Benarkah Tidak Boleh Mengingatkan Penuntut Ilmu Pemula Dari Orang-orang Yang Menyimpang

Benarkah Tidak Boleh Mengingatkan Penuntut Ilmu Pemula Dari Orang-orang Yang MenyimpangBENARKAH TIDAK BOLEH MENGINGATKAN PENUNTUT ILMU PEMULA DARI ORANG-ORANG YANG MENYIMPANG

Asy-Syaikh Muhammad bin Hady hafizhahullah

Pertanyaan: Benarkah perkataan sebagian penuntut ilmu bahwa tidak sepantasnya bagi kita untuk mengingatkan para penuntut ilmu pemula dari sebagian orang-orang yang menyimpang manhajnya? Dan benarkah bahwa sepantasnya bagi mereka untuk menyibukkan diri menuntut ilmu dan menjauhi masalah-masalah semacam ini?

Jawaban:

Mengenali orang yang menyimpang dalam manhaj termasuk bagian dari menuntut ilmu, mengenal orang-orang yang menyimpang dari As-Sunnah dan jalan yang benar termasuk menuntut ilmu, karena kita semua yaitu saya dan kalian mengetahui bahwa ilmu ini adalah agama. Benar ataukah tidak?! Apakah ini sesuatu yang disepakati ataukah diperselisihkan? Ilmu ini adalah agama, apakah dalam hal ini ada perselisihan diantara saya dengan kalian ataukah kita sepakat?! Jawablah!! Disepakati ataukah diperselisihkan?! Ini adalah perkara yang disepakati oleh para Salaf semuanya, bahwasanya ilmu adalah agama. Jika perkaranya demikian maka tinggal menyebutkan kelanjutan dari atsar (riwayat) tersebut, yaitu: “Maka telitilah dari siapa kalian mengambil agama kalian!”

Jadi orang yang mengatakan ucapan semacam ini keadaannya ada dua kemungkinan; bisa jadi dia orang yang tidak paham, atau bisa jadi dia adalah orang yang sakit yang tertimpa penyakit hawa nafsu. Namun kita katakan insya Allah ucapan tersebut karena sedikitnya pemahaman dia, maka dia bisa mengambil faedah dan belajar. Ini adalah ucapan yang tidak benar. Ini ucapan yang berlebihan dan jelas sekali kebathilannya dan dalam puncak kebathilan.

Jadi orang yang menuntut ilmu harus memiliki pengjar, dan dia juga harus memiliki teman yang membantunya dalam belajar. Jika demikian maka seorang pengajar harus bagus agamanya dan di atas As-Sunnah, demikian juga teman yang engkau anggap sebagai saudara dan engkau jadikan shahabat dekat ketika pergi menuntut ilmu, dia harus seorang Ahlus Sunnah, hal itu karena:

الْمَرْءُ عَلَى دِيْنِ خَلِيْلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ.

“Seseorang itu menurut agama teman dekatnya, maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat dengan siapa dia berteman.” (Lihat: Silsilah Ash-Shahihah no. 927 –pent)

Jika dia berteman dengan ahli bid’ah maka dia semisalnya. Juga karena:

الأَرْوَاحُ جُنُوْدٌ مُجَنَّدَةٌ، مَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ، وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا اخْتَلَفَ.

“Ruh-ruh adalah pasukan yang bermacam-macam dan berbeda-beda, yang saling mengenal maka akan mendekat, sedangkan yang tidak saling mengenal maka akan berselisih.” (HR. Al-Bukhary no. 3336 dan Muslim no. 2638 –pent)

Seorang sunni akan membantu dirimu untuk mengikuti As-Sunnah, menempuhnya, menetapinya, selalu bersama orang-orang yang berpegang teguh dengannya, membelanya, dan juga membela orang-orang yang berpegang teguh dengannya.

Sebaliknya seorang yang suka berbuat bid’ah maka menjadi lawan dari semua itu. Karena itu maka pilihlah untuk dirimu sendiri. Allah Jalla wa Ala telah menjadikan untukmu hati untuk memahami, mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, dan Dia juga telah menunjukkan kepadamu dua jalan yang berlawanan, yaitu jalan kebenaran dan jalan keburukan dan kesesatan. Dia mendorongmu untuk menetapi kebenaran, mengutus Rasul-Nya kepadamu yang beliau merupakan hamba Allah yang paling mulia, dan menurunkan kitab kepada beliau. Ini semua memotifasi dirimu untuk menetapi kebenaran. Sebaliknya, Allah telah menjelaskan kebathilan kepadamu, memperingatkan dirimu agar jangan menempuhnya, dan juga menunjukkan berbagai bukti kebathilannya kepadamu. Jadi jika setelah itu engkau memilih untuk mengikuti kebathilan, maka engkau hakekatnya menyesatkan dirimu sendiri. Kita memohon keselamatan kepada Allah.

Dengarkan Audionya:

Download Audio Di Sini

Sumber audio dan transkripnya:
http://www.albaidha.net/vb/showthread.php?t=54324

Sabtu, 8 Muharram 1436 H

© 1438 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.