BETULKAH JARH WA TA’DIL TIDAK BERLAKU DI ZAMAN INI (Bagian 7)

BETULKAH JARH WA TA’DIL TIDAK BERLAKU DI ZAMAN INI (Bagian 7)

 

7] Pernyataan asy-Syaikh ‘Ubaid al-Jabiri:

Beliau hafizhahullah sebagaimana dalam kaset: “al-Ijabatul Manhajiyah liasilatid dauratisy syar’iyyah” di Jeddah tahun 1423 H mengatakan:

“Jarh itu ada dua dan ta’dil juga demikian. Jika engkau mau, maka katakan: Ilmu ini (jarh wa ta’dil) terbagi menjadi dua:

Salah satunya yang berkaitan dengan para rawi, rawi-rawi hadits dan sanad. Maka ini telah selesai. Para ulama telah rampung dan selesai darinya. Tidak ada kewajiban bagi mujtahid sekarang ini kecuali mempelajari sanad-sanad tersebut sesuai dengan kaedah dan ketentuan yang telah diselesaikan dan ditetapkan oleh para ‘ulama, kemudian setelah itu menetapkan hukum atas sebuah hadits.

Adapun yang berkaitan dengan para pemilik ucapan dan penukil (penyampai) berita, maka ilmu ini tetap ada sampai hari kiamat dan tidak akan pernah terpisah dari kebutuhan manusia kepadanya selama-lamanya. Manusia selalu membutuhkannya.

Diantaranya adalah bantahan terhadap orang yang menyimpang, memberikan ta’dil perkara-pertama saksi di hadapan qadhi, dan dalam bermuamalah terhadap perkara-perkara yang ada di tengah-tengah manusia. Selama-lamanya mereka tidak akan terpisahkan darinya. Ilmu ini akan tetap berjalan dan terus ada seiring dengan keberadaan bani Adam sampai tegaknya hari Kiamat dalam keadaan manusia berada di atasnya. Di pengadilan adalah saksi. Karena dia mempersaksikan orang yang ini dengan kefasikan dan mempersaksikan orang yang itu dengan keadilan.

Dia menjarh yang ini dan menta’dil yang itu.

Dalam perkara-perkara nikah, kalau ada seorang pria yang melamar wanita, kemudian seseorang merekomendasinya bahwa ia seorang yang menjaga shalat dan suka berpuasa, dan demikian seterusnya. Kemudian ada orang lain yang menjarhnya dan mengatakan bahwa dia orang yang paling jelek akhlaknya dan berapa banyak para wanita cerai dari suaminya karena akhlak sang suami yang buruk. Sehingga wali wanita yang dipinang tersebut tidak mau menikahkannya dan menjauh darinya.

Jadi manusia sangat butuh untuk menerima jarh wa ta’dil sekarang ini. Na’am.” Selesai penukilan dari beliau.

Sumber: http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=130711

* Alih bahasa : Syabab Forum Salafy

———-

قول الشيخ عبيد الجابري :
قال – حفظه الله تعالى – كما في شريط: “الإجابات المنهجية لأسئلة الدورة الشرعية” بجدة سنة 1423هـ :
” الجرح جرحان والتعديل كذلك ، وإن شئت قل: إن هذا العلم قسمان :
أحدهما متعلق برواة ، رواة الأحاديث ورجال الأسانيد ، فهذا انتهي منه ، فرغ العلماء منه وانتهوا منه ، فما على المجتهد الآن إلا أن يدرس الأسانيد وفق القواعد والضوابط التي انتهى منها العلماء ، وقرروها ثم بعد ذلك يحكم على الحديث .
أما أصحاب المقالات ونقلة الأخبار فهذا العلم باق إلى يوم القيامة ، ولا ينفك عن حاجة الناس إليه أبدا ، الناس محتاجون إليه ، ومن ذلك الرد على المخالف،وتعديل الشهود أمام القاضي ، وفي المعاملة فيما بين الناس أبدا لا ينفكون عنه ، هو جار وباق ببقاء بني آدم حتى تقوم الساعة ، والناس على هذا والمحاكم شاهد ، فإنه يشهد على هذا بفسق ويشهد على هذا بالعدالة ، يجرح هذا ، ويعدل هذا ، وفي أمور النكاح لو تقدم رجل لخطبة إمرأة ، فزكاه رجل بأنه صاحب صلاة وصاحب صيام وكذا ، ثم جرحه آخر وقال إنه : شرس الأخلاق ، فكم من إمرأة طلقت منه لسوء خلقه ؛ فإن ولي المرأة المخطوبة لا يزوجه يبتعد عنه ، فالناس مضطرون إلى قبول الجرح والتعديل الآن ، نعم “. اهــ

© 1439 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.