Benarkah Tidak Boleh Mengelompokkan Manusia Sesuai Golongannya

 

Menggolongkan Manusia1

BENARKAH TIDAK BOLEH MENGELOMPOKKAN MANUSIA SESUAI GOLONGANNYA

Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah

Pertanyaan:  Pertanyaan: Ada penanya yang mengatakan: “Di akhir-akhir ini telah muncul orang yang melarang untuk menyebutkan manusia sesuai dengan kelompok yang diikutinya, dengan dalih karena mereka semua muslim. Maka apa pendapat Anda dan bagaimana yang benar dalam masalah tersebut?

Jawaban: 

Ini tidak bisa dikatakan secara mutlak. Orang yang menyelisihi kebenaran terkadang ada yang sampai kafir dan bukan muslim lagi, terkadang sesat dan fasik, dan terkadang hanya pada tingkatan orang yang suka bermaksiat saja. Jadi manusia itu bertingkat-tingkat keadaannya, diantara mereka ada yang kafir, ada yang munafik, ada yang fasik, ada yang suka bermaksiat, dan diantara mereka juga ada yang mu’min yang taat dan bertakwa. Maka harus mendudukkan manusia sesuai dengan kedudukan mereka, sehingga orang yang suka bermaksiat tidak boleh didudukkan pada kedudukan orang yang taat, dan sebaliknya orang yang taat tidak boleh didudukkan pada kedudukan orang yang suka bermaksiat.

Allah Jalla wa Ala berfirman:

أَمْ حَسِبَ الَّذِيْنَ اجْتَرَحُوا السَّيِّئَاتِ أَنْ نَجْعَلَهُمْ كَالَّذِيْنَ آمَنُوا وَعَمِلُوْا الصَّالِحَاتِ سَوَاءً مَحْيَاهُمْ وَمَمَاتُهُمْ سَاءَ مَا يَحْكُمُوْنَ.

“Apakah orang-orang yang membuat kejahatan itu menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, yaitu sama antara kehidupan dan kematian mereka? Amat buruklah persangkaan yang mereka tetapkan itu.” (QS. Al-Jatsiyah: 21)

Allah Ta’ala juga berfirman:

أَفَنَجْعَلُ الْمُسْلِمِيْنَ كَالْمُجْرِمِيْنَ. مَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُمُوْنَ.

“Maka apakah layak Kami menjadikan orng-orang Islam itu sama dengan orang-orang kafir. Bagaimanakah cara kalian menetapkan?” (QS. Al-Qalam: 35-36)

Juga firman-Nya:

أَمْ نَجْعَلُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَالْمُفْسِدِينَ فِي الْأَرْض أَمْ نَجْعَلُ الْمُتَّقِينَ كَالْفُجَّار.

“Apakah layak Kami menjadikan orang-orang yang beriman dan beramal saleh seperti orang-orang yang suka melakukan kerusakan di muka bumi, atau apakah layak Kami menjadikan orang-orang yang bertakwa seperti orang-orang yang jahat.” (QS. Shaad: 28)

Jadi Allah sendiri yang memisahkan atau membeda-bedakan mereka sesuai dengan perbuatan yang mereka kerjakan dan sesuai dengan keyakinan yang mereka yakini. Juga sebagaimana yang pernah kalian dengar dalam hadits bahwa ummat ini terpecah menjadi 73 kelompok. Masing-masing memiliki manhaj dan jalan yang berbeda dengan kelompok lain. Kecuali siapa saja yang kokoh di atas Al-Qur’an dan As-Sunnah, maka jalan mereka hanya satu dan mereka tidak berselisih. Ini adalah sesuatu yang jelas. Adapun tentang orang yang mengatakan: “Dia ini datang hanya memecah belah manusia.” Atau mengatakan: “Tidak boleh mengelompokkan manusia.” Maka ini semua adalah ucapan yang muncul dari kebodohan. Allah sendiri yang mengelompokkan mereka. Juga Al-Qur’an dan As-Sunnah menyebut orang-orang kafir, menyebut orang-orang munafik, menyebut orang-orang yang beriman, serta menyebut orang-orang yang suka bermaksiat dan orang-orang fasik.

Allah telah menjelaskan di dalam Kitab-Nya:

هُوَ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ فَمِنْكُمْ كَافِرٌ وَمِنْكُمْ مُؤْمِنٌ.

“Dia-lah yang menciptakan kalian lalu diantara kalian ada yang kafir dan diantara kalian ada yang beriman.” (QS. At-Taghabun: 2)

Lalu muncul orang yang menyatakan: “Tidak, tidak boleh mengelompokkan manusia.” Ini merupakan penentangan terhadap Allah dan Rasul-Nya

Sumber artikel: http://www.ajurry.com/vb/showthread.php?t=37483

Alih bahasa: Abu Almass
Selasa, 7 Rajab 1435 H

© 1438 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.