BANTAHAN TERHADAP ASY-SYAIKH SHALIH AS-SUHAIMY (BAGIAN 10)

BANTAHAN TERHADAP ASY-SYAIKH SHALIH AS-SUHAIMY (BAGIAN 10)

Asy-Syaikh Abu Ammar Ali bin Husain asy-Syarafy al-Hudzaify hafizhahullah

POIN KESEMBILAN

Asy-Syaikh Shalih as-Suhaimy berkata, “Perhatikan –semoga Allah menjagamu- kisah seorang shahabat yang mulia Hathib bin Abi Balta’ah, bagaimana Nabi shallallahu alaihi was sallam menerima udzurnya dan mensifatinya dengan kejujuran, dan Allah mengampuninya karena kejujurannya dan karena dia termasuk yang ikut perang Badr, hanya saja dia salah karena melakukan penakwilan dan sama sekali tidak bermaksud untuk memberikan loyalitas kepada orang-orang kafir, dan Allah telah menyerunya dengan nama keimanan.” [12] (*)

Saya katakan: Pada kisah ini tidak ada dalil yang menunjukkan agar menutup mata terhadap kesalahan dan kesesatan, hal itu berdasarkan dua hal:

Pertama: Siapa di masa kita ini yang kemuliaannya mencapai tingkatan Hathib bin Abi Balta’ah atau sekalipun hanya mendekati saja dan dia memiliki berbagai keutamaan dan kebaikan yang menyebabkan diampuninya dosa-dosa yang dia lakukan?!

Kedua: Sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi was sallam memberikan udzur kepada Hathib karena dia termasuk yang terdahulu masuk Islam, tetapi jangan lupa -wahai Syaikh Shalih- bahwa Umar bin al-Khaththab mengingkari Hathib dengan kuat, dan Nabi shallallahu alaihi was sallam tidak mengingkari kemarahan Umar bin al-Khaththab, karena beliau tahu bahwa Umar marah karena Allah Ta’ala, dan Nabi shallallahu alaihi was sallam tidak mengatakan kepadanya, “Lemah lembutlah wahai Ahlus Sunnah!” Beliau juga tidak mengatakan kepadanya, “Kasihanilah dakwah Salafiyyah!” Dan juga tidak mengatakan, “Sesungguhnya diantara kalian ada orang-orang yang suka membuat lari manusia.” Bahkan beliau menyetujui kemarahan dan pengingkaran dengan ucapan ini.

Maka apakah kisah ini merupakan dalil yang mendukung asy-Syaikh as-Suhaimy ataukah justru merupakan dalil yang menyalahkan beliau?!

***

? Catatan Kaki:
[12] Tanbih Dzawil Afham, hlm. 44
[13] Ada tiga tulisan yang terpisah yang diarahkan oleh asy-Syaikh Shalih as-Suhaimy di muqaddimah risalahnya.

(*) Kisah yang dimaksud muttafaqun alaih, dan berikut ini lafazh Muslim, dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu dia bercerita:

ﺑَﻌَﺜَﻨَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺃَﻧَﺎ ﻭَﺍﻟﺰُّﺑَﻴْﺮَ ﻭَﺍﻟْﻤِﻘْﺪَﺍﺩَ ﻓَﻘَﺎﻝَ: ﺍﺋْﺘُﻮﺍ ﺭَﻭْﺿَﺔَ ﺧَﺎﺥٍ، ﻓَﺈِﻥَّ ﺑِﻬَﺎ ﻇَﻌِﻴﻨَﺔً ﻣَﻌَﻬَﺎ ﻛِﺘَﺎﺏٌ، ﻓَﺨُﺬُﻭﻩُ ﻣِﻨْﻬَﺎ!
ﻓَﺎﻧْﻄَﻠَﻘْﻨَﺎ ﺗَﻌَﺎﺩَﻯ ﺑِﻨَﺎ ﺧَﻴْﻠُﻨَﺎ، ﻓَﺈِﺫَﺍ ﻧَﺤْﻦُ ﺑِﺎﻟْﻤَﺮْﺃَﺓِ ﻓَﻘُﻠْﻨَﺎ: ﺃَﺧْﺮِﺟِﻲ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏَ! ﻓَﻘَﺎﻟَﺖْ: ﻣَﺎ ﻣَﻌِﻲ ﻛِﺘَﺎﺏٌ.
ﻓَﻘُﻠْﻨَﺎ: ﻟَﺘُﺨْﺮِﺟِﻦَّ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏَ ﺃَﻭْ ﻟَﺘُﻠْﻘِﻴَﻦَّ ﺍﻟﺜِّﻴَﺎﺏَ!
ﻓَﺄَﺧْﺮَﺟَﺘْﻪُ ﻣِﻦْ ﻋِﻘَﺎﺻِﻬَﺎ، ﻓَﺄَﺗَﻴْﻨَﺎ ﺑِﻪِ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ، ﻓَﺈِﺫَﺍ ﻓِﻴﻪِ: ﻣِﻦْ ﺣَﺎﻃِﺐِ ﺑْﻦِ ﺃَﺑِﻲ ﺑَﻠْﺘَﻌَﺔَ ﺇِﻟَﻰ ﻧَﺎﺱٍ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤُﺸْﺮِﻛِﻴﻦَ ﻣِﻦْ ﺃَﻫْﻞِ ﻣَﻜَّﺔَ، ﻳُﺨْﺒِﺮُﻫُﻢْ ﺑِﺒَﻌْﺾِ ﺃَﻣْﺮِ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ. ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ: ﻳَﺎ ﺣَﺎﻃِﺐُ ﻣَﺎ ﻫَﺬَﺍ؟
ﻗَﺎﻝَ: ﻟَﺎ ﺗَﻌْﺠَﻞْ ﻋَﻠَﻲَّ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪ،ِ ﺇِﻧِّﻲ ﻛُﻨْﺖُ ﺍﻣْﺮَﺃً ﻣُﻠْﺼَﻘًﺎ ﻓِﻲ ﻗُﺮَﻳْﺶٍ -ﻗَﺎﻝَ ﺳُﻔْﻴَﺎﻥُ: ﻛَﺎﻥَ ﺣَﻠِﻴﻔًﺎ ﻟَﻬُﻢْ، ﻭَﻟَﻢْ ﻳَﻜُﻦْ ﻣِﻦْ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻬَﺎ- ﻭَﻛَﺎﻥَ ﻣِﻤَّﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﻣَﻌَﻚَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤُﻬَﺎﺟِﺮِﻳﻦَ ﻟَﻬُﻢْ ﻗَﺮَﺍﺑَﺎﺕٌ ﻳَﺤْﻤُﻮﻥَ ﺑِﻬَﺎ ﺃَﻫْﻠِﻴﻬِﻢْ، ﻓَﺄَﺣْﺒَﺒْﺖُ ﺇِﺫْ ﻓَﺎﺗَﻨِﻲ ﺫَﻟِﻚَ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨَّﺴَﺐِ ﻓِﻴﻬِﻢْ ﺃَﻥْ ﺃَﺗَّﺨِﺬَ ﻓِﻴﻬِﻢْ ﻳَﺪًﺍ ﻳَﺤْﻤُﻮﻥَ ﺑِﻬَﺎ ﻗَﺮَﺍﺑَﺘِﻲ، ﻭَﻟَﻢْ ﺃَﻓْﻌَﻠْﻪُ ﻛُﻔْﺮًﺍ ﻭَﻟَﺎ ﺍﺭْﺗِﺪَﺍﺩًﺍ ﻋَﻦْ ﺩِﻳﻨِﻲ، ﻭَﻟَﺎ ﺭِﺿًﺎ ﺑِﺎﻟْﻜُﻔْﺮِ ﺑَﻌْﺪَ ﺍﻟْﺈِﺳْﻠَﺎﻡِ.
ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ: ﺻَﺪَﻕَ.
ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻋُﻤَﺮُ: ﺩَﻋْﻨِﻲ، ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃَﺿْﺮِﺏْ ﻋُﻨُﻖَ ﻫَﺬَﺍ ﺍﻟْﻤُﻨَﺎﻓِﻖِ.
ﻓَﻘَﺎﻝَ: ﺇِﻧَّﻪُ ﻗَﺪْ ﺷَﻬِﺪَ ﺑَﺪْﺭًﺍ، ﻭَﻣَﺎ ﻳُﺪْﺭِﻳﻚَ ﻟَﻌَﻞَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺍﻃَّﻠَﻊَ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻫْﻞِ ﺑَﺪْﺭٍ ﻓَﻘَﺎﻝَ: ﺍﻋْﻤَﻠُﻮﺍ ﻣَﺎ ﺷِﺌْﺘُﻢْ، ﻓَﻘَﺪْ ﻏَﻔَﺮْﺕُ ﻟَﻜُﻢ.ْ
ﻓَﺄَﻧْﺰَﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﺰَّ ﻭَﺟَﻞَّ: ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻟَﺎ ﺗَﺘَّﺨِﺬُﻭﺍ ﻋَﺪُﻭِّﻱ ﻭَﻋَﺪُﻭَّﻛُﻢْ ﺃَﻭْﻟِﻴَﺎﺀَ.

