BANTAHAN TERHADAP ASY-SYAIKH SHALIH AS-SUHAIMY (BAGIAN 9)

BANTAHAN TERHADAP ASY-SYAIKH SHALIH AS-SUHAIMY (BAGIAN 9)

Asy-Syaikh Abu Ammar Ali bin Husain asy-Syarafy al-Hudzaify hafizhahullah

POIN KEDELAPAN

Asy-Syaikh as-Suhaimy mengatakan, “Dua syaikh yang mulia dan dua ulama yang terpandang, yaitu asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albany dan asy-Syaikh Hamud at-Tuwaijiry telah dijadikan sebagai contoh yang paling indah dalam hal saling toleransi dan menghormati diantara para ulama, padahal diantara beliau berdua saling melemparkan bantahan-bantahan yang kuat pada beberapa masalah. Tetapi beliau berdua ketika bertemu, masing-masing mengarahkan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada yang lainnya, disertai menampakkan persaudaraan dan kecintaan yang jujur yang menyatukan beliau berdua. Permisalan yang sama terulang antara asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz dan asy-Syaikh al-Albany pada perkara-perkara ilmiah yang beliau berdua berbeda pendapat.” [11]

Saya katakan: Mengajak atau menyerukan pihak lain agar menutup mata terhadap kesalahan-kesalahan yang dilakukan dengan berdalih mengikuti cara yang ditempuh oleh asy-Syaikh al-Albany dan asy-Syaikh at-Tuwaijiry -rahimahumallah- merupakan qiyas (penyamaan) yang rusak, karena sesungguhnya prinsip-prinsip pokok dari kedua syaikh tersebut adalah satu, dan perbedaan pendapat diantara mereka bukan pada prinsip-prinsip aqidah, bukan pada asas-asas manhaj Salaf, dan bukan pula pada masalah membela ahli bid’ah, tetapi perbedaan pendapat diantara mereka adalah pada masalah-masalah fiqih, seperti hukum wanita membuka wajahnya, masalah membaca surat pendek setelah al-Fatihah pada shalat jenazah, dan semisalnya.

Dan dua ulama yang mulia ini memiliki perkataan yang dikenal dan jelas dalam membantah kelompok-kelompok yang menyimpang di masa ini serta mentahdzir (memperingatkan bahaya) berbagai bid’ah yang mereka lakukan.

Maka -wahai syaikh- datangkan kepada kami orang yang semisal dengan kedua ulama yang sangat besar semangatnya dalam membela aqidah Salaf, dan saya berikan jaminan untuk Anda bahwa di sana tidak ada perbedaan pendapat diantara Salafiyyun selama-lamanya. (*)

***

? Catatan Kaki:
[11] Tanbih Dzawil Afham, hlm. 29

(*) Maksudnya; tidak ada perbedaan pendapat diantara Salafiyyun dalam prinsip-prinsip pokok, jadi perbedaan pendapat diantara mereka bukan pada prinsip-prinsip aqidah, bukan pada asas-asas manhaj Salaf, bukan pada masalah membela ahli bid’ah, dan bukan pula dalam masalah membantah kelompok-kelompok yang menyimpang di masa ini serta mentahdzir berbagai bid’ah yang mereka lakukan.

Maka bagaimana mungkin menyamakan permasalahan perbedaan dalam prinsip-prinsip pokok tersebut seperti halnya dengan perbedaan pendapat dalam masalah-masalah fiqih?!
Wallahu a’lam (pent)

Sumber artikel: http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=159780

Bersambung In Syaa Allah ..

© 1439 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.