BANTAHAN TERHADAP ASY-SYAIKH-SHALIH AS-SUHAIMY (BAGIAN 13)

BANTAHAN TERHADAP ASY-SYAIKH SHALIH AS-SUHAIMY (BAGIAN 13)

Asy-Syaikh Abu Ammar Ali bin Husain asy-Syarafy al-Hudzaify hafizhahullah

POIN KEDUA BELAS

Asy-Syaikh Shalih as-Suhaimy berkata, “Tidak boleh bagi mereka (maksudnya: para penuntut ilmu) untuk menyibukkan diri dengan jarh wa ta’dil sebelum mereka mempelajari ilmu ini secara mendalam dan menguasai kaedah-kaedahnya… Adapun menjadikan ilmu ini sebagai santapan bagi semua orang, sampai orang-orang bodoh dan sebagiannya baru masuk Islam, maka ini adalah perkara yang sangat berbahaya, yang menyebabkan sebagian para penuntut ilmu pemula menerapkannya tidak sesuai dengan manhaj Salaf yang shalih. Yang wajib adalah dengan kita menyerahkan perkara ini kepada para ulama rabbani yang menguasai bidang ini dengan baik, daripada membicarakan terlalu jauh hal-hal yang tidak mereka tangani dengan baik. Jadi kembalikanlah hak kepada pemiliknya dan biarlah singa kembali ke sarangnya, agar kaki yang kokoh tidak tergelincir lagi yang mengakibatkan penyesalan di saat penyesalan tidak ada gunanya.”

Saya katakan: Masalah sebenarnya bukan pada kelancangan orang-orang yang baru masuk Islam, tetapi masalahnya pada orang-orang yang tidak ridha dengan jarh terhadap siapapun, sampai sekalipun yang menjarhnya adalah para ulama yang kompeten.

Jadi apa pendapat asy-Syaikh Shalih as-Suhaimy tentang orang-orang yang dijarh dan dikritik dengan ilmu oleh imam jarh wa ta’dil serta dijelaskan bahwa mereka menempuh jalan yang menyelisihi jalan Salaf?! Apa lagi asy-Syaikh Ubaid al-Jabiry juga menguatkan bahwa mereka adalah pihak-pihak yang harus dijarh. Lalu bagaimana jika hal itu dikuatkan juga oleh asy-Syaikh Muhammad bin Hady al-Madkhaly dan asy-Syaikh Abdullah al-Bukhary serta yang lainnya?!

Apakah Anda ridha dengan jarh semua ulama tersebut, ataukah mereka dianggap orang-orang yang baru masuk Islam?!

Mungkin pembaca tidak mengetahui bahwa semua para ulama tersebut telah menjarh sebagian orang-orang Madinah dan menjelaskan penyimpangannya, walaupun demikian asy-Syaikh Shalih as-Suhaimy tetap gigih membela mereka.

Dan termasuk yang menyedihkan, keadaan seperti ini juga terulang kembali ketika menyikapi salah seorang dari Yaman (Abdurrahman Mar’i rahimahullah -pent)!

Apa maslahat dari menampakkan perselisihan dengan gambaran bahwa itu adalah kelancangan orang-orang yang baru masuk Islam, padahal perselisihan sebenarnya adalah bahwasanya di sana ada orang-orang yang tidak ridha dengan jarh terhadap para pengekor hawa nafsu dan kesesatan?!

Adapun melarang para penuntut ilmu dari jarh wa ta’dil secara mutlak -walaupun dengan sekedar menyampaikan penjelasan para ulama yang mengetahui keadaan pihak yang dijarh- maka ini merupakan perkara yang tidak memiliki sisi kebenaran menurut syari’at, dan saya telah menjelaskan tentang hal tersebut pada bantahan saya terhadap Muhammad al-Imam.

Sumber artikel: http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=159780

Bersambung In Syaa Allah ..

© 1439 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.