“Rasulullah shallallahu alaihi was sallam mengutus kami, yaitu saya, Zubair dan Miqdad dengan bersabda, “Pergilah kalian ke daerah Raudhah Khakh, karena di sana ada seorang wanita yang membawa surat, ambillah surat itu darinya!”

Maka kami segera pergi dengan cepat naik kuda hingga kami pun menjumpai wanita tersebut, lalu kami berkata kepadanya, “Keluarlanlah surat itu!”

Ia menjawab, “Saya tak membawa surat apapun.”

Kami berkata, “Engkau berikan surat itu atau engkau tanggalkan pakaianmu.”

Akhirnya dia pun mengeluarkan surat itu dari sanggulnya, maka kami pun mengambil surat tersebut dan menyerahkannya kepada Rasulullah shallallahu alaihi was sallam.

Tenyata surat itu berasal dari Hathib bin Abi Balta’ah kepada orang-orang musyrik di Mekkah, dan diantara isinya adalah dia memberitahu mereka tentang sebagian rahasia Rasulullah shallallahu alaihi was sallam.

Maka Rasulullah memanggil Hathib dan berkata, “Wahai Hathib, apa yang telah engkau lakukan ini?”

Hathib menjawab, “Wahai Rasulullah, janganlah Anda tergesa-gesa menghukum saya, sesungguhnya saya seorang yang memiliki hubungan erat dengan Quraisy, sementara diantara orang yang bersama Anda dari orang-orang Muhajirin, mereka mempunyai kaum kerabat yang melindungi keluarga mereka, jadi jika saya tidak bisa membantu mereka, saya ingin mencari orang-orang yang akan melindungi kerabat saya, dan saya tidak melakukan hal ini karena kafir atau murtad dari agama Islam, dan tidak pula karena ridha kepada kekafiran setelah Islam.”

Nabi shallallahu alaihi was sallam, “Dia telah jujur.”

Maka Umar berkata, “Wahai Rasulullah, izinkan saya untuk memenggal leher si munafik ini.”

Rasulullah menjawab, “Wahai Umar, sesungguhnya dia ikut perang Badr, dan engkau tidak mengetahui barangkali Allah melihat ahli Badr, lalu Dia berfirman, “Lakukan apa yang kalian inginkan, sesungguhnya Aku telah mengampuni kalian.”

Maka Allah Azza wa Jalla menurunkan firman-Nya:

ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻟَﺎ ﺗَﺘَّﺨِﺬُﻭﺍ ﻋَﺪُﻭِّﻱ ﻭَﻋَﺪُﻭَّﻛُﻢْ ﺃَﻭْﻟِﻴَﺎﺀَ.

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menjadikan musuh-Ku dan musuh kalian sebagai teman setia.” (QS. Al-Mumtahanah: 1) [pent]

Sumber artikel: http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=159780

Bersambung In Syaa Allah ..

© 1438 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.