Bathilnya Kaedah: “Jangan Menjadikan Perbedaan Kita Dalam Menilai Orang Lain Menjadi Sebab Perselisihan Diantara Kita”

Jangan Menjadikan Perbedaan Kita Dalam Menilai Orang Lain Menjadi Sebab Perselisihan Diantara KitaBATHILNYA KAEDAH “JANGAN MENJADIKAN PERBEDAAN KITA DALAM MENILAI ORANG LAIN MENJADI SEBAB PERSELISIHAN DIANTARA KITA”

Asy-Syaikh Muhammad bin Hady hafizhahullah

Pertanyaan: Bagaimana pendapat Anda –semoga Allah selalu menjaga Anda– tentang kaedah berikut: “Jangan menjadikan perbedaan kita dalam menilai orang lain menjadi sebab perselisihan diantara kita?”

Jawaban: Ini ucapan yang bathil, ini ucapan yang bathil, karena bisa jadi perbedaan antara saya dan engkau adalah dalam menilai ahlul ahwa’. Misalnya engkau membela ahli bid’ah dan memujinya, sementara saya memperingatkan manusia agar menjauhinya. Maka siapakah dari kedunya yang menyampaikan nasehat kepada hamba-hamba Allah?! Saya atau engkau?! Orang yang mentahdzir hawa nafsu dan para pengekornya, dialah orang yang menegakkan nasehat untuk agama Allah Tabaraka wa Ta’ala. Adapun orang yang cenderung kepada ahlul ahwa’ dan ahli bid’ah maka dia termasuk mereka, karena seseorang itu dinilai berdasarkan agama temannya, maka hendaklah salah seorang dari kalian memperhatikan siapa yang akan dia jadikan sebagai teman dekat.

Al-Imam Ahmad rahimahullah berdalil untuk menilai bahwa seseorang itu mengikuti hawa nafsu dan menyimpang dengan seseorang tersebut mengucapkan salam kepada ahlul ahwa’. Beliau rahimahullah mengatakan:

إِذَا رَأَيْتَ الرَّجُلَ يُسَّلِمُ عَلَى الرَّجُلِ مِنْ أَهْلِ الْأَهْوَاءِ فَاعْلَمْ أَنَّهُ يُحِبُّهُ.

“Jika engkau melihat seseorang mengucapkan salam kepada salah seorang dari ahlul ahwa’ maka ketahuilah bahwa dia mencintainya.”

Kemudian beliau berdalil dengan hadits:

أَفَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوْهُ تَحَابَبْتُمْ؟ أَفْشُوْا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ.

“Maukah aku tunjukkan kalian kalian kepada sesuatu yang jika kalian mengerjakannya kalian akan saling mencintai? Yaitu sebarkanlah salam diantara kalian.”
(Lihat: Shahih Muslim no. 54)

Maka ahlul ahwa’ jika engkau memuji mereka, sementara orang lain mentahdzir mereka, dan para pengikutmu mengatakan: “Tidak, mereka bukan ahlul ahwa’.” Atau mereka mengatakan: “Perkaranya remeh dan kesalahannya cuma kecil.” Atau mereka mengatakan: “Jangan memecah belah kaum Muslimin!” Maka siapakah yang paling menegakkan nasehat untuk agama Allah dan bagi hamba-hamba Allah?! Tidak diragukan lagi dia adalah yang mentahdzir mereka.

Jadi dengan engkau mengatakan: “Jangan menjadikan perbedaan kita dalam menilai orang lain menjadi sebab perselisihan diantara kita!” Maka ini adalah ucapan yang tidak benar, bahkan ucapan ini …..(kata tidak dapat kami fahami)  terhadapnya. Kita memohon keselamatan kepada Allah dari ungkapan semacam ini yang mulai nampak bagi manusia di masa ini sehingga memecah belah Ahlus Sunnah.

Ahlus Sunnah di masa lalu, perselisihan yang muncul adalah antara mereka dengan ahlul ahwa’, adapun sekarang maka telah menyusup di tengah-tengah barisan mereka sebagian orang-orang yang penuh syubhat, walaupun mereka berhias dengan As-Sunnah. Jadi yang mereka lakukan di tengah-tengah Ahlus Sunnah lebih membahayakan dibandingkan dengan apa yang dilakukan oleh oleh ahlul ahwa’. Kita memohon keselamatan kepada Allah.

Download Audio Di Sini

© 1439 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.