MASIH SUNNY SALAFY?

Sebuah Risalah dari Ma’bar Beserta Jawaban dan Nasehat Ustadz untuk Para Thullabnya 

Syaikh Muhammad (al Imam) masih sunni salafi. Kalo sudah menyimpang kenapa kok kibar ulama saudi mau menemui Beliau?

Beliau haji kemarin bertemu dengan Masyaikh Saudi diantaranya Syaikh Shaleh Fauzan, Syaikh Rabi’, Syaikh Abbad, Syaikh Washiulloh, Syaikh Yahya bin Utsman, Syaikh Bukhori dan lain-lain.

Syaikh Muhammad -al Imam- sempat mengisi juga di berbagai tempat, jika memang benar-benar Syaikh Imam sudah menyimpang kita akan tinggalkan Beliau jika Ulama sudah sepakat dengan satu ucapan bahwa Syaikhuna -al Imam- sudah menyimpang tidak boleh mengambil ilmu darinya kita akan tinggalkan beliau In Sya Alloh. Jazaakumullohu khoiron wa Baarokallohu fik.

Mengenai watsiqoh Syaikh Muhammad-al Imam-telah memikirkan matang-matang , beliau sempat sholat istikhoroh berkali-berkali Beliau terpaksa. Karena kalo tidak menandatangani kemungkinan akan terjadi peperangan. Dan ada sebab-sebab yang tidak bisa diceritakan dikhalayak umum dan kekuatan Khutsi sangat kuat. Pemerintah saja yang punya pesawat tempur, senjata pasukan cuma ditaklukkan beberapa hari. -Allahul musta’an-

Di Yaman beda dengan negara-negara lain. Kalo terjadi peperangan lebih mengerikan, masalahnya  senjata-senjata disini bebas dimiliki oleh warga sipil, setiap orang rata-rata punya senjata, menurut survei senjata di yaman berapa kali lipat dari jumlah penduduknya.

Allohu a’lam Jazaakumullohu khoiron wa baarokallohu fik

Jawaban atas Risalah diatas sebagai berikut:

  1. Kunjungan beliau ke Masyaikh bukan sebagai tazkiyah, bisa jadi mereka sepaham dengan Beliau seperti, Abdul Hady al umairy, atau bertujuan untuk تأليف seperti, Syaikh Rabi’ dan lain-lain atau tidak tahu kasus Beliau secara detail, seperti, Syaikh al Abbad.
  2. Beliau tidak menjelaskan hasil jalsah dengan mereka yang menunjukkan tazkiyah atau tahdzir, sehingga hanya sekedar kunjungan.
  3. Penjelasan masyaikh kibar tentang penyimpangan beliau sangat tegas dan rinci, permintaan mereka supaya beliau taubat bersifat tegas, segera dan terbuka.
  4.  Jarh mereka sangat mufassar didahulukan dari pada ribuan yang menta’dil. Ini kaidah ahlu sunnah yang agung momok bagi hizbiyyin.
  5. Menunggu kesepakatan seluruh ulama dalam hajr dan tahdzir adalah pemahaman sesat yang baru dimunculkan Ali Al-Halaby. Bertentangan dengan semua ulama jarh wa ta’dil ahlus sunnah sepanjang masa, konsekuensinya:
    • Ihyaut turots jum’iyyah salafiyyah karena tidak ada kesepakatan.
    • Abul hasan al ma’riby salafy karena tidak ada kesepakatan.
    • Menggugurkan hampir semua jarh dan tahdzir ulama salaf dan zaman sekarang karena sedikit yang ada kesepakatan.
  6. Yang membela dan gembira dengan watsiqoh ini adalah hizbiyyun pada umumnya, di indo yang semangat membela adalah MLM (Mutalawwin La’ab Makir, ed).
  7. Penyimpangan beliau tidak hanya masalah isi watsiqoh namun banyak juga yang lainya, seperti:
    • Tidak berjihad kecuali dengan nabi.
    • Tidak meyakini kekufuran rofidhoh hutsiyyah.
    • Tidak memerangi kecuali orang kafir.
    • Menjuluki tokoh hizby ikhwany yaman, abdul majid zindany dengan: al walid al allamah,
    • Menyanjung tokoh hutsy dengan :sayyid.
      • dan masih banyak lagi.
      • Satu dari point diatas cukup sebagai penyimpangan besar dan sampai sekarang tidak ada tanda-tanda menerima nasehat padahal yang menyampaikan adalah ulama kibar, tidak tampak taubat dan ruju’nya.
  8. Beliau tidak terpaksa, itu disampaikan sendiri dengan tegas pada khutbah ied, juga ulama tidak mengingkari perjanjiannya namun yang diingkari adalah isi perjanjiannya.

Maka, ana nasehatkan kepada segenap santri Al Bayyinah secara khusus dan segenap salafiyyin:

  1. Pandang semua masalah secara ilmiyyah bukan dengan perasaan dan akal.
  2. Kembali kepada ulama kibar adalah keselamatan walau awalnya tdk sesuai dengan pandangan kita, karena rosul tegas menyatakan: البركة مع اكابركم (Keberkahan ada bersama orang-orang yang lebih tua diantara kalian, ed)
  3. Janganlah kecintaan kepada seseorang membuat kita buta mata hati tidak bisa melihat al haq, sungguh Al Imam adalah orang yang sangat kita cintai, beliau adalah guru para asatidzah sebelum jadi guru kalian.
  4. Bukti kecintaan kita adalah mengingkari penyimpangan yang ada pada beliau dan berharap beliau segera taubat انصر اخاك ظالما او مظلوما (Tolong saudaramu yang dzolim maupun yang terdzolimi, ed)
  • Menolong yang dholim dengan cara mencegah dari kedholimannya bukan dengan membela dan membiarkannya.
  1. Ya ikhwah..al haq itu lebih agung dari semua yang agung..

Tanamkan dalam jiwa antum:

  • Kecintaan kepada alhaq.
  • Semangat mempelajarinya.
  • Mengamalkannya.
  • Mengagungkannya.
  • Mendahulukannya diatas perasaan dan akal kita serta siapapun yang kita cinta.
  • Mengikutinya kemanapun dia berada dan dengan siapapun adanya.
  • Menerimanya kapanpun,dimanapun dan dari siapapun datangnya walau dari syaithon karena:

لحق ضالة المؤمن اين وجدها فهو احق بها (Kebenaran itu barang hilangnya orang mukmin, dimana ia dapati, ia lebih berhak mendapatkannya, ed)

  • Masalah ini adalah masalah dien kita hanya bisa menyampaikan dan selebihnya masing2 kita akan mempertanggung jawabkannya di hadapan ALLAH, disana hanya ada sorga atau neraka.

Barokallahu fiikum wa tsabbatanaallahu wa iyyaakum alal haq hattaa nalqooh.

Ditulis oleh: Al Ustadz Abu Abdillah Muhammad Afifuddin As-Sidawy Hafidzohullah

Sumber : WA Thullab Al Bayyinah

© 1439 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.